Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa
Modus Maya


__ADS_3

"Ini rumah siapa May?" Cynta dengan memandangi rumah di depannya saat Maya menghentikan motor di depan garasi rumah tersebut. Maya dapat langsung melewati pintu pagar besi yang telah terbuka tanpa harus bersusah susah turun dari motor.


Untuk kesekian kalinya Cynta tetap saja terpengaruh akan bujuk rayu syaiton yang berjenis kelamin perempuan bernama Maya.


Maya membujuk Cynta dengan memberi alasan bahwa laptopnya ngadat. Dan itu harus segera diperbaiki karena untuk penunjang kuliahnya. Maya membujuk agar Cynta mengantarnya karena tempat untuk memperbaiki laptopnya lumayan jauh.


Dan akhirnya telah sampailah keduanya di depan rumah yang cukup jauh dari kos mereka. Rumah satu lantai yang sepertinya sangat luas itu tidak bisa disebut sebagai rumah kos.


Mungkin itu adalah rumah saudara Maya atau mungkin juga sebuah rumah kontrakan teman Maya. Hanya dua itu tebak hati Cynta saat ini. Karena Maya tidak menyebutkan kemana mereka akan pergi. Dan Cynta pun tidak bertanya lebih lanjut.


"Ini kontrakan temen gue." Maya melepas helm yang membelit kepalanya lalu menempatkan pada kaca spion motor. Tak lupa mengunci motor dan melepas anak kuncinya. Kemudian memasukkan anak kunci ke kantong celana jinsnya.


"Lo udah kunci lehernya May?" Cynta mengingatkan. Maklum di kota besar seperti ini, harus hati hati agar tidak menjadi korban pencurian motor. Lengah sedetik saja motor langsung amblas digondol para penjahat yang selalu tumbuh bak jamur di musim penghujan.


"Udah. Tenang aja. Liat nih." Maya menggerakkan kemudi motor. Dan dapat dilihat bahwa kemudi itu tidak dapat bergerak.


"Baiklah. Gue nggak tau nasib gue nanti kalau si pingkuk itu nanti ilang. Alhasil gue bisa gempor ke kampus jalan kaki." Cynta dengan kekehan.


Saat ini motor yang mereka kendarai adalah motor bebek scoopy berwarna pink milik Cynta. Dan pingkuk adalah sebutan Cynta pada motor maticnya yang sudah tidak terlihat baru tersebut.


"Tenang aja Cyn, di sini aman kok. Noh depan ada satpam komplek." Maya merangkul bahu Cynta seraya menunjuk pos satpam yang tak jauh dari rumah tempat mereka berdiri saat ini.


"Tapi kan kita harus tetep hati hati May."


"Iya deh iya. Masuk yuk." Maya menggandeng tangan kanan Cynta dan menariknya agar mengikuti langkah kakinya.


"Temen kampus lo May?" tanya Cynta lagi.


"Bukan."


"Terus?" Cynta penasaran.


"Temen kampung gue."


"Jangan bilang...." dalam hati Cynta berdoa semoga tebakannya salah.

__ADS_1


Namun ternyata apa yang diharapkan oleh Cynta tidak terkabul.


"Yang lo pikirin benar. Ini kontrakan Gama and the geng." Maya dengan tersenyum lebar tanpa rasa bersalah saat mengatakannya.


"Ngapain lo ngajakin gue ke sini sih?" Cynta menghentikan langkah kakinya dan menahan tangan Maya kuat.


Entah mengapa Cynta tidak suka jika dirinya harus bertemu dengan teman kampung Maya. Bukan, bukan teman kampung Maya namun lebih tepatnya Cynta tidak suka jika harus bertemu dengan Gama. Ya Gama, cowok dingin yang sombong, angkuh dan sok kegantengan menurutnya.


"Kenapa emangnya? Lo nggak suka?"


"Iya. Gue males ketemu mereka. Apalagi si sombong itu." Cynta bahkan tidak mau menyebutkan nama Gama dengan bibirnya.


"Lo kenapa sih. Sensi amat sama Gama. Lagian gue ke sini mau ketemu sama Andri kok."


"Tetep aja. Cowok nyebelin itu pasti ada juga. Gue enek liatnya, bikin nafsu makan gue ilang." Cynta memberi alasan dengan asal.


Maya terkekeh.


"Berdoa aja lo nggak ketemu sama dia Cyn..." Maya menenangkan meski kemungkinan itu sangat kecil. Dan lagi, sejatinya alasan Maya datang ke kontrakan tersebut adalah untuk melihat wajah tampan Gama yang telah lama bersemayam di hatinya.


Cynta mendesah kesal.


"Ah, semoga aja dia lagi nggak ada."


"Semoga doa lo terkabul Cyn." Ucap Maya meski itu berkebalikan dengan harapan di hatinya.


"Kabulkan doa pendosa ini ya Allah." Cynta dengan membuka tangan seraya melangkahkan kakinya mendekat pada pintu utama rumah tersebut.


Maya hanya tersenyum simpul. Dalam hatinya justru berharap doa sahabatnya tidak terkabul.


Tok... tok... tok...


"Andri!" seru Maya dengan tangan yang tak berhenti mengetuk pintu.


"Ya... bentar..." terdengar sahutan dari dalam rumah, membuat Maya menghentikan ketokan pada pintu utama yang terbuat dari kayu tersebut.

__ADS_1


Ceklek... Klek...


"Eh Maya... Masuk May... loh Cynta... Masuk... masuk..."


Andri membuk pintu lebar dengan wajah bantalnya.


"Lo baru bangun Ndri?" Maya dengan mengikuti langkah kaki Andri.


Sebenarnya Maya baru pertama kali ini datang ke tempat kontrakan Andri and the geng. Sebelumnya mereka hanya ketemu di luar. Di kafe atau restoran dan sesekali di mall.


"Enggak."


"Muka lo nggak bisa bohong." tuduh Maya dengan berjalan mengikuti Andri dari belakang. Cynta pun mau tak mau mengekori keduanya setelah menutup pintu utama.


"Gue udah bangun tadi pagi. Cuma habis makan tadi nonton tipi sambil tiduran May. Sesekali menutup mata, itu kan anugerah May. Ya gue nikmati." Andri membela diri.


"Halah... dasar cowok. Alesan lo." Maya dengan kekehan.


"Masuk gih." Andri dengan mempersilahkan di depan sebuah pintu kamar yang telah terbuka.


Setelah kedua gadia itu masuk, Andri pun memasuki kamar dan sedikit merapikan bantal guling yang tergeletak begitu saja di lantai kamar.


"Sorry berantakan." Andri kemudian.


"Kamarnya luas banget yah." Cynta dengan memindai sekeliling, terpukau.


Bagaimana Cynta tidak terpukau. Kamar itu berukuran kurang lebih 4X5 meter dengan warna dinding navy dan di dominasi perabotan berwarna biru yang lebih terang. Untuk ukuran kamar cowok, kamar itu termasuk kategori rapi dan bersih. Tidak seperti kamar kos cowok pada umumnya yang terkenal berantakan.


"Ini kan kontrakan jadi nggak seperti kamar kos yang cuma sepetak. Duduk." Andri mempersilahkan Maya dan Cynta.


"Di bawah nggak papa kan?" Andri dengan memunguti kaset cd yang berantakan di atas karpet yang telah digelar di samping kasur yang tidak memakai dipan.


Bahkan kasur sang pemilik kamar berukuran king size. Auto bisa ngajakin teman nginep satu erte.


"Ndri lo habis pesta bok3p?" Maya dengan menunjukkan cd film dewasa di tangannya.

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2