
Alice yang berada di dalam kamar menunggu Regar dengan khawatir.
"Apa yang kamu katakan tadi sama mama.."tanya Alice..
Regar masuk kamar lalu menutup pintunya..
"Tadi mama cuma tanya soal koper..."ujar Regar..
"Tapi mama g curiga kan.."
"Mm...kayaknya g deh.."
"Syukurlah kalau begitu.."
Regar menaruh kopernya di pojokan kamar..sedangkan Alice mencoba mengambil kopernya yang berada diatas lemari.Alice mencoba meraih kopernya tapi tidak bisa,Alice mencoba berjinjit dan melompat-lompat tetap tidak sampai.Alice menoleh kesana kemari mencoba mencari sesuatu yang bisa dibuat untuk mengambil kopernya..Dia melihat kursi rias yang berada disamping ranjangnya,Alice mengambil kursi tersebut,dia mengangkatnya lalu ditaruh didepan lemari.Alice mengecek sekali lagi sebelum menaiki kursinya.Setelah dirasa kursinya kuat, Alice menaikinya.Alice mencoba mengambil kopernya tapi karena ukuran kopernya yang besar dan berat Alice tetap tidak bisa mengambil kopernya.Regar yang melihat Alice dalam kesulitan mencoba membantunya..
"Turun...biar aku bantu ngambilnya.."ujar Regar menawarkan bantuan..
"Tidak usah..aku bisa kok.."ujar Alice sambil terus mencoba mengambil kopernya..
"Memangnya kamu tidak ingat terakhir kali kamu mencoba menaiki kursi untuk mengambil koper kamu.."ujar Regar..
__ADS_1
Alice menghentikan kegiatannya..
"Mmm..ya sudah tolong kamu ambilkan koperku.."ujar Alice turun dari kursinya,dia teringat pernah terjatuh dari kursi dengan kegiatan yang sama yaitu mengambil koper..
Regar masih mencoba mengambilkan koper Alice,dia juga sedikit kesulitan..
"Bisa g.."tanya Alice..
"Bisa...sabar dulu.koper kamu ini berat sekali sih...emang ada isinya apa.."ujar Regar sambil mengangkat koper Alice sedikit demi sedikit..
setelah mencoba beberapa kali akhirnya Regar berhasil menurunkan koper Alice.
"Huh akhirnya bisa juga..."
"Ya sama-sama.."
Alice dan Regar sudah selesai membereskan barang-barang mereka.
"Akhirnya Selesai juga.."ujar Alice..dia duduk disis ranjang..Alice meregangkan ototnya..dia berbaring ditempat tidurnya..
Regar juga selesai membereskan barang-barangnya..Setelah selesai di juga duduk disisi ranjang,tanpa sengaja Regar tidur disamping Alice..
__ADS_1
***
Suara Alarm jam di meja berbunyi,Alice dan Regar menggeliat karena suara Alarm jam itu.Saat Alice membuka mata... betapa kagetnya dia,karena semalam dia tidur dengan seranjang dengan Regar.Alice tidak bergerak karena Regar tengah memeluknya.Alice menatap wajah Regar,Dia melihat dari mulai mata,hidung dan bibir Regar..Saat menatap wajah Regar lagi,ada sebuah senyum tersungging dari sudut bibir Alice.Semakin lama senyum itu semakin lebar..
"Jangan menatapku lama-lama...takutnya nanti kamu jatuh cinta lagi.."Ujar Regar yang sedari tadi memang sudah bangun tapi tetap memejamkan matanya...
"Ih..apaan sih...lepasin aku"Alice mencoba melepaskan pelukan Regar karena dia malu,sudah ketahuan tengah memandang wajah suaminya secara diam-diam.
Regar tambah mengeratkan pelukannya..
"Regar lepas...aku g bisa nafas.."
"Kalau kamu g bisa nafas biar aku bantu pakai nafas buatan ya..."
Alice memelototkan matanya...
"G usah melotot...nanti lepas itu matanya.."
"Jangan kurang ajar ya...kamu itu masih bekerja pada saya.."ujar Alice dengan juteknya..
"Itu kalau dikantor...kalau dirumah kan aku suami kamu..jadi aku bebas mau ngapain...apalagi sekarang ada dikamar satu ranjang lagi...aku bebas mau ngapain aja..."
__ADS_1
Alice yang mendengar perkataan Regar jadi sedikit takut..Dia diam seribu bahasa..
"Ok..kalau kamu mau aku lepasin...cium dulu.."ujar Regar sambil memajukan bibirnya...