Business Women Revenge

Business Women Revenge
Bab 65


__ADS_3

Setelah kasus Adam ditutup Astrela dan teman temannya sangat mengagumi acting yang Adam suguhkan di depan polisi.


'Ayahmu sangat hebat Ash' kata Bella


'dia seharusnya memenanjmgkan piala oscar' lanjut Jenni.


'Sekarang apa yang seharusnya kita lakukan untuk membssmi orang seperti dia?' kata Mona


'Tunggu saja. Karena dia akan segera melakukan rencananya dengan Monica' kata Astrela tesenyum


'Aku tak sabar mereka mengusik kita' kata Bella


'Dasar Gila' kata Jenni


Mereka berbincang bincang dengan serunya sampai tiba tiba mereka mendengar ada yang mengetuk pintu rumah Astrela.


'mengganggu saja' gumam Bella


Ketukan pintu semakin kencang dan kecang. Seperti orang yang tak sabaran.


'Siapa yang begitu tidak sopan bertamu seperti itu?' kata Mona


'Jangan dibuka' kata Astrela


'kenapa jangan dibuka?' tanya Jenni


'aku merasakan firasat yang buruk' kata Astrela


'Bella, buka cctv dan lihat apa yang terjadi di pos satpam rumah kita' kata Astrela


Bella pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Astrela. Dia langsung saja membuka CCTV. betapa terkejutnya dia melihat apa yang terjadi di sana

__ADS_1


'Ada seseorang yang menggunakan masker hitam. Dia menyiram air keras pada satpam itu Ash' kata Bella


'Panggil ambulans dan polisi. Bukan waktunya kita menghadapi mereka' kata Astrela


suara gedoran itu semakin kencang dan rasanya orang itu akan mendobrak masuk ke rumah Astrela. Sebelum orang tersebut masuk ke rumah Astrela terdengar suara sirine ambulan dan polisi.


Orang tersebut akhirnya tertangkap oleh polisi. Astrela dan lainnya akhirnya keluar dari rumah dan melihat ke arah pelaku.


'oh jadi ini pelaku bodoh yang menerobos?' kata Bella


'dia sangat bodoh mau disuruh oleh orang tetapi sangat tak berpengalaman' kata Jenni


'kenapa kau berbuat seperti itu?' tanya Mona


'apa yang kalian tahu. Dasar wanita wanita sialan' teriak pelaku itu


Akhirnya dia di seret oleh polisi. Tetapi mereka seperti bingung kenapa malah mengutus orang bodoh dan tak berpengalaman. Ini sangat membosankan


Astrela yang memikiki intuisi kuat pun langsung berkata


'jangan meremehkan musuh. Kita tidak tahu ini rencana sebenarnya atau bukan. Tetap waspadah. Ini hanya peringatan dari mereka' kata Astrela


Mereka pun akhirnya masuk kedalam rumah. Yang mereka mulai menyadari bahwa itu hanya pengalihan saja. Rencana sesungguhnya sudah akan di mulai. Tapi tidak tahu kapan dan dimana


setelah di dalam rumah mereka akhirnya masuk kedalam kamar mereka masing masing.


Astrela seperti masih waspada dan merasa bahwa di dalam rumahnya ada yang Aneh. Dia pun akhirntmya memutuskan untuk mengambil sebuah pisau.


sebelum dia masuk ke dalam kamarnya dia menyuruh Jenni membawa mike untuk pergi.


Jenni pun membawa mike ke rumahnya pada saat itu juga. Dan Astrela pun berjalan pelan ke kamarnya. Bella dan Mona hanya bersiaga saja.

__ADS_1


Astrela pun membuka pintu kamarnya tersebut dan masuk perlahan. Dia melihat seseorang duduk di sana.


'hallo nona Astrela' kata orang tersebut


Astrela hanya diam saat melihat orang tersebut. Dia menatap dengan sangat dingin.


dan tak ada sedikitpun ketakutan diwajahnya


'apa mau tuanmu?' tanya Astrela dingin


'kau sangat menarik. Kau tak ketakutan?' tanya orang asing itu


'tidak' jawab astrela singkat


Orang itu berdiri dari kursi dan berjalan menuju arah Astrela. Astrela tetap diam dengan posisi siaga.


'menarik kau sama sekali tidak takut dan seperti siap menghadapi diriku' kata orang itu


orang itu dengab perlahan menarik pisaunya sebelum pisau menancap kepada Astrela. Dia sudah duluan menusukkan pisaunya tersebut tepat di jantung orang asing itu.


Astrela berjongkok dan menendang pisau orang itu.


'hanya ini kemampuan pembunuh bayaran K2? Sangat disayangkan. Ditepatku semua pembunuh bayaran dilatih dengan baik. Tidak perlu mengeluarkan omong kosong dan hanya membunuh dalam senyap' kata Astrela sambil tersenyum manis


'kau.. Kau tau identitasku? Kau .. Kau siapa?' kata pembunuh itu


'aku Astrela. Tidurlah dengan nyenyak'


Astrela langsung mencapkan pisau pembunuh bayaran itu tepat di kepalanya.


'Bella, Mona masuk. Panggil anak buah kita kremasi jasad busuknya. Ganti semua interior kamarku. Aku jijik' kata Astrela

__ADS_1


...~tbc~...


__ADS_2