Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak

Bereinkarnasi Menjadi Tengkorak
Chp 39 : Perubahan Dunia Luar


__ADS_3

[Hari ke 4, Kalender Elysia, Siang Hari]


Kepulan asap memenuhi langit, asap hitam dan kobaran api terlihat jelas membakar apapun, api merah melahap semua bangunan di desa.


"Apa yang terjadi disini?" Shinji melihat desa dengan tercengang.


[Sepertinya ini baru terjadi beberapa hari yang lalu, dilihat dari kondisi apinya yang masih menyala kemungkinan tempat ini terbakar adalah 3 hari yang lalu]


"Sepertinya begitu...." Shinji juga setuju.


Shinji terus berjalan menyusuri desa, yang terlihat sejauh ini hanya rumah-rumah yang terbakar api. semua bangunan terbakar habis dan menjadi puing-puing. bekas sisa pembakaran masih tersisa di tanah, tapi anehnya Shinji tidak menemukan satu kehidupan di desa itu.


"Apakah memang tidak ada orang yang tinggal disini?" Shinji bertanya-tanya.


"To...tolong!"


Sebuah suara samar terdengar di telinga Shinji.


"Suara?" Shinji menoleh kesamping kiri dan kanan tapi tak melihat seseorang.


Tapi mata Shinji terpaku pada rumah yang telah roboh akibat dari api. Shinji berlari ke rumah itu, menarik puing-puing bangunan. setelah beberapa saat sebuah tangan manusia terlihat di dalam puing-puing batu.


"To...tolong..aku!"


Shinji membuang semua puing-puing batu dan melihat sosok anak perempuan disana. Shinji membawa anak perempuan itu untuk menjauh dari tempat itu.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Shinji melihat keadaan anak itu yang penuh dengan luka bakar.


"Sakit!...To..long!"


Shinji membeli potion hp tingkat tinggi di dalam toko system. Shinji membuka tutup potion dan meminumkannya ke dalam mulut gadis itu. seketika luka bakar yang dia alami sembuh, semua memar juga menghilang dengan cepat seperti tak pernah terjadi.

__ADS_1


Gadis itu membuka mata miliknya, merasakan tubuhnya membaik dia membuka mulut "Terima kasih!" gadis itu berterima kasih pada Shinji dengan naga lemah.


"Tidak apa-apa.... pertama kau bisa menenangkan diri terlebih dahulu, setelah itu kau bisa menceritakan apa yang terjadi disini" Ucap Shinji dengan senyuman.


Gadis kecil itu mengangguk pada perkataan Shinji.


...………...


Setelah beberapa menit berlalu, dia mulai menceritakan apa yang terjadi pada desa ini. semuanya berawal saat kesatria kerajaan datang ke desa ini. mereka mengatakan untuk membayar pajak negara dengan jumlah yang tidak masuk akal.


Para penduduk desa awalnya tak menerima hal itu tapi karena mereka adalah kesatria kerajaan penduduk desa tak bisa berbuat apa-apa. kesatria kerajaan mengatakan bahwa waktu yang diberikan untuk mengumpulkan semua uang adalah 1 bulan. tentu saja semua penduduk terkejut mendengar itu.


Mereka hanya penduduk desa, bahkan untuk makanan sehari-hari mereka harus bekerja keras untuk mendapatkannya, dan kesatria meminta pajak itu dibayar dengan tenggang waktu 1 bulan. penduduk desa yang marah mencoba memprotes tapi kesatria mengancam akan menyiksa keluarga mereka jika mereka melawan. pada akhirnya penduduk desa menerima pajak itu dengan rasa kesal.


Hari-hari mereka jalani dan mengumpulkan uang untuk membayar pajak dengan kerja keras. mereka bekerja lebih keras dari biasanya, menanam tanaman di ladang, berburu monster juga mereka lakukan. penduduk desa terus melakukan hari-hari dengan berat tanpa bisa memikirkan kondisi mereka sendiri.


Saat mereka hampir mengumpulkan uang untuk pajak, monster menyerang desa mereka. monster kuat keluar dari hutan dan masuk ke dalam desa, pada awalnya penduduk desa panik dan ketakutan. tapi, berkat para petualang yang datang dari kota akhirnya desa terlindungi.


Akhirnya uang yang mereka kumpulkan dengan keringat dan rasa sakit menghilang dengan sekejap.


