
Setelah sekian lama Astrela menunggu kepulangan Alex dan kabar darinya. Dia tidak kunjung mendapat itu semua. Astrela merasakan kesepian dan kehilangan.
Dia pun pergi bersama teman temannya ke sebuah club malam disana mereka bersenang senang untuk melupakan segala masalah yang terjadi.
'Ash, aku pergi sebentar dulu. Aku mau bertemu Arkan' kata Mona
'Heiiii..... setelah kau kembali kau harus memceritakan kenapa kau bisa dekat dengannya' kata Bella
'Iya' jawab Mona singkat dan langsung pergi dari meja tersebut.
Astrela dan Jenni hanya diam dan meminum minuman mereka. Mereka kembali dikejutkan dengan seseorang yang datang ke meja mereka mengajak mereka berkenalan.
'Halo, apakah kalian bisa memperkenalkan diri?' kata om om itu
Mereka tidak menanggapi dan membiarkan orang tersebut.
'Ash, perusahaan sudah harus di urus' kata Jenni
'Kau benar, besok kita akan pergi ke sana' kata Astrela
'Sepertinya semua saham kita sudah naik Ash, pendapatan kita juga sangat besar akhir akhir ini' kata Bella
orang yang mereka biarkan sedsri tadi merasa kesal dengan ketiga wanita itu. Dia pjn menggebrak meja dan berkata kepada mereka bertiga.
'****** KENAPA KALIAN TAK MENGHIRAUKANKU HA?' Kata om itu
'Apakah kau tak tau sopan satun?' tanya Jenni
'DASAR ******' kata om itu
'Pergi' kata Astrela singkat
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Astrela membuat om om itu sangat marah dia bersiap untuk memukul Astrela. Tetapi Bella tidak tinggal diam.
Bella mengambil pistol dan langsung mengarahkan ke arah orang itu.
'Ya, mendekatlah dan kau mati' kata Bella dingin.
Mendengar ancaman Bella membuat orang itu menjadi sangat letakutan dan sampai pipis di celana. Dia tak menyangka dia menyinggung seseorqng yang seharusnya tak dia singgung.
'Aku pergi. Maafkan aku nona' kata om itu sopan.
Lalu setelah orang itu pergi tiba tiba terdengar tepuk tangan dari seorang pria.
dia terlihat kagum dengan ketiga gadis itu.
'Hebat... Hebat tidak kenal takut' kata Rio
mereka hanya mengabaikan perkataan Rio. Rio tidak marah sama sekali. Tapi anak buahnya menjadi geram bosnya diperlakukan seperti itu.
'Aku Rio' kata Rio memperkenalkan dirinya
Astrela hanya mengerutkan alisnya. Dia merasa bahwa suara dan nama ini sangat familiar. Dia menjadi lebih waspada karena hal itu.
Sedangkan Jenni dia sudah menyadari dan akan siap membunuh Rio. Dia sudah akan mengeluarkan senjatanya tapi Astrela dengan cepat manahan tangan Jenni yamg berada di bawah meja.
Astrela memberi kode untuk tidak memulai dan gegabah. Atau mereka akan mati.
Lama tidak mendpatkan jawaban dari mereka bertiga. Rio merasa kesal tetapi Jenni akhirnya angkat suara.
'Maaf, Rio kami sepertinya terpesona dengan wajahmu sehingga membuat kami menatapmu dengan lama. Perkenalkan aku Jenni' kata Jenni membuat suasana tegang itu sedikit meredah
Jenni tahu jika dia tidak berkata demikian maka kepala mereka akan berlubang. Dia sudah melihat salah satu anak buah di sana mengangkat senjatanya.
__ADS_1
Astrela yang mengerti mengapa Jenni berbicara seperti itu langsung mengikuti permainan Jenni.
'Ya, dia benar. Aku Astrela' kata Astrela
Bella yang tidqk mengerti kenapa temannya melakukan hal tersebut hanya bisa memperkenalkan namanya sedikit bingung.
'Bella' jawab Bella singkat
'Tuan kami besok ada meeting di perusahaan. Maaf kami lancang. Kami ingin pamit deluan' kata Jenni
Untungnya mereka membicarakan tentang perusahaan tadi. Sehingga membuat hal itu dipercaya oleh Rio. Rio pun mempersilahkan mereka pergi dari sana.
'baik, kalian boleh pergi. Apa aku bisa meminta nomor telphone kalian?' tanya Rio
Dia memang sengaja ingin berbuat demikian agar mendapat nomor ponsel Astrela. akhirnya mereka bertiga memberikan kartu nama mereka.
Setelah Rio mendapat kartu nama dia dan anak buahnya pun pergi meninggalkan tempat mereka.
Astrela, Jenni dan Bella juga segera bergegas meninggalkan club mereka.
'Dia Rio. Dan dia sengaja menampakkan diri' kata Jenni
'Apa tujuannya? Musuh malah menampakkan diri' kata Bella
'Kita ikutin permainannya. Dan harus bersiaga' Kata Astrela
Disisi lain Mona dan Arkan sedang makan malam romantis. Disana Mona berbicang ringan dengan Arkan.
'kau cantik Mona' kata Arkan
Makan malam itu berlanjut sampai selesai. Dan Mona berpamitan untuk pulang kepada Arkan.
__ADS_1
...~tbc~...