
Rei yang mengingat kejadian itu menjadi sangat marah dan terpukul dia sangat membenci semua orang yang sudah menghinanya. Terlebih Alex kakaknya.
'Mengapa dia semakin kaya? Memiliki wanita yang kaya. Sedangkan aku? Aku hampir bangkrut. Bisnis gelapku hancur dan sudah hampir tak menyisakan apa apa' batin Rei tersenyum getir
'Jika memang rencana monica dan mariana bisa berjalan dan bisa mengahncurkan Alex. Aku hanya perlu menunggu dan menyuruh pasukanku yang tersisa untuk membunuh wanita ****** itu' pikir Rei lagi
'Aku juga bisa mengambil Ahli perusahaan kakek dan nenek' pikir Rei dengan tersenyum
Intan yang melihat Rei melamun pun datang menghampiri Rei.
'Nak, bagaimana bisnismu?' tanya Intan
'Hampir bangkrut bu' kata Rei
'Bagaimana bisa? Kau seharusnya bisa menyaingi Alex sialan itu kan?' teriak Intan
'Sebenarnya apa yang Ibu pikirkan? Ibu kira gampang melawan Alex?' Teriak Rei
'Kau yang tidak berusahaa... Kau harus segera merebut semua yang dimiliki Alex. Kau berhak Atas perusahaannya' hasut Intan
__ADS_1
'Aku tahu bu, tapi aku akan menunggu momen yang tepat. Dan itu sudah di depan mataku. Ibu harus berdoa supaya rencanaku berhasil' kata Rei tersenyum manis.
Sedangkan disisi lain Monica yang kesal pun akhirnya pergi dari cafe tersebut setelah puas mencurahkan seluruh emosinya. Dia pergi untuk berjalan jalan ke mall.
Dimall tanpa sengaja dia bertemu dengan Jenni, Bella dan Mona. Mereka bertiga seperti membawa barang barang perlengkapan Bayi.
'Perlengkapan Bayi? Apa mereka sudah memiliki Anak?' batin Monica
Monica yang penasaran pun mengikuti mereka bertiga. Mona, Bella dan Jenni yang memang memiliki insting yang kuat merasakan ada yang mengikuti mereka.
Mereka pun menjadi waspada dan melihat ke sekeliling. Mereka akhirnya menemukan Monica yang sedang memantau mereka. Melihat mereka Sadar Monica langsung melarikan diri.
'Sial, aku ketahuan. Kenapa merek bisa mengetahui aku mengikuti mereka' batin Monica
'Dasar wanita ******. Kenapa dia mengikuti kita' kata Bella
'aahhh.. Dia sudah melihat barang kita' kata Jenni seperti tersadar
'Aku takut dia akan mecelakai Mike' kata Mona
__ADS_1
'Apa yang harus kita lakukan? Membunuh Monica?' kata bella
'Dasar bodoh kau akan masuk penjara jika membunuhnya. Dan bisnis gelap kita akan ketahuan. Kita akan menjadi miskin dan mati lah kita' kata Jenni mendramatisir
Mona dan Bella sangat geli melihat tingkah Jenni yang menoyor kepalanya.
'Jangn berpikiran buruk. Tunggu dan kita lihat dulu jika dia berami menyakiti keponakan kita. Akan aku cincang dia' kata Mona
'Ya aku setuju. Kita akan makan daging yang enak jika mencicang sih wanita gila itu' kata Bella.
Disisi lain Astrela sangat disibukkan dengan kegiatan perusahaannya. Banyak sekali dokumen dan meeting penting saat ini.
Dia sangat fokus mengerjakan semua pekerjaannya. Tiba tiba dia teringat akan kejadian dia melihat seorang yang mirip Yasmin. hati Astrela sangat tergelitik untuk menyelidiki hal itu.
'Apakah Yasmin tidak mati? Dan dia dibantu oleh dokter agar bisa berpura pura mati?' batin Astrela
'Apakah dia berniat jahat pada diriku? Tapi kenapa aku tidak menyakitinya secara langsung Adam yang melakukannya' batin Astrela
Berpikir tentang Adam Astrela juga penasaran apa kabar ayahnya itu di dalam penjara. Dia pun menyuruh orang menyelidiki orang yang mirip Yasmin dan meminta orang melihat kondisi Adam.
__ADS_1
'haaa... Akhirnya selesai' kata Astrela tersenyum tipis
......~tbc~......