BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)

BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)
BAB 20 LEMBAH BERACUN


__ADS_3

Dalam kegelapan malam, beberapa sosok laki-laki sedang mengendap-endap di bawah tebing. Di antara mereka terlihat Wang bersaudara. Mereka berusaha menaiki tebing dengan sekuat tenaga. Angin keras berhembus menerpa begitu mereka sampai di atas tebing. Terhampar di depan mereka ladang bunga Monk's Hood dalam warna biru keunguan memenuhi lembah. Mereka langsung memakai kain penutup wajah untuk menghindari racun yang tersebar dari ladang itu. Dalam kegelapan malam mereka turun dari atas tebing ke lembah yang berbatu-batu. Mereka menyisir tempat itu dengan hati-hati dan waspada.


***


Seorang laki-laki bersarung tangan, bersama beberapa orang perempuan sedang memproduksi obat-obatan dalam sebuah gua yang hanya di terangi beberapa obor. Beberapa penjaga dengan kepala gundul mengawasi mereka. Terlihat laki-laki itu dengan serius mengekstrak herbal, dan yang lain mencetaknya menjadi biji-biji pil dan cairan dalam botol-botol keramik. Semua menggunakan penutup wajah khusus dari kain katun.


Di pojok goa ada seorang laki-laki malang diikat kaki dan tangannya. Dia terlihat ketakutan. Sang Peracik obat membawa sebuah botol kecil lalu mendekati laki-laki yang sedang ketakutan. Racun itu diminumkannya secara paksa pada sang Lelaki malang. Tidak ada reaksi yang langsung terjadi, tapi laki-laki yang jadi bahan percobaan itu akan mati secara perlahan. Si laki-laki malang di seret keluar goa lalu dijebloskan lagi dalam penjara.


Seorang laki-laki tua berbaju sutera bersama beberapa pengawal masuk ke dalam goa. Semua orang memberi hormat pada laki-laki tua yang ternyata Menteri Park. Si Tua memeriksa sekeliling sambil tersenyum puas.


"Siapkan beberapa botol untuk di sebar di beberapa tempat," perintah Menteri Park.


Beberapa penjaga mengambil beberapa botol lalu dimasukkan dalam kotak-kotak kayu untuk di bawa keluar lembah.


Menteri Park keluar dari ruang racik obat menuju ruang goa yang lain. Dilihatnya seorang laki-laki duduk dalam goa yang difungsikan menjadi penjara. Soon Joon, kakak Myungwool sedang duduk menghadap dinding. Wajah dan badannya penuh luka lebam bekas di siksa.


"Bagaimana kabarmu Soon Joon-ssi? Masih keras kepala tak mau bekerjasama?" tanya Menteri Park


"Lebih baik aku mati daripada memberikan resep antidotnya," jawab Soon Joon.


Menteri Park tersenyum dengan wajah tenang.


"Kau tak takut adikmu mati?" Menteri Park mulai menekan Soon Joon.

__ADS_1


"Gertakanmu takkan merubah pendirianku," ucap Soon Joon


Menteri itu menggeretakkan rahangnya tanda menahan marah, lalu pergi meninggalkan Soon Joon.


***


Wang bersaudara berjalan mengendap-endap dalam gelap. Bau bangkai menyebar Lalu tiba-tiba ...


Bruuugh!


Wang So terperosok ke dalam lubang. Wang Wook dan Wang Jung berhenti lalu kembali ke arah tempat Wang So jatuh


"Whoooaaa!" teriak Wang So tertahan begitu melihat yang di dasar lobang.


"Hyuung ... kau baik-baik saja?" tanya Wang Wook dari atas


"Ya, aku baik-baik saja. Lemparkan tali," minta Wang So dari bawah.


Wang So berusaha berdiri. Tiba-tiba ada sebuah tangan memegang kakinya. Sosok mayat di dekatnya membuka mata. Wang So terkejut luar biasa tapi ditahannya, mukanya pucat pasi seketika.


"Bunuh aku ... aku mohon ... aku kesakitan," ucap perempuan itu yang ternyata masih hidup.


Wang So berjongkok lalu memeriksa nadi di pergelangan tangan perempuan itu.

__ADS_1


"Apa kau bisa bertahan, maka bertahanlah," ujar Wang So lalu berusaha mengikat perempuan itu menggunakan tali untuk menolongnya keluar dari lubang.


"Jung-ah tarik ke atas," perintah Wang So


Ketika perempuan itu diangkat dan sampai ke atas, Wang Jung dan Wang Wook terkejut setengah mati. Mereka mengira kakaknya yang naik. Begitu sampai di atas dilepasnya tali itu dan dilemparkan kembali pada Wang So di dalam lubang. Wang Wook memeriksa kondisi sang Perempuan malang


"Bawa perempuan itu turun lewat tebing, gunakan saja tali itu untuk menurunkannya. Semoga dia masih bisa diselamatkan. Segera minta bantuan dari Jenderal Park," perintah Wang So pada beberapa prajurit yang dibawanya.


Mereka melanjutkan penyisiran lembah. Ada nyala api dari kejauhan, yang ternyata sebuah gua dengan obor-obor menyala. Gua itu dijaga orang-orang berkepala gundul. Wang So memberi sebuah kode untuk mendekat dan melakukan penyergapan. Mereka mengendap-endap, lalu eksekusi pun berlangsung. Beberapa penjaga berhasil dilumpuhkan. Mereka masuk ke dalam gua dengan waspada.


Sekelompok penjaga yang berjalan keluar memergoki mereka sehingga pertarungan terjadi. Mereka masuk ke dalam goa dan menemukan jalan bercabang. Mereka berpisah. Wang So berbelok ke kanan, di hadapannya beberapa penjaga berkepala gundul sudah menghadang. Pemimpin gerombolan yang memiliki badan besar mulai menyerang. Perkelahian tak terelakkan.


Wang Wook yang berbelok ke kiri menemukan liang-liang gua yang dijadikan penjara untuk orang-orang yang dijadikan percobaan. Mereka langsung di sambut oleh penjaga ruang. Perkelahian juga tak terelakkan. Wang Wook dan beberapa orang pengikutnya memenangkan perkelahian, dan membebaskan orang-orang yang ada di dalam. Dilihatnya salah satu penjara berisi seorang laki-laki


"Soon Joon-ssi?" tanya Wang Wook


"Ya," jawabnya


"Keluarlah, bersama mereka, adikmu Myungwool sudah menunggumu di rumah Tabib Hong," ujar Wang Wook


"Myungwool? Aah, terima kasih, Tuan," ujar Soon Joon dengan wajah ceria.


Dia berusaha berdiri tapi ternyata kaki kirinya patah. Wang Wook bersama beberapa prajurit membantu para tahanan keluar dari lembah itu. Wang So berhasil menaklukkan kepala penjaga lembah. Tabib dan para pembuat obat di tahan, dan diikat erat, di seret oleh para prajurit yang datang bersama Jendral Park. Wang bersaudara berhasil mengobrak-abrik lembah beracun itu. Menteri Park naik pitam begitu mendengar kabar tentang hancurnya proyek mereka, begitu juga Wang Yo dan Ratu Shin.

__ADS_1


__ADS_2