BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)

BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)
BAB 19 SERANGAN BALIK


__ADS_3

Sekelompok orang membawa gerobak dengan kotak-kotak kayu yang terikat kuat keluar dari rumah Nyonya Hae. Mereka keluar bersamaan dengan pesta yang sedang berlangsung. Wang bersaudara curiga dengan kelompok itu yang keluar secara diam-diam.


"Wook-ah, kau masuk bantu Byeol. Biarkan aku dan Wang Jung mengikuti rombongan itu," perintah Wang So


"Ya, hyung-nim," jawab Wang Wook.


Mereka pun berpisah.


Terlihat dua orang berjalan mengendap-endap di bawah bayang-bayang pepohonan hutan. Wang So dan Wang Jung masuk ke dalam hutan dimana Myungwool ditemukan. Semakin masuk ke dalam hutan, suasana semakin gelap. Wang bersaudara mengawasi rombongan itu berjalan masuk hutan, sampai akhirnya kelompok itu berhenti di sebuah tebing batu yang tinggi.


Seorang pengawalnya bersiul memberi kode. Tak lama kemudian dari tempat yang gelap tersembunyi muncul empat orang berkepala gundul memberi hormat, lalu mengambil alih gerobak. Gerobak itu dibawa masuk lewat pintu tersembunyi di dalam tebing. Wang So dan Wang Jung saling pandang. Dugaan mereka benar.


"Hyung-nim. Apa kita periksa sekarang juga tempat itu?" tanya Wang Jung.


"Tidak sekarang, aku mengkhawatirkan Byeol dan Wang Wook. Besok malam kita coba menaiki tebing itu. Setidaknya kita dapat menyimpulkan Nyonya Hae ada kaitannya dengan sekte Monk's Hood," jawab Wang So.


Mereka kembali ke kota.


***


Pagi itu Byeol duduk dihadapan Ratu Janghwa dengan menggunakan baju dayang.


"Bagaimana kabarmu Byeol-ssi," tanya Ratu Janghwa ramah.


"Hamba baik-baik saja, yang mulia. Saat ini hamba terlibat bersama yang mulia Wang So menginvestigasi kericuhan saat pesta ulang tahun putra mahkota. Hamba mohon maaf tidak bisa langsung menyapa Anda," jawab Byeol.


"Apa ada hal penting yang kau dapat ?" tanya Ratu Janghwa

__ADS_1


"Saat ini kami mendapat fakta bahwa racun yang dipakai untuk membunuh para penari gadungan itu adalah racun Monk's Hood yang dikembangkan oleh serang tabib muda bernama Soon Joon. Adiknya yang bernama Myungwool sedang dalam penjagaan dan perawatan Tabib Hong. Menurut yang mulia Wook, sakit Myungwool sama persis dengan yang dialami Putra Mahkota. Kami pikir Soon Joon diculik seseorang. Kemampuannya dalam bidang obat-obatan disalahgunakan orang. Saat ini kami belum tahu dimana Soon Joon berada. Sesuai dengan buku catatan transaksi yang kami curi dari rumah Nyonya Hae, kami menduga Menteri Park ada kaitannya dengan kasus ini," terang Byeol.


"Ratu Shin," gumam Ratu Janghwa.


"Kasihan Wang So dan Wang Jung. Apakah mereka akan mengarahkan pedang ke arah saudaranya Wang Yo dan ibunya sendiri? Tapi melihat klan mereka yang berantakan aku pikir sudah pasti mereka akan saling menjatuhkan. Hmm ... Aku tak ingin Wang Yo mengambil alih kekuasaan di Goryeo," lanjut Ratu Janghwa.


Byeol menunduk. Dia sudah masuk ke putaran konflik yang semakin deras di istana.


"Byeol, biarkan mereka meneruskan investigasi di luar. Kamu masuk ke istana dalam untuk mencari orang-orang yang terlibat dalam kasus racun Monk's Hood, terutama orang-orang yang sudah meracuni Putra Mahkota. Lakukan secara rahasia karena istana dalam ada di bawah kepengurusan Ratu Shin," perintah Ratu Janghwa.


Byeol memberi hormat tanda siap melaksanakan perintah. Ratu Janghwa memanggil Kasim Han untuk memanggil Tabib Hong yang menangani Myungwool. Sang Ratu ingin Tabib Hong memeriksa juga putra mahkota. Byeol pun mengundurkan diri keluar dari kediaman Ratu Janghwa secara rahasia.


