
"Hei...aku akan mengantarmu kekamar,jadi dimana kuncinya.."tanya Regar sambil nenggendong Brisia dengan susah payah..
"Kunci...kamu mau ngapain tuan..."ujar Brisia dengan mata yang sudah tidak kuat untuk membukanya.
"Aku g bakalan ngapain-ngapain kamu..aku hanya ingin mengantarmu agar kau bisa beristirahat.Dimana kunci kamarmu."tanya Regar sekali lagi.
"oh...kalau mau ngapa-ngapain juga g apa apa kok tuan..aku sudah biasa..aku sudah biasa agar aku dapatkan uang..hehehe.."ujar Brisia..
Regar yang mendengarnya menjadi iba pada Brisia.
"Dimana kau letakkan kuncimu.."tanya Regar sekali lagi.
Brisia merogoh tas jinjingnya dan mengeluarkan kunci kamarnya.Regar mengambil kunci dari tangan Brisia dan membuka pintunya.
Regar membawa Brisia kekasurnya dan membaringkan wanita yang kini seperti sudah terlelap tidurnya.Regar membukakan hak tinggi milik Brisia dan menyelimutinya.Regar menatap wajah Brisia ditengah lampu yang temaram..
"Kamu bisa jadi lebih baik...tidak perlu bekerja seperti ini..."ujar Regar.
Regar meninggalkan sepucuk surat dan beberapa uang lembaran.
Regar meninggalkan Brisia yang sudah terlelap dikamarnya.
Regar kembali kekamarnya sendiri.Regar membaringkan tubuhnya dikasur.
"Huuuchh...bisa ya papa punya teman hidung belang seperti prayoga..."ujar Regar setelah mengingat kejadian dipesta tadi.
__ADS_1
"Eh..tapi kenapa aku tiba-tiba emosi cuma gara-gara prayoga mengirim seorang wanita penghibur...kenapa aku langsung teringat pada Alice...apa aku mulai merindukannya.Apa aku takut kalau sampai menyakiti hati Alice.."Ujar Regar sambil merenungi kata-katanya tadi.
"Apa aku sudah mulai mencintai Alice.apa aku mulai takut kalau Alice sampai marah padaku..."ujar Regar sambil tersenyum...
"Aku...jatuh cinta pada bosku sendiri....aku jatuh cinta pada si ratu singa dikantor..."Regar tertawa sambil merebahkan tubuhnya dikasur.Regar menutup matanya membayangkan wajah Alice.
"Lebih baik aku besok langsung pulang saja...aku ingin segera bertemu dengan istri tercintaku...yah..istri crabyku..."Regar bersemangat untuk hari esok.
***
Pagi pun menjelang..Regar sudah terbangun dari tadi pagi.Dia bersiap untuk pulang hari ini.Regar sudah merapikan baju-bajunya didalam koper.
"Yes...semua sudah siap..tinggal aku pesan tiket untuk ke Jakarta..."Regar memesan tiket via online.
"yah...jadwalnya tinggal yang jam 2..tapi g apa apa deh yang penting hari ini aku pulang.."
"Lebih baik aku nunggu penerbangan di cafe dekat bandara saja..."ujar Regar.
Regar memesan taksi.Sebuah taksi telah datang menghampiri Regar dilobi hotel,Regar masuk kedalam taksi dan koper Regar sudah dimasukkan kebagasi mobil oleh supir taksi.
Taksi pun berangkat.Regar menikmati perjalanan sambil terus tersenyum.
***
Brisia bangun dari tidurnya.Dia bangun dan duduk sambil bersandar.Brisia memegang kepalanya..
__ADS_1
"Kepalaku pusing sekali."Brisia menoleh kekanan dan kekiri.
"Siapa yang membawaku kesini.."Brisia masih merasa pusing..saat dia ingin mengambil ponselnya,tidak sengaja tangannya memegang sepucuk surat,ya..itu surat yang tulis Regar untuknya.
Brisia membuka surat tadi dan dia mulai membacanya..
Dear Brisia.
Brisia..aku yakin kamu wanita yang baik-baik..
tidak sepantasnya kamu bekerja seperti itu.
Aku tidak tau apakah karena tuntutan ekonomi atau ada masalah yang lain yang menyebabkan kamu harus bekerja seperti ini.
Tapi aku hanya bisa berharap kamu bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik...
Aku ingin membantumu..aku beri kamu sedikit uang untuk kamu mencari tempat tinggal yang layak dan aku meninggalkan sebuah kartu nama.kalau kamu sempat..datanglah ke alamat yang ada dikartu nama tersebut.disana kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik...
Maaf saya hanya bisa sedikit membantumu..
Kalau ada kesempatan untuk kita bertemu kembali,saya harap kamu sudah jadi lebih baik dari sekarang
Regar...
Isi surat berakhir.Brisia menitikkan air mata..dia melihat kartu nama yang diberi oleh Regar..Disana tertulis pt.KUSUMA GROUP.
__ADS_1
"Ternyata masih ada orang yang baik...yang masih memperdulikan hidup orang lain..Terima kasih Regar...aku harap kita bisa bertemu kembali..agar aku bisa mengucapkan rasa terima kasihku padamu."ujar Brisia.Brisia tidak mengetahui kalau kartu nama itu milik papa Regar.Dan Regar juga sudah menelfon papanya, jika Brisia datang untuk melamar pekerjaan agar menerima dan memberinya pekerjaan.