
Orang tua Regar sudah sampai dibandara...dan seorang supir yang dikirim oleh Regar sudah siap dengan papan sebuah nama..
Billy langsung menghampiri sopir yang membawa papan namanya..
"Pak Billy ya..."ujar Sang sopir..
"Ya..."ujar Billy
"Saya Dodi..saya supir yang disuruh tuan Regar untuk menjemput anda.."ujar si supir yang bernama Dodi..
"Oh..ya.."ujar Billy..
ponsel Billy berdering..ternyata Telfon dari Regar..
"Halo pa..."ujar Regar setelah telfonnya diangkat oleh Billy
"Halo..."jawab Billy
"Pa...papa sama mama sudah sampai...tadi Regar kirim Supir untuk menjemput papa...apa sudah ketemu.."ujar Regar
"Ya..ini papa lagi sama supir..."
"Oh ya sudah kalau gitu...papa hati-hati dijalan ya..."ujar Regar sebelum menutup telfonnya.
Pak supir membawa koper orang tua Regar..untuk dimasukkan kebagasi mobil.Lalu membukakan pintu untuk Billy dan Elena..
"Silahkan.."ujar si supir
"Terima kasih ya pak.."ujar Elena Ramah..
Billy dan Elena menikmati perjalanan menuju kerumah Regar dan Alice.Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga dirumah Regar..
Regar dan Alice sudah berdiri didepan pintu untuk menyambut orang tua mereka.
"Selamat datang ma..pa.."ujar Alice sambil mencium tangan kedua mertuanya.Elena memeluk Alice..
"Bagaimana kabar kalian..."ujar Elena..
"Kami baik ma.."
__ADS_1
"Ayo masuk ma..pa.."ujar Regar..
Orang tua Regar beserta semua masuk kedalam rumah Regar dan mereka langsung menuju keruang tamu.Semua orang sudah duduk ditempat masing-masing,mereka semua berbincang-bincang,berbasa-basi tentang keadaan dan pekerjaan mereka.
"Regar ada apa kau memanggil kami kesini..papa lihat kalian baik-baik saja.."ujar Billy..Elena memegang tangan Alice yang duduk berjajar.
"Gak ada apa kok pa...kita tunggu kakek Jimmy dulu ya..."ujar Regar..
"Oohh..kamu juga memanggil tuan Jimmy juga.. "ujar Billy sambil mengangguk-ngangguk..
"Lebih baik mama sama papa istirahat dulu kalian pasti capek setelah perjalanan jauh...mungkin kakek nanti sore baru sampai biasanya kakek gak langsung kemari,kakek masih pulang kerumah dulu...."ujar Alice..
Elena hanya tersenyum dengan perhatian Alice pada mereka.
Billy dan Elena menyetujui saran Alice,mereka pergi kekamar tamu untuk istirahat.
"Kamu juga istirahat jangan terlalu capek.."ujar Regar pada Alice setelah Billy dan Elena pergi dari ruang tamu..
"Aku masih mau masak untuk makan siang nanti.."ujar Alice
"Kamu lupa...kalau kamu gak bisa mencium bau masakan didapur...."ujar Regar..Alice tersenyum karena baru ingat kalau dirinya sedang hamil muda dan gak bisa mencium masakannya bibik didapur..
"Terus nanti kalau pas makan...terus aku mula gimana...katanya kita harus menyembunyikan kabar kehamilanku dulu.."ujar Alice
Alice mengangguk..
Matahari sore sudah mulai tenggelam tapi kakek Jimmy masih belum datang..Alice cemas karena kakek belum bisa dihubungi..
Sekitar jam 7 malam waktu makan malam..bel pintu rumah Regar berbunyi,asisten disana membukakan pintu.Ternyata kakel Jimmy yang datang.Semua saling berpelukan,terutama Alice yang paling lama memeluk kakeknya.Karena Alice juga sedang merindukan kakeknya.
"Kakek...kenapa baru sampai..."ujar Alice manja..
"Ya maaf...tadi pesawat kakek diundur jam terbangnya jadi kakek masih tertahan disana..."ujar Kakek Jimmy
"Terus kenapa ponsel kakek g bisa dihubungi"ujar Regar..
"Ya..ponsel kakek kehabisan baterai..."ujar Kakek
"Ya sudah kita makan malam bersama yah..."ujar Billy..
__ADS_1
Semua orang makan malam dengan santai sambil berbincang sedikit.
Selesai makan malam...Regar dan Alice menggiring orang tua dan kakeknya untuk berkumpul di ruang keluarga..Bily dan kakek jimmy bercerita tentang perjalanan mereka menuju ke Jakarta..
Regar berdehem..
"Pah..mah..dan juga kakek...Regar ingin memberitahu..kalau mulai sekarang...Alice sudah tidak bekerja lagi...dan Regar sudah siap untuk meneruskan usaha papa...bagaimana menurut kaluan..."ujar Rega..
"Benar lice...kamu sudah ingin berhenti memegang perusahaan kakek..."ujar Jimmy
"Ya kek...Alice ingin fokus ke rumah tangga Alice dan Regar..."ujar Alice..
"Ya sudah kalau itu keputusan kamu..biar nanti kakek suruh joko untuk menghendel perusahaan kamu.."ujar Jimmy lagi..dan Alice mengangguk.
"pah. Regar akan mengelola perusahaan papa yang disini saja..biar Regar dan Alice gak usah pindah-pindah rumah lagi..."ujar Regar..
"Baik..mulai kapan kamu akan siap bekerja.."ujar Billy..
"Aku rasa mulai minggu depan..karena Regar ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk perpisahan dan bergabungnya Regar diperusahaan papa...Regar ingin papa mengundang beberapa teman papa..biar Regar bisa sedikit mengenal mereka...."ujar Regar..
Setelah mendapatkan izin dari semua,Regar mulai menyusun untuk acara pesta.Regar mengundang semua karyawan Alice dan semua karyawan dari perusahaan yang akan dikelolanya.
***
Hari untuk acara pesta pun tiba...Semua para tamu undangan mulai berdatangan Regar beserta keluarga menyambut para tamu..
Beberapa saat Alice meminta izin untuk ketoilet.Dan Regar mengangguk.
Setelah dari toilet Alice melihat dari kejauhan Regar sedang memeluk seorang wanita.Wajah Alice memerah seperti ingin menerkam sesuatu.Alice berjalan cepat menuju ke suaminya itu..
"Ehem..ehem..."Alice berdehem disebelah Regar sambil menyilangkan tangan didadanya.
"Oh..perkenalkan ini istri saya...lice ini Brisia dia...karyawan papa.."ujar Regar..
Mereka berjabat tangan.
"Kamu sangat beruntung..mempunyai suami seperti Regar..."ujar Brisia seperti sudah akrab dengan Regar dengan hanya menyebut namanya tanpa ada kata tuan disana.
"Ya terima kasih"ujar Alice kesal
__ADS_1
"Kalau bukan karena Regar..mungkin saya..."Brisia menghentikan kata-katanya..
"Sudahlah Brisia..kamu jangan ingat-ingat tentang pekerjaanmu yang lama.."ujar Regar sambil memegang pundak Brisia dan itu membuat Alice semakin kesal,tanpa sengaja Alice menarik tangan Regar..