BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)

BINTANG MERAH DI LANGIT GORYEO (The Scent Of Life 2)
BAB 12 KE GHETTO


__ADS_3

Byeol berada dalam kereta yang melaju ke luar kota. Dia membawa beberapa pelayan beserta segerobak kantong-kantong bahan makanan dari rumah. Yideum ikut serta dalam kereta bersama beberapa pengawal berkuda. Di gerbang kota, Wang So sudah menunggunya.


Rombongan mereka berjalan ke arah ghetto di lembah Utara kota. Mereka masuk ke gerbang ghetto setelah melewati hutan, dan sungai. Gerbang kota yang sederhana terbuat dari kayu. Di depan gerbang ada beberapa prajurit yang menjaga mengizinkan mereka masuk. Jalanan tanah berdebu dan gang-gang antar rumah yang tidak beraturan menjadi pemandangan yang kontras dengan perkotaan. Sorak sorai anak-anak dan penduduk ghetto berpakaian lusuh menyambut mereka.


Rombongan Byeol dan Wang So terus berjalan menyusuri kampung menuju sebuah rumah kayu yang lebih besar dibanding rumah-rumah penduduk. Di depan teras rumah kayu itu Wang Wook dan seorang perempuan sudah menyambut kedatangan mereka. Terlihat Wang Jung juga keluar dari rumah itu. Mereka disambut dengan hangat.


"Selamat datang yang mulia Wang So, dan ...?" ujar perempuan itu terputus karena belum pernah mengenal Byeol.


"Nama saya Byeol, Choi Han Byeol," jawab Byeol sambil tersenyum.


Byeol membungkukkan badan memberi hormat


"Byeol-ah, ayo kita masuk ke dalam," ajak Wang Jung sambil memeluk bahu Byeol, tapi Wang Wook menarik Wang Jung menjauh dari Byeol. Mereka tertawa bersama-sama melihat Wang Jung yang merengut karena tak bisa mengambil kesempatan mendekati Byeol


Rumah itu adalah pusat layanan kesehatan yang didirikan oleh klan keluarga Wang Wook untuk para pengungsi yang tinggal di ghetto. Seorang perempuan yang bernama Seonui yang mengurusi segala sesuatunya di rumah pelayanan kesehatan itu. Seonui adalah istri dari Wang Wook.


Mereka bersama-sama mengadakan kegiatan amal dengan membagi-bagikan bahan makanan untuk para penduduk Ghetto. Penduduk mengantri dengan rapi satu persatu membawa wadah untuk menaruh bahan makanan.

__ADS_1


Byeol bersama Yideum membantu membagikan kue-kue. Wang Wook dan Seonui membagikan bahan makanan. Wang Jung bersama Wang So membagikan baju-baju dan selimut. Kegembiraan dan rasa syukur tampak di wajah para penduduk.


"Anda perempuan yang hebat," ujar Byeol sambil membantu Seonui membereskan barang-barang di depan rumah kesehatan.


"Kenapa pakai bahasa resmi? Panggil saja saya Seonui," ujar Seonui sambil tersenyum.


Byeol belum pernah melihat seorang perempuan secantik Seonui. Mata Seonui lebar dan yang paling memikat yaitu lesung pipit yang menghias pipinya.


"Aku di sini karena membantu yang mulia Wook. Dia sosok yang luar biasa dan pantas untuk di dukung," ujar Seonui lalu terdiam lama.


Pandangan Seounui mengarah pada Wang Wook yang sedang bermain bersama anak-anak di halaman.


"Mungkin aku tidak akan lama di sini. Akan ada orang yang menggantikanku. Aku akan ikut kemana pun yang mulia Wook melakukan derma kepada manusia. Goryeo saat ini sedang berperang dengan Hubaekje dan Liao. Aku akan sibuk menjadi relawan mengurusi korban perang di ghetto lain. Apakah kau tak ingin ikut serta?" tanya Seonui pada Byeol.


"Ah ya," jawab Byeol.


Byeol berpikir sosok perempuan di depannya ini luar biasa. Seonui seorang perempuan yang setia menemani kegiatan amal suaminya. Sebagai seorang anggota kerajaan dia tidak lupa untuk mengabdi pada rakyat dengan mengambil bagian dalam tim kesejahteraan kerajaan.

__ADS_1


***


Malam hari terasa dingin menggigit. Mereka membuat api unggun untuk menghangatkan badan di pelataran rumah kesehatan. Wang Wook bersama anak-anak ghetto duduk melingkari api unggun. Seonui membawakan makanan dan minuman hangat untuk mereka.


Byeol duduk memisah dari kelompok api unggun. Dipandanginya sosok Wang Wook dan Seonui. Mereka serasi. Byeol merasa sedikit cemburu pada sosok Seonui. Sosoknya memang patut dicintai. Tiba-tiba lamunannya buyar ketika ada Wang So yang ikut duduk di sebelahnya.


"Apakah kau memikirkan tentang Wang Wook?" tanya Wang So


Byeol terkejut lalu mengelak kalau apa yang dipikiran Wang So salah. Tapi Wang So tak bisa dibohongi karena wajah Byeol langsung memerah.


"Mereka berdua ditakdirkan berpasangan. Yang mulia Raja Taejo sendiri yang menjodohkan mereka. Jadi jangan ada pikiran kau ingin dijodohkan dengannya. Seonui gadis cantik, dari kalangan bangsawan tapi merakyat. Kamu tak sebanding dengannya. Kamu ... ckckck ... kamu bukan tipe yang diinginkan Wang Wook. Dia tipe aristokrat yang suka pamer dan sedikit membosankan. Kamu akan mati bosan kalau bersamanya," ujar Wang So sambil tersenyum sedikit menyindir Byeol, tapi yang disindir tidak merasa sakit hati. Byeol malah tertawa.


"Yang mulia. Apakah Anda cemburu terhadap yang mulia Wook. Sampai Anda mengatakan hal seperti itu tentang saudara sendiri. Beliau sudah dijodohkan oleh yang mulia raja. Sedangkan Anda sendiri? sampai sekarang masih sendiri,"


Wang So merasa tersindir dengan perkataan Byeol. Dia hanya mengerucutkan bibirnya ke arah Byeol, dan Byeol pun tertawa.


Wang So mulai tertarik pada sosok Byeol, itu yang ada di pikiran Wang So. Tapi dalam pikiran Byeol tidak demikian. Dia takkan cemburu pada siapa pun karena memang takdir setiap orang berbeda. Kondisi membuatnya tak ingin jatuh hati pada siapa pun. Bagi Byeol semua masih misteri. Dia berperan sebagai siapa di antara orang-orang yang saat ini ada di sekelilingnya.

__ADS_1


Loncatan waktu kembali ke masa lalu menyisakan sebuah rahasia yang dia sendiri belum mampu menebak dan menyelesaikannya. Byeol ingin menjalani semua seperti air yang mengalir. Berharap dia bisa segera sampai di hilir kehidupan dan semuanya selesai.


__ADS_2