
Episode 7
Bulan telah tenggelam digantikan dengan matahari yang terbit
Drtt drtt drtt
"Assalamualaikum Cahaya ini tante" [Tante May]
"Waalaikumsalam Ada apa tan"[Cahaya]
"Tante cuman mau bilang kamu gak usah bawa baju ya"[tante May]
"Loh emang nya kenapa tan" Cahaya sedikit bingung
"Nggak ini cuman baju bekas Nisa banyak dan sayang kalau harus di buang,kamu kan teman dekat nya Nisa jadi dia pasti senang deh kamu pakai barang-barang dia tante juga gak mau sumbangin ke panti karena takut gak di jaga dengan baik mau ya tante mohon dan kamu jangan anggap ini sebagai penghinaan ya"
Cahaya berpikir sebentar lalu akhirnya menjawab
"Iya tante demi Nisa"[Cahaya]
Telepon pun berakhir.
Pak Dirga yang mendengar Cahaya sedang berbicara dengan seseorang bertanya.
"Siapa yang telpon Cah"[Pak Dirga ]
"Itu tante May,dia bilang aku gak perlu bawa baju karena aku di suruh memakai semua barang-barang milik Nisa Pak dan aku gak bisa nolak tante May maksa katanya demi kebahagian Nisa di alam sana"[Cahaya]
"Ya sudah sana mandi lalu makan ya Bapak mau ke warung dulu"[Pak Dirga]
__ADS_1
"Siyap bosque "[Cahaya]
Tak lama kemudian
Tid tid tid
suara klakson mobil terdengar dariluar ternyata itu adalah mobil tante May dan om Pandu
tok tok tok
"Assalamualaikum" [tante May]
"Waalaikumsalam "[Cahaya]
"Gimana udah siap"
"Bapak mu kemana?" tanya om Pandu
"Bapak lagi ke warung bentar lagi juga pulang,om - tante mau minum apa?"
"Gak usah kita datang kesini cuman mau jemput kamu sama pamitan sama Bapak kamu" kata tante May
"Eh kalian udah dateng aja nih" suara pak Dirga terdengar dari ambang pintu
"Hhe iya soalnya harus cepat pergi takutnya macet dan nanti telat penerbangan nya" kata om Pandu
"Berhubung kamu udah dateng aku mau berangkat sekarang sama Cahaya dan juga mas Pandu" katak tante May
" Baiklah nak bapak harap kamu bisa jaga diri di sana kalau ada orang mau jahat in kamu tonjok aja kamu kan jago bela diri dan ingat kamu harus dapat pekerjaan yang halal" pesan dari Pak Dirga kepada anaknya
__ADS_1
"Oalah udah pasti itumah Pak aku akan jaga diri"
"Kalau gitu Dirga kita berangkat sekarang" kata Pandu sambil memeluk Dirga
"Iya hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan" Kata pak Dirga
Mereka bertiga keluar dari rumah pak dirga dan masuk ke dalam mobil terlihat cahaya dari kaca mobil melambaikan tangan kepada dirga tanda perpisahan sebenarnya dalam lubuk hati cahaya ia tidak ingin pergi meninggalkan bapaknya sendiri tapi jika dia tetap bertahan di desa maka kenangan Nisa akan selalu terngiang - ngiang di pikirannya
Om Pandu duduk di kursi depan bersama supir sedangkan tante May duduk di belakang bersamaku di sepanjang perjalanan aku diam seribu bahasa aku tidak tahu harus berbicara apa
"Cah ko diem aja" suara tante May akhirnya memecah keheningan
"Anu tante aku gak tahu harus ngomong apa hhe"
"Hmmm tante lupa ini uang yang tante janjikan" tante May membuka tas nya lalu mengambil sebuah kartu ATM dari dompetnya dan memberi kan nya pada Cahaya
"Loh kok pake kartu sih tante?bukankah uang nya cash ya" Cahaya tidak mengambil kartu itu
"Udah ambli aja dulu tega kamu tangan tante udah pegel tahu" berkata dengan nada sedikt marah padahal cuma pura-pura
"Eh maaf tante(Cahaya mengambil kartu tersebut ),tapi sekarang jelasin dulu apa maksudnya" tanya Cahaya dengan serius
"Serius amat,jadi gini tante dan om udah mutusin kalau kamu bakal pake kartu ATM dari om dan tante tiap bulan akan tante kirim,tante lakuin semua itu karena permintaan Nisa Cah dia ingin tante dan om anggap kamu seperti menganggap dia jadi gak ada penolakan" Tante May berkata dengan penuh penekanan
"Tapi tante tahu dari mana ini permintaan Nisa?" tanya Cahaya
"Bentar tante ambli sesuatu dulu,nih coba kamu baca sendiri surat yang ditinggal kan Nisa,tante nemuin ini di kamar tante di bawah bantal"
Jangan lupa like ya, comen juga biar semangat author nya hhe😅
__ADS_1