
Kehidupan Astrela dan Alex berjalan dengan baik mereka menjalankan hari mereka seperti pasangan pada umumnya. Mereka berkencan, ke mall dan melakukan aktivitas berdua.
Ketenangan ini yang mereka sangat inginkan. Tetapi entah apa yang akan terjadi kedepannya.
'Alex, terima kasih kau sudah mengajakku berkencan' kata Astrela tersenyum
'Ya, jangan lupa ambil perlengkapan bayi Andrew' kata Alex
'oh yaa, banyak sekali. terima kasih' kata Astrela
Dia pun masuk dan menemui sahabat sahabatnya disana dia melihat Jenni dan Bella yang bermain dengan Andrew.
'Apa kabar Andrew hari ini?' tanya Astrela
'ya dia sangat aktif dan suka sekali bermain' jawab Bella
'Apakah dia menyusahkan kalian?' tanya Astrela
'sama sekali tidak, malah kami sangat terhibur' kata Jenni
'dimana Mona?' tanya Astrela
'Dia pergi menemui Arkan di lokasi syuting' kata Jenni
'ooohh' jawab Astrela
Astrela pun melangkah dan mengdlendong Andrew dia sangat menyayangi Andrew seperti anaknya sendiri.
Jenni dan Bella mereka pun duduk santai disana sambil berbincang bicang ringan.
'Apa kau merasa ini terlalu damai?' kata Jenni
__ADS_1
'hmmm, ya aku sebenernatnya menyukai hari seperti ini. Tetapi aku takut jika lengah semua akan terlambat disadari' kata Bella
'Ya, tetap waspada tetapi kita juga harus menikmati hari seperti ini. Kota tak akan tahu kapan akan memiliki waktu tenang' kata Astrela.
Setelah berbincang lama mereka akhirnya mendengar suara pintu di ketuk. Disitu mereka melihat Mona yang masuk ke dalam rumah dengan pipi yang bengkak.
'hei kenapa pipimu? Apa Arkan melakukan kekerasan?' tanya Bella
'bukan, aku habis berkelahi dengan Artis di sana' kata Mona
'kau gilaa' kata Bella
Mona pun akhirnya menceritakan kejadian dia berkelahi dengan Artis itu
#flashback
Mona berjalan menghampiri Arkan dia memberikan bekal makanan untuknya. Arkan sangat senang dengan hal itu.
'Terima kasih sayang' ucap Arkan tulus
Setelah itu Arkan memeluk dan mencium mona di keningnya.
'Apakah kau akan langsung pergi?' tanya Arkan
'Sepertinya iya. Aku harus mengurus beberapa pekerjaan' kata Mona
Arkan merasa sedih entah mengapa Mona sudah menjadi candu baginya. Dia sangat menyayangi Mona dan ingin selalu didekat Mona.
'temani aku please' kata Arkan memelas
Mona yang tidak tega. Akhirnya mengiyakan. Dia pun pergi untuk mengambil laptop dan dokumen yang harus dia periksa. setelah mengambil dokumeb dia bekerja di tempat Arkan syuting.
__ADS_1
Tiba tiba ada seorang artis yang menyukai Arkan langsung menampar dia yang sedang bekerja.
'Apa yang kau lakukan?' kata Mona dingin
'Dasar ****** pengoda. Arkan milikku' kata Artis itu.
Arkan yang masuk dan melihat kejadian itu sangat marah besar. Mona yang akan membalas artis itu tiba tiba dikejutkan dengan Arkan yang langsung menampar wanita itu.
'Jangan Pernah Menyakiti Pacarku' kata Arkan
Orang orang yang mendengar keributan itu langsung saja menghampiri mereka dan bertanya kronologisnya. Artis itu sudah menangis sesegukkan.
'Aku tak mau melanjutkan syuting ini. Artis ini memukul pacarku. Kita pergi Mona' kata Arkan
Mona yang sendari tadi diam karena syok melihat Arkan seperti itu saat marah akhirnya menetralkan perasaannya dan mengikuti Arkan.
'Apa kau tidak rugi?' tanya Mona
'Rugi? Ya tidak lah. Aku adalah Artis yang sudah meraih banyak sekali penghargaan dan apa pun ku bintangi selalu sukses. Tenang saja aku akan mengganti rugi semuanya' kata Arkan tersenyum dan memeluk Mona seperti anak anjing
'kau ini. Apakah kau punya uang sebanyak itu?' tahya Mona
'iyaa, kau tenang saja. Selama menhadi artis aku sedang merintis bisnisku. Aku juga mempunyai sampingan lain selain bisnis dan menjadi Artis. Tak perlu takut. Aku akan menghidupimu dengan layak' kata Arkan sombong sambil tersenyum
Artis itu yang melihat kedekatan Arkan dan pacarnya menjadi marah dan malu dia dikeluarkan dari syuting itu. sutradara juga meminta maaf dan meminta Arkan kembali untung menjalankan syuting. Dia berjanji untuk mengganti peran wanita.
#flashback off
'oh seperti itu. Kau punya pelet ya sampai Arkan seperti itu' kata Jenni
'enak saja' kata Mona sambil menjitak Jenni
__ADS_1
Belum selesai perdebatan mereka terdengar orang yang mengedor gedor pintu rumah mereka.
...~tbc~...