
Dikantor polisi sarah beteriak layaknya orang gila. Dia meronta ronta dan minta ingin di lepaskan oleh Jenni dam Astrela.
'Lepaskan aku. Dasar kalian berdua ****** kecil' kata Sarah.
'Pak, dia menjual anaknya sendiri kepada om om untuk mendapat hsrta kekayaan. Dia juga menjafikan anaknya ****** untuk anak buah mereka' adu Jenni
'Tidak jangan percaya pada anak kecil mereka tidak ada bukti' kata Sarah
'Pak kau harus percaya. Kami punya buktinya' kata Jenni ngotot
'jangan pak dia berbohong mana mungkin aku mengorbankam anak kandungku sendiri' kata Sarah
' halaahh kalo bukan kamu ibunya aku akan percaya. Tapi kalau kamu seharusnya kau malu saat mengatakan itu' kata Jenni
Astrela sendari tadi diam saja merasa pusing akibat tingkah Jenni dan sarah.
'Pak, ini buktinya. Kami mendapat rekamannya dan ini hasil medis anak itu. Kami juga membawa dia ke psikolog' kata Astrela
'Darimana kalian mendapat bukti itu? Kalian berbohong kan?' kata Sarah
'Tidak aku tidak mau. Itu pasti sudah di rekayasa. Benar itu rekayasa pak. Jangan percaya' kata Sarah.
Polisi yang sendari tadi melihat tingkah sarah merasa kesal. Dia pun memasukkan sarah ke penjara sembari akan mengintrogasi Sarah. Polisi sangat curiga dengan Sarah.
__ADS_1
Setelah sarah di penjara dan dijebloskan di penjara untuk sementara waktu. Astrela dan Jenni pun pergi dari situ.
'Ayo kita pergi lihat Yasmin' kata Jenni
'hm' jawab Astrela singkat
Mereka pun pergi dan melihat Yasmin. Sesampainya di rumah Astrela. Mereka masih belum menemukan Yasmin,Bella dan Mona. Mereka menubggu di ruang tamu. akhirnya yang mereka tunggu datang.
'Bagaimana?' tanya Astrela pada Bella
'kita bicarakan nanti' kata Bella
'Yasmin aku antar ke kamar' kata Mona
Setelah Mona mengantar Yasmin ke kamarnya. Bella pun menjelaskan pada Astrela tentang kondisi Yasmin. Setelah menjelaskan panjang lebar diagnosis psikolog dan penangannya mereka pun terdiam.
'Kami sangat terkejut mengetahui bahwa kandungannya berusia 8 bulan' kata Bella
'Kata dokter bayinya seperti mengetahui bahwa akan ada penolakkan jadi dia bersembunyi agar keberadaannya tidak di ketahui' kata Bella sedih
'itu sangat menyakitkan, lalu apa kandungan sehat?' tanya Jenni
'untungnya kandungannya sangat sehat. Ini mujizat' kata Bella
__ADS_1
'lebih baik kata dokter kita harus mengawasi Yasmin. Dia seperti orang yang terpukul dan depresi karena mengetahui dia hamil. Dia jijik dengan tubuhnya' kata Bella lagi
Astrela dari tadi hanya diam saja. Dia merasa sangat terkejut. Dia sedih dengan apa yang dialami oleh Yasmin.
'Ashhh... Apakah kau baik baik saja?' tanya Jenni hati hati
'Tidak Jenni aku tidak baik' kata Astrela
'Ayahmu sangat kejam Ash, kita harus mengurusnya setelah masalah Jack berakhir' kata Bella penuh amarah
'Kau benar Bella dia tidak layak mendapat kebahagian dan hartanya sekarang' kata Astrela.
Mereka pun kembali ke kamar masing masing. Tapi Astrela berjalan ke arah kamar Yasmin.
'Yasmin apa aku boleh masuk?' tanya Astrela
karena tidak ada jawaban dari Yasmin Astrela langsung saja menerobos masuk ke kamar Yasmin.
'Yasminnnnnn... . Dasar bodohhh. jangan membuat aku takut' kata Astrela saat melihat Yasmin tertidur di lantai.
Kamar ini sangat gelap sekali Astrela langsung menyalakan lampu dan dia terkejut Yasmin memotong urat nadi tangannya.
'BELLA, MONA, JENNI CEPAT KITA HARUS MENYELAMATKAN YASMIN' Teriak Astrela
__ADS_1
Merekapun bergegas ke rumah sakit.
...~tbc~...