
Astrela pun meninggalkan mansion Alex. Dia bergegas pergi menggunakan mobilnya untuk menemui Jenni. Di perjalanan Astrela merenungkan nasib dari keponakannya.
'Apa yang akan aku lakukan? aku tidak bisa mengurus anak kecil. Bagaimana caranya' batin Astrela
Astrela pun akhirnya tiba di rumah Jenni. Dia bergegas ke depan pintu rumah Jenni. Astrela mengetuk dan dibukakan oleh pelayan di sana.
'Dimana Jenni?' tanya Astrela
'Dikamarnya nona. Mari saya antar' kata pelayan itu
Astrela tidak mengetuk dan langsung saja masuk ke dalam kamar Jenni. Pelayan itu sedikit terkejut dan berpikir nonanya akan marah pada orang tersebut.
Betapa terkejutnya pelayan itu saat Nonanya melihat orang itu nonanya langsung menyambut dengan bahagia
'Ashhh, aku akan mengurus keponakanmu' kata Jenni senang
'Dia sangat lucu. Tidak rewel dan pengertian' kata Jenni lagi
Astrela terenyuh mendengarnya. Dia merasa bahwa bayinya tahu bahwa ibunya tak menginginkannya dan ibunya sudah wafat.
Jenni yang melihat eksperesi dari Astrela menjadi sedih dan berkata.
'Ash, maaf. Kau tidak perlu sedih masih ada kami. Dan kau pergi dari sini' kata Jenni melihat ke pelayannya.
__ADS_1
Pelayan itu menunduk dan langsjng pergi meninggalkan Astrela dan Jenni.
'Tidak apa. Apakah kau akan tinggal di sini atau ke rumahku?' tanya Astrela
'Aku ingin ke rumahmu saja' kata Jenni dengan suara pelan.
'Ada apa?' tanya Astrela tahu dengan perubahan Jenni
'tidak ada aku lebih nyaman disana' kata Jenni
'Bukannya kau menyayangi ayahmu? Kenapa kau sekarang ingin pergi dari rumah ini? Apa yang terjadi jangan berbohong' kata Astrela
'Saudaraku dan Ibuku ada di rumah ini aku tidak ingin melihat mereka' kata Jenni
'tidak apa apa ash' kata Jenni
Jenni takut jika dia jujur Astrela akan marah pada Ibu dan saudaranya. Selama ini karena dulunya Jenni lemah terkadang dia di tindas oleh saudaranya. Ibunya juga kadang mengajarkan hal yang salah sehingga membuat watak Jenni menjadi seperti bajingan kecil dan pembully.
Tidak dipungkiri saudaranya pun memiliki watak yang tidak jauh berbeda tetapi lebih jahat dari Jenni. Dia sangat licik dan itu membuat Jenni malas bertemu mereka. Semenjak mengenal Astrela Jenni mulai berubah menjadi lebih baik dan bisa mengontrol emosinya.
'baik jika kau tak ingin menceritakan. Aku akan menunggu kau bercerita' kata Astrela
Astrela pun mengajak Jenni untuk kerumahnya. Jenni senang dan langsung mengemasi barangnya.
__ADS_1
'Ashhh, kau pegang lahhh barangku aku ingin mengendong keponakanku' kata Jenni
'baik, jaga dia' kata Astrela
Mereka pun asik mengobrol dan bercanda tawa. Tiba tiba saudara dari Jenni datang dan langsung menginterupsi pembicaraan mereka.
'hei aku baru tahu kau sudah ada anak. Anak haram ya? Makanya kau jika menjual diri menggunakan proteksi diri dong. Dasar memalukan' olok saudara Jenni.
'Amel, sepertinya otakmu bermasalah. Aku masih suci dan ini adalah keponakan temanku' kata Jenni
'Temanmu ini? Kau berteman dengan orang miskin?' teriak Amel
'Jenni berhenti, biarkan anjing ini membuka mulutnya. Kita tidak perlu buang tenaga untuk menjelaskan sesuatu. Ayo pergi' kata Astrela
Astrela pun memanggil supirnya dan datanglah sebuah mobil mewah di depan rumah Jenni. Itu membuat Amel sangat terkejut dan iri melihat teman Jenni.
'huft dasar sombong' kata Amel
Tidak mendapatkan balasan dari Astrela dan Jenni amel menjadi bertambah kesal. Disisi lain Jenni dan Astrela langsung menaiki mobil. Bayinya sangat tenang. Astrela melupakan nama untuk bayi itu.
'Ash kita belum memiliki nama untuk bayi ini' kata Jenni
...~tbc~...
__ADS_1