Bos Jahat

Bos Jahat
Bab 5


__ADS_3

Malam hari


"Aku akan melakukan pekerjaan seperti ini setiap saat."


Tersenyum hangat, dan menyajikan beberapa makanan kesukaan  Gavin. Dia begitu semangat sejak mendengarkan perkataan Nyonya Firts tadi pagi. Eunha memberanikan diri untuk memanggil Gavin, ke kamarnya.


"Gavin, cepatlha turun! Aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu."


Gavin tidak mendengarkan Eunha. Dia sedang di dalam kamar mandi pada saat itu. Eunha terdiam dan mencoba memastikan apa kah Gavin ada di dalam kamarnya atau tidak.


"Kemana dia?"


Ponsel Gavin berdering. Eunha yang mendegar nya langsung sigap masuk ke dalam kamar dan menggangkat panggilan itu. Dia terkejut di saat melihat nama yang tertera di layar ponsel Gavin.


"Kamu kenapa begitu lama? Aku tidak akan memberikan jatah jika kamu terlambat satu menit saja."


Eunha begitu tak berdaya di saat dia mendengarkan suara wanita, yang terlihat begitu di cintai Gavin. Eunha melihat ke arah Gavin, yang melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi. Eunha pun memberikan ponsel itu pada Gavin. Lalu cepat-cepat pergi ke ruangan makan.


Dalam hati Eunha begitu banyak pertanyaan. Eunha tidak mampu menjawab dari sekian banyak pertanyaan itu. Dia merasa bingung. Sejak menikahi Gavin, dirinya bahkan tidak pernah disentuh, layaknya sebagai seorang istri.


"Siapa wanita itu? Cara bicara dan nama nya Honey. Apakah Gavin berniat menghindariku, dan mencari wanita lain? Atau apakah aku tidak memuaskanya? Mungkin selama ini, dia marah karena aku belum pernah mencium nya sekalipun."


Bicara dalam pikiran, sembari kebingungan. Gavin melangkahkan kakinya menuruni tangga. Dia tampak tak mempedulikan Eunha yang sedang duduk di ruang makan. Eunha melihatnya dan memanggil Gavin.


"Gavin, mau kemana kamu?"


Gavin tidak mempedulikan pertanyaan Eunha. Dia menerobos pergi, sembari memgetik-etik sesuatu di layar ponselnya. Eunha mengejarnya, dan mengajak Gavin untuk makan terlebih dahulu.


"Gavin, makanlha terlebih dahulu!"


Gavin yang melihat Eunha menahan tangannya sontak marah dan menghempaskan tangan. Wajahnya cukup terlihat kesal.


"Apa hak mu menahanku seperti itu?"


"Bu,,,bukan begitu. Tapi kamu harus makan dulu."


"Cihh,,, gak usah sok suci di hadapnku! Wanita sepertimu tidak pantas menyentuhku."


Eunha menatapi punggung Gavin yang semakin menjauh di depanya itu. Mata Eunha berkaca-kaca seperti ingin menangis. Gavin bahkan mengatakan tentang kepantasan. Eunha merasa cukup sakit hati, dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Club malam


Krystal duduk di ruangan club, sembari meneguk beberapa gelas wine. Dia duduk dengan seorang pria sedari tadi mentapi nya. Tampaknya pria itu tidak asing bagi Krystal. Dia teman Gavin, sewaktu kuliah.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan? Seharusnya sudah cukup minumnya!"


"Apakah kamu menyuruhku untuk tidak meminum winenya? Kamu memang pria aneh. Lihat lha dirimu, yang kurus ini. Aku terlalu banyak berharap pada mu, tapi kamu hanya menggangap ku sebagai kakak juga?"


Kai tau benar, bahwa Krystal menyukainya. Tapi dia tidak bisa melakukan hal bodoh seperti berpacaran dengan Krystal. Kai tau Krystal adalah seorang putri dari keluarga Firtz. Akan sulit baginya untuk menghadapi orang-orang seperti  Krystal.


"Aishkkk,,, kenapa wanita  ini semakin sulit untuk di kendalikan?"


Krystal telah menyukai Kai selama bertahun-tahun. Tapi kai tidak pernah menganggapnya, bahkan dia pacaran dengan sahabat Krystal. Hampir setiap malam Kai, akan menemani Krystal di saat mabuk seperti ini.


Grisha datang menemui Kai di club. Dia melihat merasa kesal dengan Krystal lagi. Pantas baginya kesal, karena Kai pacarnya.


"Apa yang kamu lakukan disini? Apakah bagimu lebih penting Krystal dari pada pacarmu sendiri?"


"Grisha, bukan begitu. Tapi kamu juga tau, klo dia akan seperti ini setiap malam."


"Hmmm, lebay amat dia? Kamu panggil saya bapak tua yang ada disana!"


Melihat kearah pria paru baya, yang sedang minum wine. Grisha merasa jijik dengan Krystal. Karena dia tau, Krystal bukanlah wanita baik-baik. Yang rela di tiduri oleh siapapun demi sebuah konten.


"Aku tau, dia akan mabuk seperti itu. Mungkin juga memerlukan sebuah konten baru darimu. Apakah kau mau mencobanya juga?"


