
"Ok..kalau kamu mau aku lepasin cium dulu.."ujar Regar sambil mengerucutkan bibirnya..
Alice kaget dia mengernyitkan dahinya..
"Apaan sih kamu...jangan harap ya...
lepasin gar.."ujar Alice menolak permintaan Regar sambil berusaha lepas dari dekapan Regar..
"Kamu mau berusaha bagaimanapun buat lepas dari pelukanku g akan bisa...semakin kamu berusaha semakin erat pelukanku.."ujar Regar..
"Lebih baik kamu turuti saja permintaan suamimu ini..ok.."ujar Regar lagi..
Alice terdiam.."benar juga kata Regar...semakin aku berusaha lepas darinya..semakin erat pelukannya.."Ujar Alice dalam hati..
"Regar Lepasin...aku g bisa napas..."ujar Alice dengan suara sesak..
Regar tidak peduli..dia masih terus memeluk Alice...
"Regar aku benar-benar tidak bisa napas.."ujar Alice dengan napas yang ditahan...
Regar melihat Alice...sepertinya Alice benar-benar sesak..Regar melepaskan pelukannya...
"Alice...kamu g apa-apa kan..."ujar Regar khawatir..Alice memegang dadanya..
Alice bangun dari tidurnya..Regar juga terbangun..
"Aku minta maaf..."ujar Regar merasa bersalah..
melihat Regar yang memelas,Alice ingin tertawa,dia berdiri lalu pergi kekamar mandi..tanpa kata-kata sambil menahan senyum..Alice masuk kekamar mandi lalu menutupnya dengan segera...
Alice tertawa tapi ditahan agar tidak terdengar oleh Regar...
__ADS_1
"Emang enak aku kerjain...siapa suruh seenaknya saja...tapi..kasihan juga..."Alice berbicara sendiri..
Setelah beberapa saat,akhirnya Alice keluar dari kamar mandi.Alice melihat Regar yang sedang bermain dengan handphonennya..
Regar tidak menyadari kalau Alice sudah berganti baju dan sudah berias..
"Kamu g mau kekamar mandi..."tanya Alice pada Regar yang masih fokus dengan gawainya..
"Kamu sudah selesai.."ujar Regar sambil meletakkan gawainya..
"Sudah dari tadi..."
"bagaimana dada kamu...sudah g sesak.."tanya Regar khawatir pada Alice..
Alice berjalan mundur dengan perlahan mendekati pintu..
"Gar...aku boleh jujur g.."ujar Alice..
"Hhhmm....sebenarnya tadi aku tidak sesak..aku cuma ngerjain kamu..."ujar Alice nahan ketawa..
"APA...kamu cuma pura-pura.."
"Iya...."
"Awas kamu ya lice...aku sudah merasa bersalah dan khawatir..kamu cuma pura-pura"ujar Regar turun dari ranjang hendak menghampiri Alice.Alice buru-buru buka pintu lalu keluar...
"Tunggu lice....awas kamu ya..."ujar regar sedikit kesal karena dikerjai oleh Alice..
Alice berlari menuju dapur.
Regar membuka pintu kamar sambil menggerutu..saat membuka pintu,mamanya sedang lewat didepannya..
__ADS_1
"Kamu kenapa Regar...kenapa kamu teriak-teriak.."tanya Elena yang mendengar dari luar suara Regar..
"Itu ma Alice...dia ngerjain aku pagi-pagi..."
"Ngerjain kamu....ngerjain apa..."ujar Elena sambil tersenyum..
"Ya ma...dia tadi katanya sesak napas tapi cuma pura-pura...aku jadi khawatir..."
"Kenapa Alice berpura-pura sesak napas...apa yang kamu lakukan..."
"Itu tadi pas bangun tidur aku minta di untuk menci.._"Regar tidak meneruskan kata-katanya...dia hampir saja bikin malu diri sendiri...
"Menci..menci apa gar..."ujar Elena penasaran..
"Mmm...g kok ma...g ada apa-apa....ya sudah Regar mandi dulu ma..."Regar menutup pintunya segera..
Elena hanya tersenyum.."Dasar anak muda.."ujar Elena sambil berlalu menuju ke dapur..
"Lice...barang-barang kamu sudah dibereskan semua..."ujar Elena saat mengetahui Alice sudah berada didapur..
"Sudah ma..punya Regar juga sudah selesai.."
"Oooo...ya sudah...Oh ya..katanya Regar kamu sesak napas tadi..sekarang bagaimana apa sudah minum obat.."tanya Elena..
"Sesak napas...siapa yang sesak napas ma..."ujar Alice sekenanya,dan dia baru ingat kalau tadi dia pura-pura sesak napas untuk menghindari Regar..
"Tadi kata Regar.."ujar Elena..
"Mm...ya ma tadi...tapi sekarang sudah baikan.."
"Ya sudah kalau begitu..."
__ADS_1
Alice dan Elena mempersiapkan sarapan pagi..mereka hanya mempersiapkan susu dan Roti selai..