
Monica dan Mariana sangat tegang seksrang mereka takut bahwa Adam akan membuka kedok mereka.
'bagaimana sekarang?' tanya Monica
'tenang kita tidak boleh panik' kata Mariana
'Apa yang tante katakan benar. Kita harus segera melenyapkan Adam' Kata Monica
Mariana hanya terdiam dia tidak menjawab perkataan Monica. Dia awalnya hanya asal bicara saja. Entah mengapa monica menanggapinya dengan sangat serius. Akhirnya mariana pun memikirkan sebuah ide agar dia bisa memastikan bagakmana keadaan Adam di penjara.
'Pelayan... Pelayan' teriak Mariana
Pelayan yang berada dekat di sana pun menghampiri Mariana.
'Ada yang bisa saya bantu Nyonya?' tanya pelayan itu.
Mariana pun terdiam dia hanya menatap dan menilai pelayanan ini. Dia merasa pelayan ini bisa menjalankan tuga yamg akan dia berikan.
'kau pergilah ke kantor polisi di kota A. Dan temukan oramg bernama Adam. Lihat keadaannya. Dan laporkan kepadaku' kata Mariana.
'maksud Anda nyonya?' tanya Pelayan itu
'ikuti perintahku, dan aku akan memberikanmu uang. Kau tidak perlu mengkhawatirkan jumlahnya. Itu akan membuat kamu puas' kata Mariana sambil tersenyum
__ADS_1
Pelayan yang mendengar tawaran dari nyonyanya itu merasa senang dia langsung saja menjalankan perintah dari Mariana.
'baik nyonya, saya permisi untuk menjalankan tugas' kata pelayan itu.
Pelayan itu pun segera ke kota A untuk melihat kondisi Adam. Sedangkan Mariana hanya menunggu kabar dari pelayan itu.
'kenapa tante menyuruh dia pergi melihat keadaan Adam?' kata Monica
Monica sangat bingung dengan apa yang akan di rencanakam oleh Ibu Alex.
'bodoh, kita harus mengecek keadaannya. Jika dia gila. Kita tidak perlh mengotori tangan kita' kata Mariana
'dan jika dia tidak gila apa yang akan kita lakukan?' kata Monica
Monica yang mendengar itu menjadi bergidik ngeri. Dia merasa hal itu lebih kejam daripada langsung membunuh Adam.
'ba.. baik tante. Ide itu bagus' kata Monica terbata bata.
'lalu bagaimana selanjutnya. Apa yang harus kita lakukan terhadap Astrela?' tanya Monica.
'kita harus mundur dulu monica. Kita harus melihat kekuatannya dan lebih mencari info tentangnya. Aku rasa dia dibantu oleh seorang yang kuat' kata Mariana
'Apa yang membantu dia adalah Alex?' tanya Monica
__ADS_1
'mungkin iya' kata Mariana
Monica yang mendengar jawaban Mariana sangat merasakan pedih dan sakit hati karena Alex melindungi wanita itu. Dia benci dan marah.
'kenapaa Alex melindungi diaa? Aku tuanangannya sedangkan dia hanya selingkuhan' kata Monica dalam hati
Monica lun hanya bisa tertunduk dan terdiam. Mariana yang melihat hal itu pun mulai berbicara.
'sudah jangan bersedih kau tunangannya sedangkan wanita sialan itu bukan. Kau tetap pemenangnya. Kita akan menyingkirkan penghalang itu' kata Marian menyemangati Monica.
Monica yang mendengat itu pun tersenyum dan kembali menyusun rencanannya. Disisi lain Alex. Dia sudah mengetahui apa yang terjadi pada Astrela. Setelah mengetahui kekasihnya akan dicelakai oleh Adam dia sangat marah. Tapi yang membuatnya sangat terkejut adalah dalang semua ini adalah ibu dan monica.
'Dasar wanita gila. Mereka sangat membuat aku marah' kata Alex sambil mengepalkan tangannya.
'Lindungi Astrela secara diam diam. Jangan biarkan dia dalam bahaya' kata Alex pada anak buahnya.
'baik bos' kata anak buah Alex
Setelah Alex sendirian dia hanya merenung. Dan merasa sangat bingung dengan semua kejadian yang menimpa dirinya dan Astrela.
Tiba tiba Alex teringat kejadiaan saat dirinya membasmi markas Jack. Dia teringat akan sosok adiknya. Ya Alex sudah mengetahui bahwa Rio Adik tirinya.
'Adik semoga kita tak akan berperang lagi Adik. Atau aku akan membuatmu menderita' batin Alex.
__ADS_1
...~tbc~...