Boss Cantik Ku Sayang

Boss Cantik Ku Sayang
Bab 73


__ADS_3

Selesai makan..Regar kembali bersantai sambil menonton tv kembali.


"Eh...tapi difikir-fikir apa lebih baik aku g usah kabarin Allice aja..aku ingin tau sebingung apa dia,saat aku g ada kabar..."ujar Regar tersenyum tipis.Regar berniat mengerjai Alice.Akhirnya Regar mengurungkan niatnya untuk menghubungi Alice.


Regar menghabiskan waktunya hanya didalam kamar,sampai waktu malam tiba.


Waktu untuk acara pesta sudah tiba,Regar sudah bersiap untuk pergi ke aula hotel dimana acara pesta diadakan.


Regar datang dengan memakai tuxedo hitam yang sangat pas dibadannya,Regar terlihat tampan malam ini.


Seorang pelayan membukakan pintu untuk para tamu, didalam pesta para tamu undangan sudah banyak yang datang.


Regar terlihat menghampiri seorang laki-laki yang seumuran dengan papa Regar.


"Hai om..."ujar Regar...


Orang tadi menoleh kearah Regar..


"Oh..Regar..apa kabar.."ujar orang tadi


"Kabar baik om...om saya disini menggantikan papa saya.."ujar Regar.


"Ya...ya..om sudah tau...tadi papa kamu sudah mengabari om...kalau dia tidak bisa hadir dan akan digantikan oleh kamu.."ujar orang yang dipanggil om oleh Regar dan tak lain dia Prayoga,orang yang mengadakan pesta ini.


"Ya sudah Regar,kamu nikmati saja pesta ini dan om akan menemui teman om yang ada disana"Setelah berbincang-bincang sedikit dengan Regar,tuan prayoga pamit pada Regar untuk menemui tamu undangan lain.


Regar menuju ke bar minuman,disana Regar hanya memesan segelas jus.Dan seorang wanita datang menghampiri Regar.


"Hai...boleh saya duduk disini.."ujar Wanita tadi.


"Perkenalkan aku Brisia..."ujar wanita yang bernama Brisia,dia menjulurkan tangannya pada Regar..Regarpun menerima jabatan tangan Brisia..


"Aku Regar.."jawab Regar singkat.


"Boleh saya duduk disini.."ujar Brisia lagi.

__ADS_1


Regar mempesilahkan pada wanita tadi.


"Kenapa kamu diam disini sendirian...kenapa g gabung dengan mereka"ujar Brisia sambil menoleh pada segerombol orang-orang yang sedang berbincang-bincang santai.


"Siapa bilang saya sendirian,disekeliling meja ini penuh dengan orang-orang."ujar Regar dengan nada dinginnya.


Brisia memesan wine pada pelayan bar.Regar menoleh kearah Brisia sambil geleng-geleng kepala..


"Kamu kesini sama siapa.."tanya Brisia


"Kamu liat aku ada temannya..."ujar Regar tetap dengan nada dinginnya.


Brisia menggelengkan kepala..


"Mau coba minumanku.."Brisia menawarkan minumannya.Regar menggelengkan kepala..


Regar mulai jengah dengan sikap Brisia yang dari tadi mencoba menggodanya.


Regar pergi dari bar.."pesta apaan ini..membosankan sekali..lebih baik aku kembali kekamar saja.."ujar Regar dalam hati.


Regar berjalan ingin keluar dari acara pesta.saat melewati sekerumulan orang,pak Prayoga memanggil Regar.


"Maaf tuan..saya ada keperluan jadi saya mau keluar dulu..."ujar Regar..


"Tuan..Regar ada apa...apa wanita yang saya kirim kurang cantik"ujar Prayoga


Regar kaget dengan ucapan prayoga..Regar melihat ke arah bar dan dia masih melihat Brisia disana,Sepertinya Brisia mulai mabuk.


"Apa maksud anda mengirimkan saya seorang wanita.."ujar Regar.


"Ya...dari tadi saya lihat tuan Regar hanya duduk menyendiri..jadi saya fikir tuan Regar butuh teman.."ujar Prayoga tanpa beban.


"Maaf ya tuan Prayoga yang terhormat..saya sudah punya istri dan saya sangat mencintai istri saya..jadi saya tidak membutuhkan wanita lain..lalu kenapa saya menyendiri dari tadi...karena saya merindukan istri tercinta saya.."ujar Regar yang sedikit emosi..


Tuan Prayoga menunduk malu..

__ADS_1


"Saya minta maaf tuan Regar...saya fikir anda akan senang jika ditemani seorang wanita cantik malam ini.."ujar Prayoga..


"Ya saya maafkan...lain kali jangan lakukan ini pada keluarga saya baik pada papa saya atau saya..."ujar Regar..


"Baik saya pamit keluar dulu...terima kasih atas undangan dan pestanya.."ujar Regar lagi lalu dia menuju kepintu keluar..


Regar keluar dari acara Pesta.Saat berjalan menuju kamar hotelnya,Regar berpapasan dengan Brisia yang sudah mabuk berat,dia dibawa oleh seorang laki-laki yang sepertinya pria hidung belang.


Regar menghentikan pria yang menggendong Brisia tadi..


"Maaf mau dibawa kemana wanita ini..."ujar Regar..


"Dia wanitaku..kamu jangan ikut campur.."ujar lelaki tadi..


"Dia wanitamu...Dia ini temanku..tadi dia datang bersamaku..jadi tolong lepaskan dia.."ujar Regar mencoba merebut Brisia.Brisia yang membuka matanya tapi tetap dalam keadaan Mabuk pun berbicara..


"Hei Regar..sedang apa kamu disini.."ujar Brisia dalam keadaan mabuk.


"Kamu dengar dia mengenalku...jadi dia memang temanku.."ujar Regar..


"Halah..aku tidak percaya..minggir.."ujar Lelaki tadi sambil menyingkirkan tangan Regar..


"Berhenti atau aku laporkan kamu kepolisi karena telah meracuni temanku dengan A.....L.."ujar Regar yang mulai geram dengan sikap laki-laki tadi.


Laki-laki itu berpikir lagi sebelum memberikan Brisia padanya.


Kini Regar yang membawa Brisia..


"Brisia...Brisia...bangun.."ujar Regar sambil menggendong Brisia..


"Haaa.."ujar Brisia..


"Kamar kamu nomer berapa.."tanya Regar..


"Ha...nomer kamar...hahaha...kamu mau apain aku..."ujar Brisia dengan nglantur..

__ADS_1


"Kamu ini bicara apa...aku bertanya nomer kamar kamu..untuk mengantarmu ke kamarmu.."ujar Regar..


Regar serasa percuma berbicara dengan orang mabuk.Akhirnya Regar meletakkan Brisia disebuah kursi panjang yang ada diujung lorong hotel..Regar mencari nomer kamar Brisia lewat resepsionis depan.Setelah Regar mendapatkan nomer kamar Brisia..Regar menggendong Brisia lagi...


__ADS_2