Cahaya Cinta Rembulan

Cahaya Cinta Rembulan
CCR 28


__ADS_3

Episode 28


Waktu sudah menunjukan pukul 20.00,tentu saja Cahaya sudah di antar kan pulang oleh Rio.


Cahaya merasa belum mengantuk dia memutuskan untuk pergi ke ruangan tengah dan kebetulan May dan Pandu ada di sana.


Cahaya pun langsung duduk di tengah-tengah mereka.


"Kamu kenapa kok kayak lemes gitu" tanya Pandu sambil mengelus- ngelus puncak kepala Cahaya


"Aku cuman lagi ragu aja yah" jawab Cahaya


"Ragu soal apa" tanya May


"Hmmm soal rencana kita aku takut Rio nanti gak jujur sama masalah ini ntar dia malah bohong sama aku gimana nanti kalau orang tua nya mengancam mau buat aku celaka pasti Rio bakalan milih nyelametin nyawa aku"

__ADS_1


"Hahaha kamu lucu Cah" tawa Pandu pecah


"Kenapa emangnya?" Cahaya bingung kenapa Pandu malah tertawa


"Ini kan rencana kamu yang di jodohkan sama Rio,ayah pastikan kamu gak bakalan di celakain sama siapa pun bahkan tergores sedikit saja ayah gak bakalan biarin kamu tenang aja ayah akan pasang bodyguard di mana-mana" Kata Pandu


"Tapi aku malu masa nanti aku di ikutin terus sama body guard ayah lagian aku kan lagi melakukan penyamaran " Cahaya menolak


"Cek cek cek Cah kamu fikir selama ini kamu gak di ikutin terus sama body guard gitu" kata May


"Lah emangnya selama ini selalu di ikutin ya,kok aku gak tahu dan gak merasa di ikutin sama seseorang" jawab Cahaya dia merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan May


"Jika mereka menyerang secara batin mereka pasti menang jadi ayah minta kamu jangan lemah hanya dengan perkataan yang belum pasti walau itu pasti tidak seharus nya kamu menyerah bukan" Ucap Pandu dengan panjang lebar


"Maaf ayah jika ayah dan ibu bersedia jawab pertanyaan ku ini kalau nggak pun gak apa-apa sebenarnya apa yang di lakukan musuh ayah sampai-sampai ayah memutuskan untuk pindah ke Indonesia bahkan sampai harus ke pedesaan" tanya Cahaya dengan ragu

__ADS_1


Awalnya Pandu tidak ingin bercerita tapi hingga pada akhiranya Pandu menatap ke arah May dan May mengangguk tanda setuju agar menceritakan semua nya kepada Cahaya


"Mereka mengatahui bahwa Nisa sakit saat itu kami ingin menyembunyikan tentang penyakit ini dari Nisa karena kami takut Nisa depresi tapi semua itu di gagalkan oleh musuh ayah mereka secara diam-diam membuat rencana agar Nisa tahu tentang penyakit nya dan rencana mereka berhasil"


"Lalu apa yang terjadi ayah" tanya Cahaya


"Nisa masih tidak percaya dia depresi karena teman-teman nya pergi menjauh saat tahu ia sakit parah ayah membawa Nisa ke rumah sakit dan kata dokter dia harus di bawa ke tempat yang tenang ayah berfikir keras harus membawa Nisa kemana ...(Mengambil nafas panjang lalu membuang nya dengan kasar )"


"Sampai akhirnya Ibu May mu mengatakan untuk di bawa ke desa di mana dulu ia pernah tinggal dan itu sukses membuat Nisa bahagia bahkan dokter mengatakan Nisa akan bertahan cukup lama dari para penderita biasa nya dan dokter memvonis Nisa akan bertahan hidup sampai usia 15 tahun tapi yang di vonis dokter untuk Nisa tidak terjadi bahkan dia hidup lebih lama jadi kita memang tidak seharusnya nya terlalu mempercayai mahkluk tapi kita harus mempercayai Allah dan ayah bersyukur Nisa mendapat kan teman seperti kamu yang mampu membawa nya kepada dunia yang cerah " Cerita Pandu dengan panjang lebar


"Ayah In Sya Allah aku akan menjaga diriku agar tidak terpengaruh hanya dengan perkataan atau bukti yang belum aku ketahui semua itu benar atau tidak nya dan aku angin tahu kapan ayah akan meluncurkan rencana Cahaya " ucap Cahaya dengan bersungguh-sungguh


"Sepertinya lusa karena ayah dan ibu ada waktu luang ayah sudah menjalan kan setengah rencana nya tinggal bertemu dengan keluarga Rahaja untuk memastikan dan nanti saat lusa kamu harus pastikan Rio pulang agak malam oke"


'Hmmm itu berarti aku harus cari cara'gumam Cahaya dalam hati

__ADS_1


Setelah mereka berbicara panjang lebar akhiranya mereka memutuskan untuk tidur karena sudah malam.


JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA TEKAN TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI.


__ADS_2