
Episode 3
Drtt drtt drtt
"Assalamualaikum Cah,"
"Waalaikumsalam, ada apa? Nis. "
"Emang bener ya, minggu depan UN?"
"Oh, itu iya, bener. Kenapa emang nya?"
"Hmmm, gue cuman gak mau pisah dari lo aja sih Cah." ucap Nisa, dengan nada sedih.
"Iya, juga sih Nis, tapi kan di setiap pertemuan pasti ada perpisahan, gue juga berat harus ngelapas lo gitu aja, secara kita tuh udah kayak Adik-Kakak. m" ucap Cahaya, dia harus terlihat tegar agar sahabat nya tidak sedih.
"Hmmm, gue pasti bakal rindu sama lo."
"Udah deh Nis, UN nya aja belum udah pisah-pisah aja, yaudah gue tidur dulu ngantuk banget, 'Hoaaamm' dah Assalamualaikum Nisa."
Cahaya memutuskan langsung menutup telepon nya karena dia tidak ingin tangisan nya pecah dan di dengar oleh Khoerunisa. Di sebrang sana Nisa juga menangis setelah menjawab salam Cahaya.
"Waalaikumsalam,"
Tak terasa 1 minggu berlalu dan hari ini adalah hari pertama UNBK di mulai.
***
Di sekolah (waktu istirahat)
"Cahaya!" panggil Nisa
__ADS_1
"Hmmm, ada apa?"
"Gimana menurut lo, tadi susah gak soalnya?" Tanya Nisa.
"Lumayan lah, buat uji otak," jawab Cahaya, santai.
"What! lo bilang cuman lumayan, hufft tuh soal kaya bom waktu! " Nisa merasa kesal.
"Lah kok kayak bom waktu sih?" tanya Cahaya bingung.
"Ya, iyalah Cah lo bayangin yah, kita udah belajar dengan baik. Nilai kita sehari-hari selalu bagus, lah pas waktunya UNBK nanti hasil nya keluar kan, dan lo tahu kalau nilai nya jelek itu kayak di tusuk seribu duri."jawab Nisa, dramatis.
"Kalau begitu belajar dan berdoa agar nilai UNBK nya enggak jelek, gue juga takut nilai gue jelek, tapi rasa optimis gue lebih besar kalau gue bakan lulus dengan nilai yang memuaskan ya, walaupun gak memuaskan hasilnya yang penting kita udah berusaha buat dapat nilai yang memuaskan." Cahaya berkata dengan serius.
"Gue salut sama lo Cah, gue bangga punya sahabat kayak lo walau sering ngeselin, tapi suatu hari nanti gue pasti rindu canda tawa dan kekonyolan lo " Nisa berkata dengan nada sedih seperti tidak ingin pergi jauh dari Cahaya.
Nisa menundukan kepalanya ke bawah tak terasa air mata jatuh berlinang begitu saja di pipi Nisa.
"Nis, lo tahu rencana Allah itu lebih indah dari yang kita bayangkan, lo tahu enggak? Mungkin sekarang kita di pisahkan, tapi kita gak tahu kedepan nya mungkin Allah telah merencanakan sesutau yang indah untuk kita."
Nisa yang mendengar hal itu langsung memeluk Cahaya mereka berpelukan sangat lama sekali sampai Bel tanda UNBK yang kedua akan di mulai.
Hari-hari berlalu ...
Selesai sudah kegiatan UNBK dan hari ini hari yang di tunggu - tunggu yaitu pengumuman hasil UNBK.
Juara Umum UNBK tahun ini adalah Cahaya Rembulan. Dia mendapatkan nilai tertinggi dan untuk Nilai UNBK tertinggi kedua adalah Khoerunisa Salbia. Semua orang merasa terkejut tetapi, tidak dengan Cahaya dia tahu bahwa sahabat nya itu akan berhasil.
(maaf buat part pembagian hasil nilai UNBK jika berbeda dengan aslinya soalnya Author belum pernah ngerasain UNBK karena masih belum waktunya pasti belum tahu juga kan gimana situasi saat pemberitahuan nya hhe😅)
Tak berselang lama acara wisuda di laksanakan dengan meriah semua orang bahagia dan haru karena,akan berpisah.
__ADS_1
Setelah acara wisuda selesai 2 hari kemudian Cahaya dan Khoerunisa berencana akan menghabiskan waktu bersama. Sebelum Nisa pergi ke London untuk melanjut kan study nya.
Sedangkan, Cahaya mungkin dia akan mencari pekerjaan ke pabrik karena lulusan SMA biasanya cuman masuk ke pabrik gitu kecuali, jika ia mencalonkan diri untuk kerja di jepang, tapi Cahaya tidak mau karena akan terpisah dari Bapak nya.
Cahaya mengambil telepon ingin menghubungi Nisa untuk memastikan besok jadi atau tidak.
Tut ... tut ... tut ...
"Assalamualaikum Nis, gimana besok jadi gak?" tanya Cahaya to the point.
"Waalikumsalam jadi dong, lo ke rumah gue pukul 09.00 pagi besok. Ok,"
"Ok, yaudah gue tidur dulu udah malam, Assalamualaikum my best friend."
"Waalaikumsalam, my best friend too." balas Nisa.
Andai lo tahu Nis gue sebenernya ngerasa sedih banget karena harus pisah dari lo, tapi gue harus senyum gue gak ingin buat Bapak gue sedih gue cuman berharap kita akan bertemu kembali suatu saat nanti. ( Batin Cahaya, sambil memandangi foto mereka yang tertawa bahagia).
***
Di bawah ini sepenggal kisah hidup Khoerunisa Salbia Wallace.
Khoerunisa Salbia biasa di panggil Nisa.
Dia lahir di tahun yang sama dengan Cahaya tahun 2000 namun, lebih duluan Nisa. Nisa dan Cahaya sudah berteman sejak kelas 4 SD Mereka tak pernah terpisahkan sampai suatu hari waktu itu masih kelas 6 SD Nisa tidak sekolah selama 3 hari itu di karena kan dia terkena kanker darah (Leukimia). Itulah alasan yang membuatnya nya pindah ke Indonesia.
Berat bagi nya dan kelurga nya mengetahui hal itu, tadinya ia ingin memberi tahu Cahaya, tapi jika ia memberi tahu Cahaya pasti ia akan ikut bersedih Nisa tidak ingin menambah beban pikiran pada Cahaya.
Orang tua Nisa memilih untuk berobat kembali di luar negeri, tapi Nisa menolak di karena kan kata dokter harus melakukan semua yang membuat nya bahagia dan ke bahagian Nisa adalah bersama Cahaya. Ibunya hanya menurut saja, tapi hanya sampai lulus SMA jika sudah lulus SMA Nisa harus pergi ke London untuk kuliah. Sekalian berobat di sana. Nisa setuju mungkin ini jalan yang terbaik.
Ayo setelah membaca jangan lupa like ya dukung author agar semangat buat lanjutin cerita ini😊
__ADS_1