
Bella yang Melihat Jenni tertembak merasakan kekhawatirannya.
'Jenni Apakah kau tak apa apa??' Tanya Bella mulai panik dan kehilangan ketenangan
Jenni yang habis tertebak di bagian lengannya merasa sangat pusing dan berkunang kunang karena banyak darah yang keluar.
'Sial, aku tidak boleh membuat Bella Panik jika tidak kita berdua akan dalam bahaya yang sangat besar. Bagaimanaa ini kepala ku makin lama makin pusing' batin Jenni
'Jenni bertahanlahhh aku mohon' Kata Bella
Suara Bella terdengar bergetar seperti ingin menangis. Dan hal itu membuat Jenni entah bagaimana merasakan kehangatan dia tidak pernah mempunyai rekan atau teman yang tulus menyanyanginya.
Hal ini membuat Jenni seperti mendapatkan kembali kesadarannya dan menjadi kuat.
'Aku tidak Apa apa. Fokus Mona kita harus melempar Bom ini ke arah mereka. Kau meyetirlah dengan tenang dan aku akan melempar mereka Bom' Kata Jenni.
Bella yang mendengar itu pun mulai bisa fokus kembali ke jalanan.
'Bertahanlah Astrela dan Mona pasti akan membantu kita' Kata Bella.
Akhirnya Jenni mengeluarkan sedikit badannya dia menarik pematik bom tersebut dan melemparkan kepada musuh.
BOM....
Bom itu mengenai anak Buah jack. Mereka akhirnya bisa bernapas lega. Akhirnya sekitar 25 menit kemudian mereka bertemu dengan kawanan mereka.
Setelah Jenni melihat itu dia pun tersenyum kepada Bella dan berkata.
'Bella kita berhasil' kata Jenni dengan suara lemah dia pun menutup matanya
'YAAAA KITA SELAMAT WALAUPUN DENGAN BANYAK LUKA. KITA BERHASIL JEN KERJA..' Bella menghentikan ocehannya dia melihat ke samping dimana Jenni duduk.
Bella melihat Jenni sudah menutup mata dan darah yang keluar semakin banyak. Bella turun dan menyuruh semua di sana untuk membawa Jenni. Bella juga ke rumah sakit untuk memani Jenni.
Disisi lain Astrela dan Mona juga akhirnya merasa lega. Tetapi setelah mebgetahui bahwa Jenni masuk ke rumah sakit dan tak sadarkan diri membuat Mona dan Astrela langsung bergegas ke rumah sakit.
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit Mona dan Astrela langsung mencari Jenni dan Bella.
'Bella, bagaimana keadaan Jenni?' Tanya Astrela
'Dia sedang menjalankan operasi untuk mengamgkat peluru' kata Bella sedih
'Maafkan aku, karena aku Jenni menanggung ini semua. Aku bodoh karena membuat kami dikejar' tangis Bella
Astrela langsung memeluk Bella dan menenangkannya sedangkan Mona yang daritadi hanya mendegar pun akhirnya sadar bahwa Bella belum mengobati dirinya sendiri.
'Bel, kau harus mengobati dirimu terlebih dahulu. Jangan sia siakan pengorbanan Jenni' Kata Mona
'Aku akan menunggu Jenni, kau dan Bella pergilah ke suster untuk mengobati luka Bella' Kata Astrela.
Bella dan Mona pun pergi dari situ dan mencari suster untuk mengobati Bella. Astrela yang menunggu lumayan lama akhirnya melihat lampu hijau yang berarti operasi Jenni sudah selesai.
Astrela pun berlari ke arah dokter dan bertanya tentang keadaan Jenni.
'Dok bagaimana keadaan Jenni apakah sangat parah?' tanya Astrela
'untungnya pasien masih bisa bertahan dan bisa melewati masa kritisnya. Kita hanya perlu menunggu dia siuman saja' kata dokter
Akhirnya Astrela menunggu Jenni di ruang tunggu dekat dengan kar operasi. Karena Jenni masih belum siuman dan dokter serta suster masih memantau keadaannya.
Sekitar 4 jam Astrela menunggu akhirmya dokter keluar lagi dan mengabarkam bahwa Jenni sudah sadar dan keadaanya sudah stabil. Hari itu juga Jenni di pindahkan ke ruang inap.
Setelah Jenni sudah berada di ruangan inap. Jenni pun termenung karena tidak melihat Bella, Astrela dan Mona.
'haaa mungkin memang aku tidak memiliki teman yang tulus' batin Jenni
Tetapi Jenni kaget saat melihat Bella yang dipapah berjalan ke arahnyadan memeluk Jenni erat.
'Kau hampir membuatku mati ketakutan' Kata Bella
Hal ini membuat Jenni termenung dan mulai terisak. Dia juga membalas pelukan Bella walaupun tangannya sakit
__ADS_1
'Woi bodoh kau membuatnya sakit lepaskann dia sebelum dia harus masuk ke ruang operasi lagi' teriak Mona
Mendengar hal itu membuat Bella mendengus kesal atas tingkah Mona. Astrela mendekat ke arah Jenni. Dia melihat Jenni dalam dsri lubuk hatinya paling dalam dia sudah menggap Jenni teman dan sahabatnya karena membantu Bella.
'Jenni istirahatlah dengan baik aku tak mau kau seperti ini' kata Astrela masih sedikit kaku
'Baik, aku akan istirahat. Bisakah kau mengurangi masa hukumankuuuu' kata Jenni bercanda
Mona mendengsr itu langsung menjitak Jenni.
'weeeehhh kauuu jangan ngelunjakk yaaaa' Kata Mona sensi
Walaupun Mona berkata seperti itu dia sudah menganggap Jenni sebagai sahabatnya juga.
'Sakitttt bodoh' kata Jenni
'baik kau bebas dari hukumanmu Jenni. Terima kasih kau sudah membantu Bella' Kata Astrela
'Heiii, jangan membuangku. Aku hanya bercanda' Kata Jenni
'maunya apaaa bodoh' kata Mona
'aku masih ingin bersama kalian. Menjadi seperti ini sangat menyenangkan walaupun berbahaya. Melindungi teman dan memiliki seseoramg yang dapat diandalkan di percaya membuatku sukar untuk meninggalkan kalian' kata Jenni.
Mereka semua terdiam dengan perkataan Jenni tidak ada satupun yang menjawab pernyataan itu. Akhirnya Jenni melanjutkan
'Tapi jika aku tak dibutuhkan lagi dan hukumanku di cabut aku tak masalah. Terima kasih sudah menunjukkan arti teman dam sahabat padaku' kata Jenni pelan
Sejujurnya dia sudah mau hampir menangis karema dia mengira mereka tidak menerima dia lagi. Tetapi dia salah mereka semua memuk Jenni dengan erat. Dan berkata
'Kau bodoh kau sahabat kami. Astrela mencabut hukumanmu dan kau akan berdiri dengan kami mulai kau sembuh' kata Bella
'Benarkah?' tanya Jenni
'Ya benar, kau memiliki kami. Kami akan meli dungimu' kata Mona
__ADS_1
'ya mereka benar' kata Astrela
Mendengar itu Jenni menangis dan membalas pelukan mereka. Dia bertekad akan menjaga sahabat sahabatnya ini.