
Alex menatap Ibunya sengit. Dia sangat benci di atur. Dia merasa bahwa dirinya dapat memilih seorang pendamping yang baik untuk dirinya sendiri tanpa harus ibunya mencampuri urusan tersebut.
Mariana ibu Alex merasa sangat kesal sekarang. Dia menatap marah karena anaknya berani membatah perintahnya. Dia menggap bahwa ini adalah pengaruh dari Astrela.
'Ibu tidak menyangka wanita itu membawa pengaruh buruk untukmu' kata Mariana
'Tidak. Aku melakukan ini karena aku tak ingin hidup seperti Ibu' kata Alex
'Apa maksudmu Alex?' tanya Mariana
'Apa kau pikir aku tidak tahu. Kau dijodohkan dengan Ayah. Ayah tak pernah mencintaimu. Di belakangmu dia pergi dengan wanita lain walaupun dia memiliki anak denganmu. Kau tidak bahagia bersama Ayah tapi kau memaksakan suatu keadaan yang ada' kata Alex panjang lebar
Mariana hanya terdiam. Ya apa yang dikatakan oleh Alex benar. Dia memang tak dicintai oleh suaminya. Dia hanya seperti pajangan di rumah. Bahkan Alex tidak mendapat kasih sayang dari Ayahnya. Suaminya memilih untuk tetap menikahinya tapi memiliki selir dan anak di luar sana. Itu membuat hatinya hancur. Tapi untung saja Alex dia mendapat dukungan penuh dari kakek dan neneknya. Mereka sangat menyayangi Alex sampai memberikan perusahaan mereka kepada Alex. Dan terbukti Alex dapat membuat perusahaan kecil menjadi sangat besar dan berkuasa.
Alex yang melihat Mariana terdiam menjadi sedikit merasa bersalah. Tetapi tiba tiba mariana pun membuka suaranya.
'Alex, aku tetap tidak setuju kau bersama dengan wanita miskin itu. Dia pasti hanya ingin memanfaatkan hartamu saja' kata Mariana
Astrela yang awal tertidur akhirnya bangun karena merasa terganggu karena mendengar teriakan Mariana. Dia sangat tidak menerima jika orang menghinanya seperti itu. Akhirnya dia keluar dengan melilitkan selimut saja untuk memprovokasi Mariana.
__ADS_1
'Kau salah. Aku sangat kaya dan berkuasa. Bukan seorang yang miskin seperti yang kau ucapkan' kata Astrela sambil mendekat ke arah Alex.
Alex yang melihat Astrela hanya melilitkan selimut ke tubuhnya menjadi sedikit geram dengan tingkah Astrela. Dia tidak suka miliknua dilihat oleh orang. Sekalipun itu ibunya.
'Ash' suara memperngati dari Alex
'hm?' balas Astrela
'jangan keluar dengan seperti itu. Aku tidak ingin kau dilihat oleh orang' kata Alex
'Iya lain kali tidak' kata Astrela
'Apa buktinya. Kau saja seperti ******' kata Mariana
'Aku ****** untuk anakmu saja. Tetapi aku wanita terhormat untuk orang lain' kata Astrela santai
mendengar perkataan Astrela. Mariana menjadi terdiam lagi dia tidak menyangka bahwa Astrela selalu membalas ucapan dengan santai dan tenang.
'Aku pergi' kata Mariana
__ADS_1
'pergi dan periksalah latar belakangku sebelum kau menyebutku miskin. Bahkan keluarga dan bisnis dari menantu pilihanmu dapatku hancurkan dalam semalam' kata Astrela
Mariana pun akhirnya pergi dengan perasaan kesal. Dia akan menyelidiki latar belakang dari Astrela. Jika dia berbohong mariana tidak akan segan lagi untuk memisahkan Astrela dan Alex.
'hmp.. Apa baiknya dia. Lebih baik monica daripada dia' batin Mariana.
Disisi lain Astrela masih berdiri di depan kamar melihat kepergian Mariana dengan sinis. Sedangkan Alex dia sudah masuk karena tak tahan melihat Astrela hanya menggunakan selimut. Alex langsung saja menarik Astrela kedalam kamar.
'Kenapa kau keluar hanya menggunakan selimut ha? Aku sangat cemburu orang lain melihatmu' kata Alex
'itu Ibumu bukan orang lain' kata Astrela
'Tidak, itu sama saja bagiku. Dia orang juga kan? Aku cemburu' kata Alex manja
Astrela pun mendekat dan memeluk Alex yang sedang tiduran di ranjang. Dia menyuruh Alex untuk menyederkan kepalan ke pahanya. Alex menuruti permintaan Astrela. Astrela pun mengelus Alex perlahan dan membuat Alex menjadi tenang dan tertidur.
'tidurlah sayang. Aku masih memiliki urusan penting. Keponakanku menungguku di rumah' kata Astrela sambil mencium Alex
...~tbc~...
__ADS_1