BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)

BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)
BAB 10 CHAOS


__ADS_3

Festival ulang tahun putra mahkota pun menjelang. Byeol sudah bersiap dengan baju dan topeng yang akan dipakai. Ketika keluar dari ruang ganti, Byeol menabrak seseorang yang berpakaian sama dengan penari pedang. Topeng yang dipakai laki-laki itu terjatuh dan Byeol melihat wajah yang asing.


Laki-laki itu bukan termasuk salah satu prajurit yang ditugaskan untuk membawakan tarian bersama para pangeran. Byeol tak pernah melihat wajahnya. Byeol yang sudah memakai topeng meminta maaf. Laki-laki itu tergesa-gesa memasang topengnya dan berlalu pergi.


Byeol curiga, lalu diikutinya laki-laki itu. Tak jauh dari tempat festival masih di area hutan istana, beberapa orang berganti baju dengan baju yang sama dengan para penari. Mata Byeol terbelalak tak percaya dengan apa yang dia lihat. Mereka bukan para prajurit yang ditugaskan membawa kain dari arah atap seperti biasanya. Apakah sabotase akan benar-benar terjadi seperti penglihatannya. Berarti memang benar akan ada penyusup. Byeol masih di tempat persembunyiannya.


"Benar dugaanku," kata seseorang dari belakang Byeol.


Byeol terkejut dan hampir saja berteriak kalau saja lelaki itu tidak menutup mulutnya. Byeol tak menyadari ternyata ada Wang So berdiri di belakangnya menyaksikan hal yang sama dengannya.


"Aaah, Anda benar-benar mengejutkanku,"bisik Byeol.

__ADS_1


Wang So hanya diam dan menatap Byeol. Dia taruh jarinya di depan bibirnya memberi kode agar diam.


"Ayo, kita harus siap-siap menyambut para penyusup itu. Kita beritahu Jendral Park agar bersiap mengamankan yang mulia raja dan putra mahkota. Jumlah mereka terlalu banyak untuk kita serang berdua," ajak Wang So sambil menarik tangan Byeol. Wang So mengajaknya beranjak dari tempat itu.


Wang So tak melepas pegangan tangannya pada Byeol walau sudah sampai di tempat terselenggaranya festival. Wang So mencari-cari Jendral Park. Byeol sadar tangan Wang So masih memegang tangannya. Lalu di tariknya tangannya membuat Wang So tersadar akan apa yang dia lakukan.


"Maaf," itu saja yang terucap dari Wang So.


Mereka akhirnya menemukan Jendral Park. Wang So membisikkan apa yang dia lihat. Jendral mengangguk-anggukkan kepalanya tanda paham. Lalu pergi menyiapkan prajuritnya untuk menyambut penyusup yang akan datang berkedok penari pedang dan pembawa kain yang bertuliskan ucapan selamat untuk putra mahkota.


Acara dimulai. Byeol masuk melalui gerbang. Sesuai dengan suara musik, Byeol mulai bergerak membawakan tarian pedang solo di tengah lapangan, di depan para anggota istana. Dia bisa melihat wajah raja dan para ratu, serta para pejabat-pejabat istana. Dia ingin memberikan dan melakukan yang terbaik. Sampai irama musik mengalun dengan ritme yang cepat, para pangeran masuk ke tengah lapangan dan membawakan gerakan tarian pedang bersama dengan Byeol. Tak ada yang menyangka Byeol seorang gadis. Sampai akhirnya musik berubah ritme agak pelan dan bersiaplah para penari dari arah dinding turun.

__ADS_1


Sebagian dari mereka membawa kain yang bertuliskan ucapan selamat ulang tahun untuk putra mahkota. Namun, sebelum para prajurit gadungan turun dari arah dinding yang tinggi, para pangeran sudah membuat formasi berjajar lurus seakan menunggu dan menghadang para prajurit gadungan. Jumlah mereka sekitar 20 orang. Para pangeran ditambah para prajurit sudah siap dengan pedang terhunus.


Pertunjukkan kembang api dimulai, sebagai tanda bagi para prajurit gadungan muncul. Benar saja, mereka muncul berkelompok dari arah dinding dan berlari lurus menuju ke arah raja dan putra mahkota. Istana ribut, para pejabat sadar ada yang tidak beres segera berlari menyelamatkan diri. Jendral Park memberikan komando menyerang para penyusup. Para pangeran termasuk Byeol ikut bertarung dengan mereka di tengah lapangan. Tak mudah menundukkan mereka, karena sepertinya mereka petarung yang terlatih.


Raja dan putra mahkota berdiri mematung melihat kejadian yang terjadi. Arena menjadi chaos, suara pedang beradu berdenting, suara teriakan bergantian. Persis seperti yang dilihat oleh Byeol sebelum masuk gerbang istana.


Byeol berhasil menundukkan seorang penyusup. Dia membuka topeng, lalu memandang sekelilingnya. Persis seperti yang dalam penglihatannya. Sampai akhirnya dia melihat seorang penyusup yang terluka berhasil bangkit kembali dan bermaksud untuk menebaskan pedangnya pada seorang pangeran.


Craaaakkk!


Byeol mencoba melindungi pangeran yang akan ditebas pedang. Darah muncrat dari punggung Byeol yang tertebas pedang. Sadar ada seseorang yang luka di belakangnya, sang Pangeran berbalik ke belakang, lalu menangkap Byeol yang jatuh, karena terluka. Dibabatnyalah penyusup yang sudah melukai Byeol hingga tewas. Pangeran itu pun membuka topengnya. Wang So-lah sosok yang ada di balik topeng.

__ADS_1


Byeol sudah mulai kehilangan kesadaran. Wang So berteriak memanggil-manggil nama Byeol. Lalu, terasa di tangan Wang So darah yang menetes dari punggung Byeol. Dia memeriksa nadi Byeol. Wang So bersyukur Byeol masih hidup.


Pertarungan selesai, beberapa penyusup yang masih hidup berhasil diringkus. Wang So membawa Byeol ke tempat yang aman. Paramedis istana mulai bergerak memeriksa, dan menyelamatkan korban. Tuan Choi mendatangi Byeol yang terluka dalam pelukan Wang So. Mereka membawa Byeol dan berusaha menyelamatkan nyawanya.


__ADS_2