***


Tabib Hong bersama tabib yang menolong Myungwool sedang merebus obat-obatan. Lalu Tabib Hong duduk menjauh dari tungku. Diambilnya kalung Soon Joon dari meja. Kalung itu dipandanginya dengan seksama. Raut wajahnya tiba-tiba berubah begitu melihat kalung itu. Dia mengambil sebuah batu besar lalu menghancurkan kalung itu. Wajahnya terlihat serius. Dari dalam cangkang kerang kecil yang terbelah itu ada secarik kertas tergulung. Dibacanya tulisan yang ada di kertas itu. Tabib Hong tersenyum lebar.


***


"Kami tak berhasil membunuh anak itu, Tuan, karena Wang bersaudara melindunginya," terang Nyonya Hae


Menteri Park diam sesaat lalu menarik nafas panjang.


"Hmm ... bagaimana dengan catatan buku transaksi yang hilang itu? Apakah kau sudah menemukan siapa yang mencurinya?" tanya Menteri Park


"Hamba sudah mengutus seseorang untuk memeriksa para gisaeng di gyobang Nyonya Chun," jawab Nyonya Hae.


"Pasti takkan semudah itu kalian masuk dan mengobrak-abrik tempat itu."

__ADS_1


"Anda tenang saja, Tuan," ujar Nyonya Hae.


***


Gyobang kedatangan tamu tak di undang. Seorang laki-laki datang menyusup ke dalam gyobang malam itu menuju kamar Nyonya Chun. Seorang terlihat tertidur bertutup selimut dalam kamar yang sudah gelap. Laki-laki yang bercadar itu pun mengendap-endap masuk ke dalam kamar dan menghunuskan pedang pada orang yang ada dalam selimut.


Ternyata yang didekati bukanlah Nyonya Chun, tapi seorang laki-laki pelayan rumah yang sedang ketakutan, karena pedang yang terhunus di lehernya. Tiba-tiba dari arah belakang, seseorang dengan sekuat tenaga memukul penyusup itu. Sang Penyusup pingsan seketika. Terlihat Nyonya Chun sedang berdiri sambil memegang balok kayu besar. Tak berapa lama masuk beberapa laki-laki pelayan gyobang membawa tali.


"Masukkan dia dalam karung dan ikat kuat-kuat, lalu kirim balik ke kediaman Nyonya Hae,"


Nyonya Chun ingat pesan Wang Jung dengan kemungkinan-kemungkinan seperti ini. Orang-orang di gyobang pasti akan dicurigai mencuri sesuatu dari kediaman Nyonya Hae. Wang Jung sudah membayar seseorang dari pelayan Nyonya Hae untuk memata-matai perempuan itu. Nyonya Chun tersenyum menang.


Keesokkan paginya Nyonya Hae mendapati penyusup itu meronta-ronta dalam karung di depan pintu rumahnya. Wajahnya merah padam begitu tahu siapa yang ada dalam karung itu. Ditendangnya kuat-kuat laki-laki itu sambil diomelinya.


***


Menteri Park terjatuh di lantai sambil memegangi pipinya karena Wang Yo menamparnya dengan begitu keras. Ratu Shin duduk dengan tenang sambil minum teh memandang angkuh pada Menteri Park.


"Dasar tak berguna," hardik Wang Yo dengan angkuhnya kepada laki-laki tua itu.


"Kau tahu proyek Monk's Hood sudah hampir berhasil. Demi menjatuhkan Putra Mahkota yang sudah hampir mati dan tinggal satu langkah lagi, tapi kau sudah menghancurkan segalanya karena kecerobohan kalian," lanjut Wang Yo.


"Segera perintahkan anak buahmu untuk menyebarkan racun itu di sumur-sumur penduduk desa di pinggiran kota, agar kepercayaan masyarakat pada raja menurun dan rakyat tahu Putra Mahkota sudah sekarat. Beli semua obat-obatan yang memiliki potensi sebagai antidot Monk's Hood," ujar Ratu Shin, "Lagipula, raja sudah tua, saatnya dia memilih putra mahkota yang baru," lanjut Ratu Shin.


Menteri Park mengiyakan lalu memberi hormat dan keluar dari ruangan itu dengan perasaan dongkol.


"Bunuh dia apabila proyek Monk's Hood tak berhasil," perintah Ratu Shin pada Wang Yo sambil berdiri dan pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


"Baik," jawab Wang Yo sambil membungkukkan badannya memberi hormat pada sang Ibu.


__ADS_2