
Adrian keluar dari kamar Alice dengan luka memar diwajahnya..dia berjalan dengan baju yang sudah berantakan,setiap orang melewatinya berbisik-bisik..
Regar menghampiri Alice dan memegang pipi Alice..
"Kamu tidak apa-apa.."ujar Regar penuh perhatian..Alice mengangguk dia masih belum tau siapa sebenarnya orang yang sudah menjadi suaminya ini..
Tangan Regar turun dari pipi Alice,dia memegang Pundak Alice dan Alice meringis kesakitan.Regar membuka lengan baju Alice dan melihat memar disana.
"Apa ini sakit...biar aku obatin ya..."ujar Regar..
Alice hanya mengangguk..Alice masih belum mengerti...tadi depan Adrian Regar terlihat begitu arogan,angkuh dan seakan ingin menerkam siapa saja yang membuat masalah dengannya,seakan sikap Alice selama ini yang begitu cuek,judes,jutek dan angkuh tidak ada apa-apanya....tapi sekarang tiba-tiba dia bersikap begitu perhatian dan lembut.Didalam hati kecil Alice,Alice mulai merasa takut..takut jika suatu hari dia bisa membuat Regar marah..
Regar membawa Alice duduk ditepi ranjang,dia mengambil kotak obat untuk mengobati luka memar yang ada ditubuh Alice.Regar duduk didepan Alice dan mulai mengobati bahu Alice..
"Siapa kamu sebenarnya Regar.."tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulut Alice..
Regar melihat kearah Alice..
"Maksud kamu..."ujar Regar sambil mengobati luka Alice..
__ADS_1
"Ma..maksud aku..tadi kamu bersikap seperti bukan kamu didepan Adrian...."ujar Alice..
"Memangnya aku bersikap seperti apa..."ujar Regar yang kini mulai memperhatikan Wajah Alice.
"Kamu tadi terlihat begitu angkuh dan arogan..tidak seperti biasanya..."ujar Alice
"memang aku biasanya seperti apa.."Regar mulai menggoda perkataan Alice..
"Biasanya kamu itu selalu ramah pada siapa saja..tidak seperti tadi...kamu terlihat seperti orang yang begitu kejam..."ujar Alice..
"Masa sih...perasaan aku hanya bersikap biasa saja...sama seperti biasanya..."ujar Regar seperti menyembunyikan sesuatu..
Tiba-tiba wajah Regar berubah serius dan itu membuat Alice takut..
"Aa..a...aku minta maaf sudah bertanya macam-macam..."ujar Alice menunduk..
"Sayang...inilah sikap aku sebenarnya..."ujar Regar sambil tangan Regar mengangkat dagu Alice..
"Kamu gak usah takut...yang tadi didepan Adrian itu..itu aku mempraktekan dari film yang pernah aku tonton...."ujar Regar lagi..
__ADS_1
"Kamu suka nonton film..."ujar Alice penasaran..
"Gak juga sih...tapi pas waktu itu..aku kecapekkan pulang kerja...terus aku mau keluar kos-kosan juga males..jadi aku nonton televisi dan kebetulan film action dan filmnya bagus...
ada adegan kayak tadi...jadi aku ikutin...rasanya seru juga...apalagi aku juga pernah melihat papa bersikap seperti tadi waktu aku masih kecil, sekarang sudah tidak pernah melihat papa bersikap seperti pria arogan...dan itu permintaan mama untuk papa merubah sikap arogannya..."ujar Regar panjang lebar..
"Oohh...gitu..."ujar Alice..
"Kenapa aktingku bagus ya...seperti pria arogan yang sebenarnya..."ujar Regar..
Alice ingin berdiri sambil mau meletakkan kotak obat yang dipakainya tadi.Regar memegang tangan Alice..
"Tapi kata-kataku yang tadi itu benar...siapapun yang mengganggu kamu..aku akan hancurkan dia...karena aku sangat sayang sama kamu...aku tidak akan membiarkan orang yang sudah menganggumu hidup dengan tenang..."ujar Regar serius..
Alice tersenyum,diam-diam Alice sangat bangga dengan Regar..dia mampu membuat lawannya ketakutan..
Alice berjalan menuju ke ranjangnya setelah meletakkan kotak obatnya.
"Malam ini aku akan tidur disini...lagian sudah banyak orang yang tau sekarang.."ujar Regar..
__ADS_1
Alice hanya diam saja karena masih trauma dengan kejadian tadi..