
Episode 38
"Hallo ini dengan siapa"tanya Rio dengan suara berat nya.
"Hufft kamu lupa sama suara aku" Kata Cahaya di sebrang sana.
Deg
Hati Rio berdebar hebat dia kenal dengan suara itu mana mungkin ia bisa lupa dengan suara itu,suara wanita yang sangat ia rindukan selama 4 tahun.
"Cah... Aku gak mimpi kan"kata Rio masih tidak percaya.
"Iya ini aku sekarang jemput aku di bandara kamu gak lagi mimpi kok"
"Hah apa bandara" Rio masih tidak percaya dengan yang ia dengar.
"Ia cepat jemput aku atau aku pergi lagi"
"Jangan,aku kesana sekarang(panggilan pun berakhir)" kata Rio dengan nada sedikit tinggi hingga membuat Tina kaget.
Rio langsung kembali ke ruang rapat dia membatalkan rapat nya, hebatnya Dion bahkan yang ada disana pun dibuat melongo tak percaya dengan pembatalan rapat yang secara mendadak.
"Rapat saya batalkan,Dion cepat siapkan mobil"kata Rio sambil pergi meninggalkan ruang rapat,dan turun ke bawah menggunakan live khusus CEO.
Dion masih tidak percaya dia langsung menyuruh seseorang untuk menyiapakan mobil,dia igin bertanya tapi ia urungakan karena Rio telihat bahagia dan buru-buru sekali.
Setelah Rio sampai di bawah,mobil sudah siap.Sudah ada supir yang menunggu nya.
Rio masuk ke dalam mobil
"Cepat ke bandara" Kata Rio dengan sumringah,bahkan supir nya Rio merasa tidak percaya dengan perubahan sikap Rio.
Mobil Rio pun melesat dengan cepat ke bandara hanya sekitar 15 menitan Rio sudah sampai.
Rio pun mencari-cari Cahaya sampai ia melihat Cahaya berdiri sambil melambaikan tangan nya ke arah Rio sambil tersenyum.
Saat itu
Cahaya masih menunggu kedatangan Rio,tak lama ia melihat Rio dan dia melambaikan tangan nya ke arah Rio.
Rio pun langsung berlari ke arah Cahaya tanpa ba bi bu Rio langsung memeluk Cahaya dengan erat sekali sambil menitikan air mata.
"Aku gak mimpi kan"kata Rio dengan lirih di dekat telinga Cahaya.
"Enggak lah udah lepasin sesak tahu,erat banget meluknya"kata Cahaya sambil menepuk-nepuk punggung Rio karena kehabisan nafas.
"Eh maaf replek sangking gak percaya,loh serasa mimpi"kata Rio dengan lembut.
"Sudah jangan nangis cengeng banget jadi cowok"kata Cahaya mengejek Rio sambil menghapus air mata Rio.
__ADS_1
"Aku gak pernah menangis di depan orang lain" Ya Rio tidak pernah menagis sesakit apapun kecuali jika itu yang bersangkutan dengan Cahaya air mata nya akan mudah sekali lolos dari pelupuk mata nya.
"Udah deh kaki aku udah pegel nih dari tadi nungguin kamu" Cahaya merajuk kepada Rio.
"Maaf"kata Rio.
Rio pun langsung mengendong Cahaya pastinya tanpa persetujuan Cahaya.
"Rio turunin ihh kan malu tahu di lihatin banyak orang"
"Ssttt udah diem jangan banyak ngomong"
Cahaya pun hanya pasrah dia hanya bisa menenggelamkan wajah nya ke dada bidang Rio menahan malu.
Setelah sampai di depan mobil, supir Rio di buat melongo dengan sikap bos nya yang berbeda dari biasanya.
"Cepat buka pintu mobil nya"kata Rio dingin.
Supir nya pun langsung membuka kan pintu dan Rio mendudukan Cahaya.
"Kamu tunggu di sini sebentar" Rio menyuruh Cahaya menunggu nya ternyata Rio kembali ke tempat tadi dan mengambil koper Cahaya.
"Masukan koper ini ke bagasi mobil"perintah Rio kepada sang supir.
Rio pun langsung berlari ke arah pintu mobil yang sebelah nya dan membuka nya lalu duduk di samping Cahaya tanpa rasa malu sedikit pun Rio langsung memegang tangan Cahaya.
"Cah kita mau kemana..."
"Gimana ke resto dulu aku laper"
"Ok,pak ke Restoran yang biasa"
Supir Rio hanya mengangguk.
Di Restoran ...
"Huftt kenyang banget"
"Kamu kayak gak makan selama 2 minggu aja Cah banyak banget"ejek Rio
"Kenapa gak ikhlas,gak boleh takut uang kamu habis ya udah gak apa-apa aku yang bayar"kata Cahaya ketus.
"Ehhh bukan itu maksud ku,apa sih yang nggak buat kamu"kata Rio dengan nada sedikit menggoda.
Cahaya hanya tersipu malu mendengat godaan Rio.
Waktu sudah mununjukan pukul 20.00,saat nya untuk Cahaya istirahat.
"Rio anterin aku pulang ke apartemen ku yang dulu"
__ADS_1
"Nggak kamu tinggal sama aku aja"kata Rio tegas.
"Tapi..."
"Kamu tenang aja Apartemen ku luas dan ada 2 kamar kamu gak usah aku gak bakalan ngapa-ngapain sebelum sah,mau ya please"
"Idihhh emang kamu tahu dari mana aku mau nikah sama kamu" tanya Cahaya sedikit mengejek.
"Yah emang kamu kamu gak mau gitu nikah sama aku" kata Rio lesu.
"Hahaha wajah kamu lucu kayak anak kecil haha" Cahaya malah tertawa.
"Puas ngetawain nya,udah kalau gak mau nikah sama aku,aku tinggal aja" kata Rio sambil hendak meninggalkan Cahaya.
Tapi Cahaya lalu berkata...
"Ya udah emang kamu gak masalah aku di gebet sama cowok lain,emang kamu kuat lihat aku nikah sama orang lai..."
Rio yang mendeger Cahaya berkata seperti itu langsung menempel kan jari telunjuk nya di bibir Cahaya.
"Sttt kamu gak akan nikah sama orang lain kecuali aku,ingat Aku Rio Raharja yang akan menikah sama kamu bukan orang lain paham"kata Rio dengan sedikit penekanan saat menyebut nama nya sendiri.
"Iya-iya sayang sekarang pulang yuk"Cahaya langsung berdiri dan menggandeng tangan Rio.
Di mobill
"Kamu bisa ulang perkataan kamu tadi di kafe yang sebelum gandeng tangan aku" kata Rio.
Cahaya tahu Rio hanya ingin mendengar Cahaya mengatakan sayang lagi padanya tapi bukan Cahaya kalau tidak jail.
"Yang mana sekarang pulang yuk"Cahaya mempermainkan Rio.
"Eitts bukan yang itu sebelum nya" kata Rio kesal
"Iya-iya yang itu"
"Hufft bukan yang itu Cah"kata Rio mulai sedikit jengkel.
Cahaya pun tersenyum dan berbisik ke telinga Rio"Sayang"
"Hah apa aku tidak dengar" kata Rio.
"Sayang" teriak Cahaya di dalam mobil.
"Aku juga sayang sama kamu"balas Rio.
Mereka pun berbincang-bincang sampai akhirnya sampai di apartemen Rio dan setelah sampai Cahaya memutuskan untuk mandi terlebih dulu lalu tidur.
JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA TEKAN TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI
__ADS_1