
'kenapa selalu saja ada yang mengetok pintu disaat kita sedang berbicara?' tanya Jenni dengan wajah sebalnya
'kau pergi sana untuk buka pintu' kata Bella Pada Jenni
'kenapa bukan kau? Kenapa harus aku?' kesal Jenni
'heii kau paling kecil di antara kita semuaaa cepat cepattt' kata bella dengan cengirannya
Pintu itu semakin digedor gedor oleh orang mereka menjadi sangat waspada karena orang itu seperti ingin mendobrak pintu rumah mereka.
'Aduhhh sabar dong ini juga mau kubukainn' teriak Jenni
Setelah Jenni mencari posisi aman jika ternyata itu orang jahat dia bisa langsung memukulnya dan tidak disandra.
Astrela yang memegang baby A juga siaga. Dia pergi ke kamar baby A untuk meletakkannya terlebih dahulu dan kembaki ke ruang tamu. Setelah semuanya aman mereka pun membuka pintu rumah.
setelah membuka pintu rumah mereka sangat terkejut karena itu adalah Adam.
'Kau sangat tidak sopan. Kau bertamu ke rumah orang tetapi tidak mempunyai etika saat bertamu' kata Jenni sebal
'Astrela dimana kau menyembunyikan bayi Yasmin ha? Aku ingin mengambilnya!' kata Adam
__ADS_1
'kenapa aku harus memberikannya padamu? Yasmin menitipkan dia padaku. Jadi hak asuh atas Andrew adalah milikku' kata Astrela
'tidak bisa. Dia milikku' kata adam
'memangnya kau bisa membesarkan dan memberikan kehidupan yang layak pada Andrew? Kau sendiri sekrang sudah tak ada apa pun' kata Bella
'Jangan ikut campur masalah keluarga kami' kata Adam membentak Bella
'memangnya kami perduli? Urusan Astrela urusan kami. Kau prang luar sebaiknya pergi' kata Mona dingin
'kau tak akan pernah bisa mengambil Andrew. Perusahaanmu saja akan bangkrut. Kami masih yang berkuasa disini' kata Jenni
'kau hebat Astrela. Tidak pernah mendidik parah bawahanmu untuk tidak ikut campur' kata Adam
'sebaiknya kau tidak menyesal karena tidak memberikan Andrew padaku' kata Adam
'Bella selidiki kenapa adam begitu kekeh untuk mengambil Andrew' kata Astrela.
Disisi lain di rumah mewah seorang wanita sedang bersusah payah untuk menyelidiki Astrela dia sangat ingin menjatuhkan Astrela dan mencari kelemahannya.
'aaargghhhh kenapa kau masih belum saja mendapatkan kelemahannya?' kata Monica
__ADS_1
'apa yang sebenarnya kau lakukan selama ini? Menyelidiki gelandangan saja kau tak mampu' kata Monica pada bawahannya
'maaf nona orang ini seperti tidak memiliki masa lalu. Dan dia seperti tidak pernah hidup. Mendapat data dirinya sangat sulit' kata bawahan itu
'sebaiknya kau bekerja dengan keras jika tidak aku pasti akan membunuhmu dengan berbagai cara' kata Monica
Bawahan itu hanya menelan ludahnya entah mengapa dia merasa sial mendapatkan bos seperti monica.
Suara ponsel monica berdering tertera nama Mariana disana. Dia langsung saja mengangkat telephone itu berharap mariana berhasil menyingkirkan Astrela.
^^^'halo tante. Ada apa menelponku?' kata Monica dengan suara manisnya^^^
'kau sedang apa sayang?' tanya Mariana
^^^^^^'aku sangat sedih tidak mendapat clue apapun tentang Astrela' kata Monica^^^^^^
^^^'aku ingin memisahkan dirinya dan Alex' kata monica lagi seperti ingin menangis^^^
'sudah lah aku sudah mendapat sedikit data dirinya. Kau tenang saja' kata mariana.
setelah mereka mengobrol panjang lebar akhirnya monica tersenyum dengan penemuan baru Mariana. Dia pun menelpon bawahannya dan menyuruhnya datang ke rumah.
__ADS_1
'hubungi Adam' kata Monica tersenyum menyeramkan