Cahaya Cinta Rembulan

Cahaya Cinta Rembulan
CCR 35 Dia Kembali


__ADS_3

Episode 35


4 Tahun kemudian...


Hari ini adalaha hari dimana aku wisuda ntahlah aku merasa bahwa hari ini aku akan mendapatkan kejutan yang besar tapi aku bingung aku harus bahagia atau tidak di satu sisi aku sangat merindukan Nisa di sisi lain aku sangat jauh dengan nya.


Satu persati Will,May,dan Dirga memberikan ucapan selamat.


"Happy Gruadation anak Ayah yang cantik" Kata Will.


"Selamat ya sayang Ibu senang kamu udah lulus" ucap May.


"Selamat ya nak kamu sekarang sudah menjadi wanita yang berpendidikan mama kamu pasti senang di alam sana" Kata Dirga(Dirga datang ke Amerika di jemput oleh privet jet milik Will).


"Terima kasih Ayah,Ibu,Bapak kalian adalah kebahagian Cahaya,semoga Cahaya selalu bisa membanggakan kalian"Kata Cahaya sambil menetes kan air mata,mereka pun berpelukan.


Tanpa sepengetahuan Cahaya sejak dari tadi ada seorang wanita yang memperhatikan nya di dalam mobil sembil tersenyum dan bergumam 'Aku bangga padamu Cah,aku akan kembali dan menambah kebahagian untuk mu tunggu aku di rumah..'


Kemabali ke Cahaya...


"Oh iya Cah Ayah dan Ibu punya kejutan buat kamu di rumah" kata Will.


"Kejutan apa Yah-Bu, Cahaya jadi penasaran nih"ucap Cahaya sambil memasang mimik muka yang penasaran.


"Rahasia dong,tapi Ayah sama Ibu yakin kamu pasti bakalan bahagia baget dengan kejutan yang kami berikan" ucap May sambil tersenyum ke arah Cahaya.


"Ya udah yuk kita pulang,Cahaya udah penasaran banget sama kejutan nya" Kata Cahaya sambil nyengir.


"Ck kamu gak mau gitu party sama teman-teman kamu dulu"Kata Dirga melihat tingkah Cahaya yang ingin pulang cepat.


"Gak usah deh kayak nya party nya lain kali aja" kata Cahaya.


"Ya udah kita ngalah,yuk kita pulang"ucap May sambil menggandeng tangan Cahaya pergi meniggalkan Dirga dan Will.

__ADS_1


"Ck dasar giliran anak di gandeng,suami malah di tinggalin" kata Will dengan kesal.


"Ehemm mas kalau mau mas boleh kok gandengan sama aku mas" ucap Dirga dengan nada alay dan gaya suara seperti wanita.


"Idihhh...mit amit tujuh turunan emang lo fikir gue gay"kata Will bergidig ngeri lalu meninggalkan Dirga.


Dirga pun sontak tertawa terbahak-bahak.


"Dirga cepat naik mau geu tiggalin"kata Will sambil berteriak.


Dirga pun sontak berlari ke arah mobil dan langsung naik ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Cahaya sibuk berbicara dengan May. Dan Will dengan Dirga ntah lah mereka membicarakan hal-hal yang sama sekali tidak penting.


Mereka pun sampai di kediaman mereka House Wallace.


"Cah kamu tutup mata ya"kata May.


"Emang nya harus gitu bu?"


Cahaya pun hanya mengangguk dan May pun mulai memasangkan penutup mata.


Mereka pun turun dari mobil May menuntun Cahaya untuk masuk kedalam rumah dan ternyata seseorang telah menunggu nya di dalam.


Setelah Cahaya sampai di ruang tengah,May dan Pandu menyuruh nya untuk tetap berdiri seperti itu dan mereka meniggalkan Cahaya sendirian.


"Cah tunggu ya kita mau ambil dulu hadiah nya"


Cahaya hanya mengangguk saja,sekitar 10 menitan Will,May,Dan Dirga tak kunjung datang.


"Hey kalian lama sekali aku buka ya penutup mata nya sekarang" Cahaya hendak membuka penutup mata nya tapi...


Tiba-tiba terdengar langkah sepatu wanita mendekat ke arah Cahaya dan grepp seseorang memeluk Cahaya dari arah depan dan berbisik "selamat Cahaya"tentu saja Cahaya kaget karena dia mengenal bau farfum ini,dia kenal dengan suara nya,Cahaya pun langsung membuka penutup mata nya dan alangkah lebih terkejut nya orang yang memeluk nya ini orang yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Nisa...apa aku tidak sedang bermimpi"kata Cahaya lirih karena tidak terasa air mata Cahaya mulai meleleh.


Ya orang itu adalah Nisa sahabat terbaik Cahaya.


"Hey kenapa kau menjadi cengeng sekali,kau tidak sedang bermimpi sini biar gue cubitt"kata Nisa.(Nisa mencubit tangan Cahaya)


"Awww" Ringis Cahaya


"Jadi lo beneran Nisa tapi Nisa udah ..."


"Udah meniggal itu kan yang lo mau bilang"potong Nisa


Cahaya hanya mengangguk.


"Ck itu ntar gue jelasin semuanya tapi lo gak mau peluk gue gitu,lo gak kang.." ucapan Nisa terhenti karena tiba - tiba Cahaya memeluk Nisa.


"Hiks hiks hiks Lo jahat Nis kenapa lo bohongin gue,lo tahu 4 tahun gue tanpa lo ya udah pasti lah gue kangen sama lo,gue kesepian tahu gak,gue gak punya teman curhat "ucap Cahaya dengan posisi masih memeluk Nisa.


"Lo tahu gue kehilangan lo banget,gue terpukul,gue kesepian,hidup gue serasa hampa tanpa ada lo yang selalu cerewet sama gue"


Nisa hanya diam mendengar kan ocehan Cahaya dia membiarkan Cahaya menumpahkan segala kerinduan nya.


"Ekheem... mau sampai kapan pelukannya gak pegel apa" Suara deheman Will terdengar.


Cahaya yang mendengar nya pun langsung melepaskan pelukan nya dan langsung menatap Will,May,dan Dirga dengan tatapan tajam.


"Ck Ayah ganggu tahu gak udah ah aku mau bicara banyak hal sama Nisa,tapi ingat aku butuh penjelasan dari kalian bertiga"ucap Cahaya langsung menarik Nisa ke atas ke kamar nya tanpa perlawanan Nisa pun mengikutinya karena jujur Nisa juga sudah merindukan Cahaya.


"Kita harus siap-siap nih nanti bakal di introgasi tuh sama princes"Kata May pergi ke dapur meninggalkan Will dan Dirga.


"Eh bukan kita maksudnya kamu sama mas Dirga yang akan di introgasi"kata May setelah sampai di dapur.


Mereka berdua hanya terperangah mendengar perkataan May,mereka tahu Cahaya tidak akan meng introgasi May karena Cahaya terlalu menyayangi May.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA TEKAN TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI


__ADS_2