
"Elo bawa motor Gam?"
Cynta dengan raut wajah mengerut saat melihat Gama telah duduk di atas sebuah motorsport besar berwarna hitam.
"Bukane gue tadi udah bilang kalau gue mau ambil motor dulu?!" Gama mengingatkan.
"Iyakah... kok gue nggak ingat ya..." Cynta dengan mengingat namun sepertinya dirinya tidak terlalu mendengar saat Gama pamit kepadanya.
"Ck... dasar ceroboh lemot lo." Gama selalu saja mengeluarkan kata ejekan pada Cynta. Entah apa sebab mulutnya itu terasa gatal jika tidak mengejek gadis yang tengah menenteng tas belanja dan juga mendekap dua boneka di tangan kirinya tersebut.
"Gue nggak lemot. Cuma mungkin lagi gak fokus aja kuping gue pas lo pamit ke gue tadi." dumel Cynta cemberut.
Melihat wajah Cynta yang makin cemberut menggemaskan membuat Gama makin gatal untuk tak menggoda gadis itu.
"Udah cepetan naik. Udah ceroboh, lemot, lelet lagi." Gama merasa tak puas jika tidak membuat Cynta kesal.
"Bisa nggak sih lo nggak ngejekin gue Gam..."
"Nggak bisa. Cepetan naek." Gama dengan menunjukkan raut wajah datar dan terkesan tidak peduli dengan raut wajah Cynta yang makin tertekuk kesal.
"Ogah. Gue mau pulang sendiri aja." tolak Cynta dengan memberikan paper bag milik Gama.
"Nggak bisa! Elo harus pulang sama gue." Gama menahan tangan kanan Cynta yang terjulur menyerahkan paper bag padanya.
"Kok lo maksa sih Gam. Elo kan cuma naek motor." Ucapan terakhir Cynta seakan meremehkan tunggangan Gama.
Gama pun nampak tak suka akan hal itu, dia cukup tersinggung saat mendengar ucapan Cynta yang terkesan meremehkan motornya. Padahal motor yang tengah dipakainya saat ini adalah sebuah motorsport besar dengan harga yang tak kalah fantastis dibandingkan dengan mobil yang biasa ia pakai. Bahkan kaum hawa berparas bak model sekalipun tidak akan akan berfikir dua kali untuk naik ke boncengannya.
"Kenapa emangnya kalau naik motor? Elo nggak mau? Gengsi?" Gama menaikkan intonasi nada bicaranya seraya berfikir negatif akan penolakan Cynta.
Ucapan nethink Gama membuat Cynta berdecak.
"Bukannya gengsi, gue kan nggak bawa helm. Gimana nanti kalau ketemu sama polisi? Kena tilang kan lo..." Cynta memberikan alasan yang sebenarnya sembari mengarahkan pandangan pada satu helm milik Gama.
"Kalau soal ini tenang aja. Gue tau kok jalan tikus buat sampai ke kos lo dengan aman." Gama dengan mrngangkat helmnya, seraya merendahkan suara saat mengetahui alasan Cynta.
"Tetep aja gue nggak mau. Mendingan gue pulang sendiri aja."
"Kenapa lagi, lo nggak percaya sama gue?" Gama menahan pergelangan tangan Cynta yang tengah mengangsurkan paperbag miliknya.
"Bukan gitu Gam, gue..." Cynta bingung bagaimana cara mengungkapkan alasannya pada Gama. Cynta takut membuat cowok pemaksa itu tersinggung. Tapi Cynta juga nggak mungkin nyaman jika duduk di boncengan Gama selama perjalanan pulang nanti.
__ADS_1
"Mikir apa lagi sih?" Gama dengan menelisik wajah Cynta yang tengah memandanginya, bukan lebih tepatnya memandangi motorsport miliknya.
"Gue naik transjogja aja deh."
"Nggak usah ngarep, cepet naik." Gama menarik pergelangan tangan Cynta dengan kuat. Membuat Cynta terhuyung dan menubruk tubuh Gama.
"Naek. Pulang sama gue. Gue nggak tenang kalau lo pulang sendiri." Ucap Gama terdengar lembut dengan sorot mata lurus seakan menghujam manik hitamnya.
