
Episode 18
Setelah kepergian mbok Jum Cahaya langsung pergi mandi,setelah itu dia sholat magrib,dan mengaji sampai waktu isa telah tiba,begitulah sebenarnya kegiatan rutin Cahaya hanya saja setelah kematian Nisa Cahaya menjadi lupa dan malas tapi setelah mendengar nasehat mbok Jum Cahaya berpikir pasti Nisa sedih melihat Cahaya berubah dan pasti itu membuat perjuangan Nisa dan pengorbanan nya sia-sia.
Tidak lama terdengar adzan Isya berkumandang,Cahaya pun mengakhiri membaca AL-QURAN nya dan langsung shalat Isya,dia selalu ber doa agar Nisa dan Ibunya selalu berada di surga nya Allah terbebas dari api neraka.
Setelah selesai shalat Cahaya hendak pergi tidur namun tiba-tiba ponselnya berdering
Drtt drtt drtt
Terlihat nama ayah Pandu di layar ponsel Cahaya
"Assalamualaikum Cah gimana kabar kamu" tanya ayah Pandu
"Waalaikumsalam Cahaya baik, ayah gimana kabar ayah dan ibu May"
"Alhamdulillah baik juga,oh iya ayah nelpon mau nanya sesutau sama kamu boleh kan" kata Pandu
__ADS_1
"Tentu saja ayah mau tanya apa" Cahaya bingung
"Hmmm apa benar kamu yang nolak di jemput pak Jamal dan kamu pergi sama lelaki tak di kenal"
"Iya benar yah apa yang di katakan pak Jamal "
"Tapi kenapa? apa kamu tidak mau mengakui kami sebagai orang tua angkat mu"
"Tidak ayah jangan salah paham?aku akan menjelaskan semuanya"
"Sebenarnya aku ingin menutupi identitas ku yang baru ayah bukan karena aku tidak ingin mengakui ayah dan ibu May sebagai orang tua angkat ku tapi aku tidak ingin mereka semua melihatku hanya karena harta yang dimiliki oleh ayah aku tidak ingin mereka berteman ataupun menyukaiku karena harta, aku pun belum siap ayah berikan aku waktu setidaknya jika identitas ini masih disembunyikan dan aku berpura-pura seperti orang biasa maka aku tidak akan seperti Nisa dulu, dan untuk laki-laki itu namanya adalah Rio Rahaja ayah pasti kenal dia anak siapa tempo hari dia tidak sengaja bertabrakan saat berjalan dan secara tidak sengaja menumpahkan kopi yang sedang iya bahwa di tangannya ke kakiku"
"Apa dia menumpahkan kopi panas di kaki mu ayah akan beri ia pelajaran,lalu bagaimana dengan kaki mu apa baik-baik saja" will kaget mendengar Cahaya kaki nya terkena tumpahan kopi panas
"Ayah tenang saja kaki ku baik-baik saja ayah tidak perlu khawatir dan aku mohon jangan berbuat apa pun pada Rio dia baik ayah dan jika ayah nekat maka aku akan lebih nekat ayah" sebenarnya Cahaya mengancam karena ia tidak ingin ada orang lain teluka
"Baiklah ayah maafkan dia kali ini tapi jika sampai dia menyakiti mu lagi ayah benar-benar akan membuatnya menyesal" ancam Pandu
__ADS_1
"Ayah...." panggil Cahaya
"Ada apa?"
"Ayah tidak masalah kan jika aku ingin menutup identitas aku untuk sementara waktu ini"
"Tentu saja cahaya kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami"
"Terima kasih ayah tapi apakah bapak tahu kalau ayah telah mengangkat ke sebagai anaknya"
"Kamu pikir ayah akan berani mangkat mu sebagai anak ayah tanpa persetujuan bapakmu tebtu saja ayah sudah bicara dengan bapak mu dan bapakmu setuju karena bapakmu sangat baik dia mengerti kondisi ibu May"
"Maksud ayah apa?"
"Ooo iya ayah lupa menceritakan tentang ibu May kepadamu"
Siapa yang penasaran tentang kondisi sebenarnya May
__ADS_1