Satu bulan pun berlalu, para kesatria datang kembali ke desa setelah memberikan tenggang waktu satu bulan untuk membayar pajak itu. karena uang yang mereka kumpulkan telah hilang penduduk desa mencoba meminta kembali tenggang waktu untuk membayar pajak itu.


"Tolong berikan kami waktu, kami pasti akan mengumpulkan uang itu" Kepala desa memohon kepada para kesatria.


"Menjauh dariku orang tua" salah satu kesatria menendang tubuh kepala desa.


"Ughh...." Kepala desa mengerang kesakitan.


"Kepala Desa!" Penduduk desa berteriak memanggil kepala desa.


"Kami sudah cukup memberikan waktu kepada kalian, mau uang itu hilang atau tidak ada. selama tenggang waktu telah habis kalian harus membayarnya" Ucap salah satu kesatria dengan nada sombong.

__ADS_1


"Kau!..." Penduduk desa menatap kesatria dengan mata penuh amarah.


"Apa? apa-apaan tatapan kalian itu, beraninya kalian menatap kesatria kerajaan seperti itu...matilah!" Salah satu kesatria menendang tubuh salah satu penduduk desa dan menginjak tubuhnya tanpa henti.


"Mati! Mati! Mati! dasar mahkluk rendahan"


Pada saat itu pembantaian pun dilakukan, karena marah membuat kesatria membunuh penduduk desa. kesatria melakukan perbuatan-perbuatan keji para desa itu, menyiksa mereka, membakar rumah dan tubuh mereka hidup-hidup, memperkosa wanita muda untuk kesenangan mereka.


Ya! mereka gila para kesatria menjadi gila, melakukan pembantaian tanpa pandang bulu, semua pikiran mereka hanya berisi membunuh dan menyiksa. semua itu adalah karena Ernesia telah memanipulasi ingatan mereka untuk selalu mengabdi padanya. ucapan Ernesia adalah mutlak, Ernesia bagai dewi dari sudut pandang para kesatria.


Para penduduk desa tidak mengetahui jika semua yang terjadi adalah ulah dari Ernesia, menetapkan pajak yang tidak masuk akal, membuat mereka bekerja keras untuk membayar pajak, melepaskan monster di hutan dan menyewa petualang dari kota untuk melindungi penduduk desa setelah itu mengambil uang yang mereka kumpulkan.


...………...


Shinji yang mendengar cerita itu terdiam.


[Mereka kejam, mengambil keuntungan dari penduduk desa yang lemah, menyiksa mereka secara mental dan fisik. bahkan mereka melakukan perbuatan tercela dengan memperkosa wanita muda]


".....Sial! aku tau jika dunia ini tak memiliki hukum. tapi, tetap saja melakukan hal itu hanya untuk kesenangan? apa dia gila!" Shinji masih tak percaya bagaimana manusia seperti itu ada.


Pikiran Shinji penuh dengan emosi anehnya Shinji saat ini tenang. Shinji berpikir rasional dan melihat realita.


"tetap saja walaupun mereka mampu bereinkarnasi tapi trauma mendalam membuat jiwa mereka terguncang" Batin Shinji.


[Menilai perkataan gadis kecil disana, anggota kerajaan pasti terlibat di dalamnya. bukan hanya desa ini saja, mungkin desa lain juga mengalami hal yang sama. dan kerajaan yang mampu melakukan itu adalah...]


"Arrandalle... karena wilayah ini masih termasuk ke dalam teritori mereka" Saut Shinji.


[Itu benar....jadi apa yang akan Tuan lakukan? seperti yang Mythia katakan mereka adalah keberadaan pengganggu bagi kedamaian dunia ini. mereka mampu mengembalikan kekuatan mereka dengan bergantung pada ingatan masa lalu]


"Cih, ini merepotkan....mau tak mau aku harus terlibat ke dalam kebodohan mereka. satu-satunya cara membuat dunia ini kembali damai adalah memusnahkan sisa-sisa masa lalu. itu juga berlaku untuk membuat kehidupan damai milikku" Tatapan Shinji tajam.

__ADS_1


Dan begitulah secara tidak langsung Shinji terlibat dalam rencana dari Ernesia. Ernesia yang menikmati kesenangan miliknya tak sadar jika sesosok dewa kematian telah masuk ke dalam permainannya.


__ADS_2