
Wuuuuuu!
Petir menyambar di setiap tempat lolongan serigala membawa kehancuran pada setiap bagian pasukan beast. Divine Lightning meluluhlantakan area sekitar, bunyi genderang perang dan teriakan bersatu menjadi alunan musik kematian.
Setiap bawahan Shinji membawa kematian pada lawan. setiap jiwa berkumpul menjadi satu. Shinji menyerap sebagian jiwa dari pasukan beast menjadi miliknya.
Hanya dengan beberapa jam ratusan ribu pasukan beast berkurang sebanyak 80.000 hingga saat ini jumlah itu terus berkurang. Garold yang menyaksikan pasukan miliknya dibantai tanpa pandang bulu gemetar karena marah. tapi disisi lain pasukan Undead terus bertambah seiring dengan kematian pasukan Garold.
"... Apa-apaan ini? bukankah ini hanya pembantaian sepihak?" Garold dipenuhi dengan pertanyaan.
Ratusan ribu pasukan kini hanya tersisa sebanyak 55% dari yang seharusnya. setiap pasukan Garold satu persatu kehilangan nyawa mereka. semua pasukan beast yang mencoba menyerang pasukan undead mati karena aura kematian mereka yang sangat kuat.
"Tuan ini keadaan serius, jika seperti ini hanya menunggu waktu sampai kita benar-benar kalah... ditambah jumlah pasukan undead akan terus bertambah banyak, satu-satunya cara adalah dengan memotong akar dari semua ini" Magnes melihat ke langit tempat Shinji berada.
"Aku tau itu! tapi kita tak bisa mendekat ke arah Raja Undead itu, bawahan yang dimiliki pasti tidak akan tinggal diam" Balas Garold dengan genggaman kuat tangannya.
"Tuan! serahkan masalah ini kepada Heavenly Warrior, dengan bantuan kami keadaan ini pasti berbalik" Magnes menatap Garold dengan penuh percaya diri.
"Apa kalian akan bertarung dengan kekuatan kalian yang sebenarnya?... sebenarnya aku ingin menyimpan kalian sebagai kartu truf untuk melawan kerajaan suci, tapi dengan keadaan ini....persetan dengan kerajaan suci, yang lebih dulu mendatangi kita adalah kematian itu sendiri" Garold menghela nafas mencoba menenangkan dirinya.
"Jika itu satu-satunya pilihan maka kalian ku ijinkan menggunakan kekuatan asli kalian!"
Magnes mengangguk setelah itu menghubungi keempat rekannya. walaupun mereka tak saling kenal tapi Isabel tahu pasti kekuatan mereka berempat terutama ketiga orang yang Isabel tahu memiliki kekuatan yang tidak masuk akal.
"Lucca, Theseus, Minerva! kalian diperbolehkan menggunakan kekuatan asli milik kalian" Pesan telepati untuk mereka bertiga.
"Serahkan pada kami!" Balas Theseus.
Pada saat itu gelombang mana menembus ke arah langit. awan cerah kini digantikan oleh awan merah darah yang membentang hingga ke ujung hutan. Shinji yang merasakan gelombang besar mana menjadi waspada dengan apa yang terjadi.
"Apa ini? mungkinkah dia telah datang" Ucap Shinji melihat ke langit.
[Tidak, gelombang mana ini berbeda dengan milik Dewa Kuno. ini lebih seperti gelombang mana dari Forbidden Beast atau lebih tepatnya evolusi lebih tinggi dari chimera. kemampuan mereka sedikit dibawah ras naga kuno... seharusnya Beast ini telah lama punah tak disangka Tuan akan bertemu dengannya]
Gelombang mana menembus awan merah, petir menyambar ke segala arah.
Graurrrrrr!
Raungan aneh terdengar hingga seluruh medan perang, bahkan Ernesia terkejut dengan raungan keras itu.
"Apa-apaan itu?" Ernesia terkejut saat melihat langit.
Dari Langit muncul sepasang sayap naga, dan dari sana muncul juga kepala singa, kambing serta naga. mahkluk besar itu terbang di atas Shinji dengan membuat hembusan angin di udara.
"Kekekeke"
"Ini dia, ini dia!"
__ADS_1
"Waktunya hidangan pembuka"
Tiga suara bercampur menjadi satu, dari suara tawa seorang pria hingga dua wanita.
...[Status]...
...Acient Chimera King [Raja Chimera Kuno]...
...Ras : Forbidden Beast...
...Title : [Binatang Legenda], [Binatang Kombinasi], [Raja Semua Binatang]...