"Grisha hentikan! Seharusnya kamu sebagai teman jangan bersikap seperti itu. Dia juga dalam keadaan punya masalah."


"Grisha, mengapa kamu mengatakan itu dengan mudah? Kamu bisa-bisanya berkata seperti itu, hanya karena Krystal?"


Kai juga tidak mengiginkan hal seperti ini. Tapi dia melakukan pendekatan dengan Krystal, di karenakan maksud lain. Kai putra dari Billy, mereka sama-sama punya tujuan untuk menghancurkan keluarga Firtz.


Mencegah Grisha untuk tidak pergi, terpaksa kai memberitahu semuanya pada Grisha. Grisha pun merasa senang mendegarkan perkataan Kai. Dia jadi punya niat membantu Kai, untuk melakukan hal itu.


Hotel


Gavin masuk ke dalam hotel tersebut, dan menuju kamar no 405. Dia menemui, Lora pacarnya. Lora begitu senang melihat Gavin, dan langsung memeluknya seperti biasa.


"Wah, aku pikir kamu akan telat."


"Apakah aku pernah mengingkari janjiku?" Membalas pelukan Lora.


"Honey, bagaimana jika mulai besok malam aku menginap di apartemenmu?"


"Apa? Menginap di sana?"


Gavin kwatir, jika membawa Lora ke apartemenya. Bagaimana jika orangtuanya tau hubungan antara dirinya dan Lora. Lora sudah mengetahui, bahwa Gavin menikah. Tapi karena dia tau Gavin hanya memiliki maksud lain, maka baginya itu tidak masalah. Selagi dirinya bisa mendapatkan uang yang banyak.

__ADS_1


"Ada apa? Apa kamu tidak bersediah?"


"Bukan begitu. Tapi bagaimana jika orang tua ku tau?"


"Kamu terlalu banyak berpikir. Aku rasa kamu juga beruntung untuk hal ini. Aku akan membantumu membalaskan dendam mu pada istri palsu mu itu."


Gavin, kwatir dengan hal ini. Tapi dia juga sedikit setuju dengan hal dimana Lora yang bersedia membantunya. Dia pun meyetujui hal itu, dan membawa Lora ke apartemen miliknya.


Eunha, menunggu Gavin di ruang tamu. Dia ingin bisa di anggap sebagai istri oleh Gavin. Dia tidak makan sedikit pun demi menunggu Gavin pulang. Dalam pikiranya, Gavin hanya pergi seperti biasanya. Bekerja menangkap musuh, seperti yang sudah dia lihat sebelumnya.


"Kenapa dia begitu lama?"


Sembari melihat jam dinding, yang menunjukkan pukul 23:35Pm. Dia merasa begitu ngantuk, dan mencari sesuatu untuk di kerjakan sembari menunggu Gavin.


Kediaman Keluarga Firtz


Nyonya besar keluarga Firtz yang duduk di sofa sembari bicara elegan dengan ponsel yang dia tempelkan di telinganya.


"Bagaimana? Apakah kamu sudah melihat Gavin?"


"Iya nyonya. Dan aku mendengarkan pembicaraan Gavin dan seorang wanita, dari keluarga Wins. Tampaknya mereka memiliki hubungan yang cukup baik. Dan wanita itu meminta Tuan pertama, untuk membawanya tinggal di apartemen miliknya."


Suara seorang pria yang disuruh Sela Firtz untuk mengawasi, dan memata-matai Gavin. Dia kwatir Eunha tersakiti oleh sikap Gavin yang kurang baik itu.


Walaupun dia tau, telah salah ikut campur dengan rumah tangga anaknya, tapi dia bisa mengerti bagaimana perasaan Eunha saat ini.


Sela Firtz seorang wanita yang begitu peduli dengan hidu orang lain. Sebwlum menjadi nyonya Firtz, dia juga diperlakukan seperti Eunha. Bedanya Eunha hanya diam, dan tidak mau melawan, atau mengatakan apa pun pada orang lain tentang kesulitan yang sedang dia hadapi.


"Terima kasih, telah mengikutinya. Jangan lupa untuk tetap mengawasi Gavin, dan segera beritahu aku, jika ada masalah!"


"Baik nyonya."


Sela Firtz menghubungi cepat Gavin. Dia berpura-pura mengatakan bahwa dirinya sedang menginap di apartemen milik Gavin. Dia berbohong, agar Gavin, tidak membawa wanita itu ke sana.


Gavin yang mengetahui hal itu pun, segera bergegas kembali ke apartemenya. Dia menemui Eunha yang sedang tertidur, di sofa. Dia memperhatikan Eunha, selama 1 menit. Lalu dia pun menelepon ibunya, untuk memastikn di mana dirinya.


"Tapi ibunya tidak menjawab panggilan Gavin. Wajah Gavin terlihat mulai kesal, karena ibunya berbohong. Gavin melangkahkan kakinya, menaiki tangga dan perutnya bunyi, karena kelaparan.


Eunha terbangun, dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 01:00Am.


Dia menoleh ke sekelilingnya dan terkejut di saat melihat Gavin yang sedang berdiri di dekat tangga.


~Ingat menggunakan masker disaat bepergiaan! Jaga jarak! Semoga dunia kita cepat lekas sembuh seperti sedia kalah.😊"

__ADS_1


__ADS_2