
Malam mulai turun ketika Wang bersaudara berkumpul tak jauh dari rumah Nyonya Hae. Terlihat tiga sosok laki-laki sedang duduk di bawah pohon yang lebat agak jauh dari jalan. Sosok-sosok itu tersembunyi dari pandangan orang yang lalu lalang. Mereka menunggu rombongan gisaeng datang.
Para tamu undangan datang berombongan. Seorang laki-laki duduk di atas kursi tandu diangkat oleh para pelayannya beserta beberapa pengawal terlihat masuk ke rumah Nyonya Hae. Sosok laki-laki tua yang menjadi perhatian Wang bersaudara itu adalah Menteri Park, menteri bagian kesehatan masyarakat. Menteri itu berada di faksi Ratu Shin. Wang So dan Wang Jung saling melirik.
Di ujung jalan terlihat rombongan gisaeng dari gyobang Nyonya Chun sedang berjalan berbaris menuju rumah Nyonya Hae. Rombongan mereka cukup menarik perhatian orang-orang di jalanan. Ada sekitar dua puluh gisaeng yang cantik-cantik dengan memakai topi bertutup kain tipis. Kecantikan mereka seakan sebuah misteri dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmatinya.
Di antara perempuan itu ada Byeol berjalan canggung dengan dandanan dan baju yang dipakainya. Sambil menjinjing rok dia berjalan melihat ke kanan kiri mencari Wang bersaudara. Tak jauh dari rumah Nyonya Hae, anak mata Byeol bisa menangkap bayangan mereka bertiga. Byeol membuka kain penutup topinya, ketika dekat dengan Wang bersaudara, lalu mengangguk pelan kepada mereka.
"Hyung-nim, itu Byeol," ujar Wang Jung menunjuk sosok Byeol dalam baju merah dan hijau emerald.
Wang So memandang sosok Byeol yang cantik malam itu. Ada desir halus dan kupu-kupu terbang dalam hati Wang So sama persis yang dirasakan ketika Wang So bertemu pertama kali dengan Byeol di bawah rinai hujan kala itu di istana.
***
__ADS_1
Rombongan gisaeng berhasil masuk. Mereka mulai duduk di antara ratusan tamu di halaman rumah Nyonya Hae yang terang benderang oleh banyak obor dan lentera. Byeol melihat sosok Nyonya Hae duduk di sebelah seorang yang sudah tua.
"Siapa itu?" bisik Byeol pada seorang gisaeng di sebelahnya.
"Itu Menteri Park, menteri kesehatan masyarakat. Diantara sekian banyak para pejabat, dia yang paling royal memberi hadiah pada kami," terang gisaeng itu
Semua makan minum dilayani oleh para gisaeng. Beberapa orang gisaeng ada yang mulai menari di panggung ketika musik mulai dilantunkan. Riuh rendah tawa gembira menyemarakkan suasana pesta di kediaman Nyonya Hae. Lalu terlihat Menteri Park berdiri di tengah hadirin.
Hati Byeol tidak tenang. Dia mengedarkan pandangan matanya. Apakah Wang bersaudara berhasil masuk? batin Byeol. Mereka mencari buku transaksi milik Nyonya Hae. Pesta itu semakin malam semakin meriah. Byeol diam-diam memasukkan obat tidur pada minuman yang disajikan pada tamu yang ditemaninya. Byeol melihat dengan jijik laki-laki di sampingnya yang mabuk dan tergeletak tak sadarkan diri. Byeol diam-diam menjauh dari pusat kemeriahan pesta sambil berpura-pura membawa guci minuman. Dia menyelinap masuk ke kediaman Nyonya Hae.
Byeol mengendap-endap masuk ke ruangan demi ruangan di rumah itu. Diperiksanya apa saja yang ada di ruangan itu. Setiap kali ada orang lewat dia bersembunyi. Sampai akhirnya dia berada di bangunan paling belakang kediaman itu. Tiba-tiba ada seseorang membekap mulutnya dan menariknya ke bagian gelap sebuah bangunan. Byeol hampir saja berteriak karena terkejut, tapi melihat yang membekapnya adalah Wang Wook dia baru merasa tenang.
"Dimana yang lain?" tanya Byeol sambil berbisik pada Wang Wook.
__ADS_1
"Mereka pergi ke gunung untuk memeriksa sesuatu. Aku sudah menyisir ruangan-ruangan tapi belum aku temukan buku itu. Tinggal bangunan ini saja yang belum. Tapi pintunya terkunci," terang Wang Wook
Byeol memeriksa pintu dan memang terkunci. Tak habis akal, Byeol menarik tusuk kondenya yang kecil lalu dicobanya ke dalam lobang gembok. Ketika belum berhasil membuka gembok, dari arah lain ada sekelompok penjaga lewat sambil membawa obor.
Wang Wook menarik Byeol ke bagian bangunan yang gelap, jauh dari jangkauan mata para penjaga. Byeol begitu dekat dalam pelukan Wang Wook. Wajahnya panas memerah. Terasa di rabaan telapak tangannya jantung laki-laki itu berdetak cepat. Setelah penjaga itu lewat dan menjauh barulah mereka bernafas lega. Menyadari posisi mereka yang berdekatan membuat canggung tercipta di antara mereka. Spontan Byeol menjauh dari Wang Wook. Laki-laki itu berdehem, lalu pergi sambil mengambil alih tusuk konde dari tangan Byeol.
Wang Wook berusaha membuka gembok dengan tusuk konde.
Claaak!
Akhirnya dengan susah payah gembok itu berhasil terbuka. Tak menunggu lama mereka masuk ke dalam ruangan itu. Dalam ruangan itu tersusun buku-buku dalam rak-rak yang berbaris-baris. Mereka mencoba mencari di tumpukan buku-buku, dan akhirnya mendapatkan yang mereka mau.
Di sebuah buku ada tercatat transaksi jual beli obat-obatan dengan pejabat-pejabat istana dan paling banyak adalah dengan Menteri Park. Mereka saling melempar senyum dengan usaha mereka yang tak sia-sia. Byeol diam-diam kembali ke tempat pesta yang belum selesai. Sedangkan Wang Wook pergi melalui dinding belakang rumah yang tak dijaga. Nyonya Hae kemalingan tanpa disadarinya.
__ADS_1