...Hp : 1.000.000...
...Mp : 400.000...
...Level : 400...
...[Statistik]...
...STR : 22000...
...INT : 22000...
...VIT : 22000...
...AGI : 22000...
...LUK : 15000...
...[Skill]...
...Supreme Magic [Level 10], Curse Magic [Level 10], Armor Scale[Level 10], Mind Control, Beast Eye, Fiery Poison...
Statistik yang hampir setara dengan ras naga kuno. dihadapan beast yang sangat kuat Shinji tak gentar sedikitpun, berbeda dengan Arkheos yang memberikan kesan tak bisa dikalahkan. maka beast terlarang memberikan kesan kuat tak tertandingi.
"Jadi mereka memiliki kartu as sekuat ini" Ernesia meneteskan keringat karena melihat pemandangan yang begitu hebat.
Shinji menatap Raja Chimera dengan santai.
Graaaaauuurr!
Raja Chimera membuat kutukan pada setiap orang yang menurunkan statistik mereka.
[Terkena Efek Kutukan Status Berkurang 10%]
[Efek Kutukan Dihilangkan]
__ADS_1
Efek kutukan hilang dengan bantuan dragon aura. di saat semua terkena dengan penurunan status Night dan bawahan Shinji lainnya berhasil menghilangkan kutukan dengan kemampuan khusus mereka.
Viltra terbang lebih tinggi untuk sejajar dengan Raja Chimera, disaat mata mereka bertemu Viltra menyerang dengan kecepatan penuh miliknya. Viltra mencengkram tubuh Raja Chimera dengan cakar tajam miliknya.
"Kiii, dasar kadal"
"Akan ku makan kau"
"Sakit sialan"
Suara terdengar secara tumpang tindih. Shinji menghiraukan suara itu, mengisi daya dari busur Arkheos dengan api kuno. bara api membakar udara disekitar, panas dari api kuno membakar area sekitar dengan suhu tinggi.
"Panas, panas"
"Bajingan kenapa bisa sepanas ini"
"Tubuhku terbakar, kaaa"
Bara api Shinji membakar tanah hingga meleleh, panah yang setara dengan panas magma lapisan bumi. suhu yang mencapai 2000 derajat bersinar terang di langit. Garold yang melihat Shinji dikejutkan dengan kekuatan miliknya.
"Yang benar saja" Garold tercengang.
"Tuan, ini berbahaya jika kita tidak menjauh sekarang kita akan terbakar olah suhu panas ekstrim seperti ini" Ucap Magnus.
Bukan hanya Garold saja bahkan Ernesia juga bawahan Shinji menjauh dari area pertarungan. ini bukan lagi sebuah perang tapi sebuah pertarungan untuk menghancurkan satu sama lain. Shinji membidik busur miliknya mengarah pada Raja Chimera, melepaskan anak panah ke depan.
Sinar plasma bersuhu tinggi melesat ke arah Raja Chimera.
"Kekeke...bakar itu"
Raja Chimera menyemburkan api dengan kemampuan racun di dalamnya, dua kekuatan besar saling beradu di langit menyebabkan gelombang ledakan yang menghancurkan tempat menjadi kawah. radiasi suhu tinggi menyebabkan fatamorgana, hewan serta monster dari radius 2 km terbakar karena panas.
"Kieee...panas, panas!"
Disaat kedua serangan terus beradu, anak panah Shinji yang unggul terbang melesat dengan kecepatan suara menuju Raja Chimera.
"Pertahanan, Pertahanan"
"Gawat kita akan mati"
"Tahan ituuuuuu"
Raja Chimera melapisi seluruh tubuhnya dengan sisik besi yang sangat kuat. seluruh tubuhnya di penuhi oleh sisik naga yang mampu menahan serangan jenis apapun kepadanya. anak panah Shinji masih terbang ke arah Raja Chimera, saat anak panah Shinji sampai dan membentur sisik naga, sisik naga milik Raja Chimera meleleh terbakar oleh ketinggian suhu panas.
Anak panah Shinji menembus bagian samping Raja Chimera menembus gunung-gunung besar di belakang. serangan Shinji melubangi gunung besar di tempat itu, area sekitar hancur, kawah besar tercipta. tanah hijau menjadi kaca akibat dari suhu tinggi yang membuat tanah menjadi melebur dengan cepat.
Semua orang yang melihat serangan itu di penuhi rasa terkejut. dampak dari serangan Shinji bahkan bisa dianggap sebagai ledakan nuklir yang mampu meledakkan sebagian ibukota dalam sekejap mata.
__ADS_1