
Waktu makan siang telah usai.Semua karyawan sudah berada ditempat masing-masing.
Regar dan Alice juga sudah melanjutkan pekerjaan mereka.
"Gar..tolong panggilkan Dina,suruh dia mengantarkan berkas keuangan perusahaan kita,aku ingin mengeceknya"ujar Alice..
Regar pun memanggil Dina seperti yang diperintahkan oleh Alice,tak lama Dina masuk dengan membawa sebuah map yang diminta Alice..
"Bagaimana dengan keuangan kita selama saya pergi.."tanya Alice pada Dina tanpa menoleh kearah Dina dan hanya fokus pada kertas-kertas yang ada di depannya..
"Semuanya stabil bu..tidak ada masalah apapun.."
"Ok..bagus...kamu boleh keluar sekarang..."ujar Alice dan Dina berbalik badan akan kembali ke meja kerjanya..saat melewati meja Regar Dina berhenti sejenak..
"Kamu sudah makan siang Gar..."tanya Dina pada Regar dengan penuh perhatian.
"Sudah tadi Din...saya menyuruh pelayan untuk membelikan makanan di kantin"
"Ooh..ya sudah.."
"Eehhmm...eehmm.."Alice berdehem karena dari tadi memperhatikan Dina dan Regar..
Dina yang menyadari langsung pergi keluar dari ruangan..
Selama beberapa saat semua terdiam..
"Kamu ada hubungan apa sama Dina..."tanya Alice penasaran..
"Tidak ada hubungan apa-apa...."
"Tidak ada hubungan apa-apa tapi kok sepertinya dia perhatian banget sama kamu..."
__ADS_1
"Beneran tidak ada hubungan apa-apa..hanya sebatas teman kerja...memangnya kenapa sih...kamu cemburu.."ujar Regar..
"Cemburu....siapa yang cemburu...
tapi aku lihat tadi pagi kamu berangkat bareng dia...boncengan lagi.."ujar Alice sedikit sewot..
"Ohh..yang tadi pagi...ya memang dia minta jemput sama aku...soalnya motornya lagi mogok..."ujar Regar menjelaskan..
"Alasan..."
"Alasan....siapa yang alasan...memang itu kejadiannya kok....lagian tumben kamu nanya-nanya soal hubungan aku sama Dina....kamu cemburu kan...makanya dari tadi mood kamu kurang bagus..."
"Siapa yang cemburu...tau dari mana kalau mood aku lagi tidak bagus..."
"Sudah deh Lice ngaku aja kalau kamu cemburu...
kamu mulai suka kan sama aku...."
"Diiihh...siapa yang ngajakin ngobrol duluan..."
Regar melihat Alice dengan tersenyum.
***
Alice dan Regar serta karyawan yang lain bersiap untuk pulang..Alice dan Regar masih diruangan mereka..
"Lice untuk makan malam nanti...kamu mau makan apa..."tanya Regar sambil membereskan mejanya..
"G tau juga..belum kepikiran..."
"gimana kalau nanti pulangnya aku beli nasi goreng yang ada didepan gang rumah kita...tapi habis aku nganter Dina...soalnya tadi dia chat aku minta tolong dianter katanya..."ujar Regar..
__ADS_1
Alice yang mendengar kalau Dina meminta Regar untuk mengantarnya jadi kesal sendiri..
"Kenapa Dina minta dianterin sama kamu..naik taksi kan bisa atau pesan ojek juga bisa...kenapa harus minta diantar kamu..."
"Ya aku g tau juga .."ujar Regar...
"Alasan dia saja...ingin dekat-dekat sama kamu.."ujar Alice..
Regar melihat Alice dengan tersenyum..
"Ya sudah kalau tidak boleh...aku tidak jadi mengantar Dina..."
"Siapa yang g ngebolehin...kalau kamu mau mengantar Dina..ya silahkan saja..."
"G...aku g jadi ngantar Dina...nanti aku akan chat dia.."
"Terserah kamu.."Alice mengambil tas kerjanya dan keluar kantor menuju keparkiran..
Regar mengirim pesan pada Dina kalau dia tidak bisa mengantarnya..
***
Regar sudah sampai dirumah...dia juga membawa dua bungkus nasi goreng..
"Lice...aku pulang...ini nasi gorengnya..aku taruh diatas meja makan...
Lice...Alice..."ujar Regar tapi tidak ada jawaban dari dalam
"Kemana dia..apa belum sampai...tapi mobilnya sudah ada digarasi..."ujar Regar berbicara sendiri...
"Lice...Alice..."Regar masih memanggil Alice...tapi tetap tidak ada jawaban..
__ADS_1