Posisi keduanya yang cukup dekat membuat keduanya saling menatap lekat.
Glek.
"Kenapa gue ngerasa Gama perhatian sama gue sih." Cynta dengan mematung.
Fyuhh...
Hembusan nafas hangat yang menerpa wajahnya, membuat Cynta tergagap.
"Malah ngelamun. Cepetan naek Ta."
"Eh... ah... em... motor lo tu tinggi banget Gam." Cynta sejujurnya tidak nyaman jika harus duduk diboncengan motor Gama.
"Pegang bahu gue buat tumpuan." Gama dengan meyorongkan bahunya.
"Apalagi sih?" Gama dengan berdecak.
"Em... itu..."
Gama pun mengikuti arah pandangan mata Cynta yang tak lepas dari boncengan motornya.
"Taruh boneka lo di sini. Gitu aja repot sih." Gama merebut boneka beruang dalam genggaman tangan Cynta dan meletakkan di belakang punggungnya.
Kok dia bisa tau sih... Cynta dengan kaget bercampur heran. Jangan jangan Gama bisa baca pikiran orang...
"Nggak usah takut itu lo nempel sama gue. Lagian kecil gitu, nggak bakalan kerasa sama gue." Gama dengan menyorot tubuh depan Cynta yang menonjol saat gadis tak kunjung menaiki boncengan motornya.
Plak...
Dengan kedua mata melotot Cynta mendaratkan telapak tangannya pada bahu Gama.
"Mesum banget sih jadi cowok." gerutu Cynta tak menyangka jika Gama bakal tahu alasannya enggan dibonceng olehnya.
__ADS_1
"Elo yang bikin otak gue jadi mesum. Buruan naek."
"Ck... pemaksa! Nyebelin!" Cynta pun akhirnya menuruti keinginan Gama.
"Tapi lo mau kan gue paksa." Gama dengan terkekeh.
"Tejepit situasi." Cynta asal.
"Udah buruan nungguin apalagi?" Kali ini Cynta yang terdengar tidak sabar karena Gama belum juga menjalankan motor sportnya setelah sekian detik Cynta telah berada di atas boncengan motor Gama.
"Tangan lo mana?" Gama dengan menoleh ke belakang.
"Ini ada dua." Tunjuk Cynta dengan mengambangkan kedua tangannya.
"Sini." Gama meraih kedua tangan Cynta lalu membuatnya melingkari tubuhnya. Membuat posisi Cynta seolah memeluk Gama dari belakang.
"Loh loh Gam... gak usah gini ngapa?" Cynta berusaha menarik kedua tangannya karena posisi itu membuatnya merasa tidak nyaman. Belum juga Cynta meloloskan kedua tangannya dari Gama, lelaki itu lebih dulu menahannya.
"Bantuin gue pegang belanjaan gue." Gama memberikan alasan kenapa dirinya membawa kedua tangan Cynta melingkari tubuhnya.
"Tarok belakang aja biar gue dekap bareng sama boneka." tawar Cynta.
"Nggak usah gini aja." Ntar duduk lo nggak nyaman." Gama menautkan kedua tangan Cynta pada paper bag yang ia letakkan di atas tangki motor besarnya.
"Tapi Gam..."
"Udah. Gini lebih aman." Kekeh Gama tak peduli jika posisi tersebut membuat Cynta tidak nyaman.
Cynta pun menurut meski posisi ini membuat irama jantungnya berdetak tidak stabil.
Motorsport Gama pun melesat membelah jalan raya dengan membawa Cynta dalam boncengannya.
Tanpa keduanya sadari ada pasang mata yang memandang penuh rasa curiga pada keduanya.
"Sejak kapan mereka berdua dekat...." gumamnya tanpa melepas pandangan dari motor sport berwarna hitam hingga menghilang dari pandangan matanya.
❤❤❤❤
Ck...ck...
Siapa tuh kira kira yang memergoki Gama sama Cynta boncengan bareng...
__ADS_1
Kira kira temen atau musuh yak... atau mungkin juga musuh dalam selimut kali yaaaa......😉😉😉😉😉