
Regar kembali keruangannya...
"Lice sepertinya Adrian suka sama kamu..."ujar Regar sambil duduk dikursinya..
"Suka sama aku...kamu tau dari mana.."
"Ya dari tatapan matanya saja sudah ketahuan kalau dia suka sama kamu.."ujar Regar..
"Sok tau kamu...oh..ya kamu sepertinya akrab sama Adrian...manggilnya saja hanya pakai nama.."ujar Alice..
"G akrab juga...soalnya waktu kita meeting dicafe waktu itu..dia menyuruhku untuk memanggilnya dengan sebutan nama saja,soalnya kita kan umurnya g beda jauh katanya...jadi biar lebih akrab juga..."
"Oohh..gitu.."
"Terus juga waktu itu dia memintaku untuk membantunya Pdkt sama kamu...terus dia juga minta nomer kamu.."ujar Regar..
"Oooww...jadi yang ngasih nomer handphone aku sama dia itu kamu..."
"Haaa..ngasih nomer handphone...aku g ngasih nomer kamu..."ujar Regar
"Itu tadi kamu bilang..kalau dia minta nomer aku sama kamu.."ujar Alice sedikit emosi..
"Ya..dia memang minta nomer kamu tapi g aku kasih..soalnya aku tau kamu....kamu pasti marah-marah kalau tau nomer kamu disebar luaskan.."ujar Regar..
"Terus dia tau nomer aku dari mana.."ujar Alice..
Regar mengedikkan bahu..
Regar dan Alice melanjutkan pekerjaan mereka..
Hari sudah semakin sore jam kantor pun akan segera berakhir..semua karyawan bersiap untuk pulang..Saat Regar melewati meja Dina..Dina menghentikan langkah Regar...dan Alice melihatnya dari dalam ruangannya..
"Gar....aku ikut sama kamu ya..."ujar Dina..
"Ha...ikut sama aku..mau kemana.."ujar Regar..
"maksud aku..aku nebeng sama kamu...boleh ya.."Ujar Dina sambil memegang tangan Regar..
Regar melihat tangannya yang dipegang Dina..Regar melepas pegangannya..
__ADS_1
"Ya sudah...lagian kita juga satu arah..."
"Satu arah...memangnya kamu tinggal dimana...selama kita kerja bareng aku g pernah tau rumah kamu...kapan-kapan aku boleh dong main kerumah kamu..."ujar Dina..
"Aku g punya rumah..aku ngekos dan kost-kosan aku dilarang bawa cewek kesana.."ujar Regar beralasan..
"Oh..gitu..."Dina mengangguk kecil..
"Ya sudah ayo..kita pulang.."
Regar dan Dina berjalan menuju parkiran kantor.Regar memakai helm begitu juga dengan Dina..
Alice melihat Regar dan Dina yang berboncengan keluar dari gerbang kantor..
Alice sedikit cemberut dia menggerutu sendiri didalam mobil..
Alice telah sampai lebih dulu dirumah..
"Selamat malam bik...masak apa untuk makan malamnya bik.."sapa Alice pada salah satu asissten yang ada didapur..
"Ini non...bibik masak sop ikan kakap...sama ayam rica-rica..."ujar pelayan Alice..
"Ya non..."
Tak lama Regar juga sudah datang..
"Hai bik..masak apa.."tanya Regar dengan senyum ramah..
"Ini tuan..bibik masak sop ikan sama Ayam rica-rica.."ujar pelayan..
"Waahh..mantap...ya sudah saya mandi dulu ya bik.."ujar Regar..
"Ya tuan.."
"Kita beruntung ya punya majikan yang ramah dan saling menyayangi.."ujar salah satu pelayan..
"Ya kita beruntung.."ujar pelayan yang lain.
Regar memasuki kamar dan dia melihat Alice yang sudah mandi dan masih memakai kimono dengan rambut yang masih digulung dengan handuk..
__ADS_1
Alice melirik Regar dari balik kaca..
"Baru pulang.."tanya Alice sedikit ketus..
"Ya.."jawab Regar singkat..
"Perasaan tadi waktu dikantor kamu duluan yang keluar dari kantor....kenapa aku dulu yang nyampek dulu dirumah.."ujar Alice..
"Oh..itu tadi Dina minta dianterin,soalnya g bawa motor.."ujar Regar sambil berjalan menuju ke Alice..
"Kan banyak teman-teman yang lain...kenapa selalu minta dianter sama kamu terus.."ujar Alice ketus..
Regar menghampiri Alice..tiba-tiba dia memeluk Alice dari belakang..
"Kamu cemburu ya..."ujar Regar sambil memeluk Alice dari belakang,Alice mencoba melepas pelukan Regar..
"Siapa yang cemburu...aku tidak cemburu.."
"Kalau tidak cemburu kenapa kamu ketus sekali kalau membahas soal Dina..."ujar Regar..
"Ya...aku...aku..."Alice masih mencoba mencari alasan..
"Aku..aku..aku apa sayang.."ujar Regar mulai memanja..
"Lepasin Regar...kamu berkeringat..bau lengket.."ujar Alice mencoba melepaskan pelukan Regar..
"Oh..masa...kayaknya g deh.."Regar menggoda Alice..
"Kayaknya wangi...g bau.. g lengket.."ujar Regar sambil mencium badannya sendiri sedangkan tangannya masih enggan melepas badan Alice..
"Regaaar...lepasin g.."Alice mulai kesal..
Regar mencium rambut Alice yang mulai acak-acakan karena ulah Regar..
"Oh...ternyata istriku yang sudah wangi..."ujar Regar...
"Regaar lepasin...cepat mandi terus kita makan malam..aku sudah lapar"Alice merayu Regar..
"Ok...aku lepasin.."Akhirnya Regar melepas pelukannya..dia menuju kekamar mandi..
__ADS_1
Alice bernapas lega..