
Episode 6
"Cahaya Om dan tante juga mau bilang kalau besok kita akan pergi ke London untuk menenangkan diri " kata Om Pandu
"Baik om semoga selamat sampai tujuan"[Cahaya]
"Gimana kalau besok kamu bareng sama om dan tante berangakat ke kota XXX nya sekalian saja" tawar tante May
"Gimana Pak" Tanya Cahaya
"Bapak ijinin kamu tapi bapak gak punya uang banyak buat hidup kamu di sana selama cari kerja"
Cahaya terlihat tertunduk murung
Om Pandu dan Tante May pun saling bertatapan dan menganggukan kepala seperti mereka sudah merencanakan sesutau untuk memecah kan masalah Cahaya
"Hmmm Dirga-Cahaya aku dan istri ku punya apartemen di kota XXX dan Cahaya bisa tinggal di sana secara gratis dan selama mungkin dan untuk masalah biaya hidup untuk satu bulan ke depan kami bisa memberi kan nya untuk Cahaya kami juga tidak merasa keberatan jika kami harus membiayai Cahaya boleh kan kami mohon ijin kan kami mengangkat Cahaya sebagai anak kami " ucap Pandu dengan sedikit penuh penekanan
Cahaya dan Dirga hanya terdiam sejenak sampai akhirnya Cahaya membuka suara
"Tidak Om itu terlau merepotkan lebih baik nanti saja Om aku pergi nya dan untuk masalah pengangkatan anu sebagai anak om dan tante aku serah kan sama Bapak " Cahaya berkata seperti itu karena ia merasa semua keputusan ada di tangan pak Dirga
"Baiklah aku setuju tapi aku tidak ingin Cahaya terluka dan jangan batasi hubungan ku dengan Cahaya nanti"jawab Dirga
__ADS_1
"Terima kasih Dirga, saya janji Cahaya akan baik-baik saja dan kami tidak akan membatasi hubungan kalian" Ucap Pandu dengan bersungguh-sungguh
Akhirnya mereka berpelukan.
Dari tadi Cahaya memperhatikan saja dia hanya bisa diam dan dia ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga Nisa karena mau mengadopsi nya
"kalau begitu om-tante Cahaya pulang dulu untuk membereskan barang-barang yang harus Cahaya bawa besok" Cahaya berpamitan sambil mencium punggung tangan Pandu dan May
Sedikit informasi sebenarnya ayah nya Nisa seorang pembisnis besar dan tentu saja kekayaan nya ini selalu di pakai untuk keperluan anak semata wayangnya yaitu Nisa dari dulu Nisa tidak punya teman yang benar-benar tulus sampai akhirnya Keluarga Nisa memutuskan pindah ke kampung halaman dimana dulu ibunya Nisa tinggal ya Nisa blasteran Indonesia-Inggris
Kalian pasti penasaran kan kenapa nama ayah Nisa menjadi Pandu
Author kasih tahu aja yah
Sebenarnya William Wallace adalah nama aslinya ,karena nama itu terlalu bagus dan tidak cocok untuk yang tinggal di pedesaan di gantilah menjadi Pandu nama panggilan dan hanya May,Nisa,Cahaya,dan Dirga saja yang tahu akan hal itu
"Iya Cahaya,nanti biar di antar pak Jamal (supir pribadi )yang mengantar kamu jangan menolak"Om pandu berkata dengan tegas
Cahaya tidak bisa menolak dia dan Bapak nya pun pulang di antar pak Jamal
Di sepanjang perjalanan hening menghiasi suasana Cahaya dan Bapak nya hanya terdiam tidak berkata sepatah kata pun
Pak Dirga mengerti akan hal itu jadi dia pun diam agar anak nya merasa tenang untuk sejenak
__ADS_1
Mobil telah sampai di depan rumah Cahaya
Mereka pun masuk ke rumah dan tiba-tiba saja Cahaya berkata
"Pak aku ingin tidur di temani Bapak boleh"
"Tentu saja nak,gimana kalau kita tidurnya di ruangan tengah saja"
Cahaya hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju
"kamu tunggu di sini biar Bapak siapkan dulu"
"iya pak aku mau beres-beres baju juga buat besok"
"ya udah nanti kalau udah selesai kamu kesini atau nanti Bapak panggil kamu ya"
Semua nya sudah di siapkan oleh Bapak nya dari karpet,kasur,bantal,guling,selimut dan tidak lupa menyalakan tv
Begitupun dengan Cahaya dia sudah selesai membereskan baju nya ke dalam koper
"Cahaya udah beres nih"[Bapaknya Cahaya ]
"Iya Pak" [Cahaya ]
__ADS_1
Mereka pun tidur bersama di lantai hanya beralaskan karpet dan kasur lantai tapi setidak nya itu membuat Cahaya lebih tenang.
JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA TEKAN TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI😊