
Episode 37
Waktu memang terus berjalan dan hari juga terus berganti tapi cinta dan hatiku tidak akan pernah berubah sedikit pun
~Rio Raharja~
______________________________
Di bandara....
Hari ini adalah hari dimana Cahaya akan kemabali ketempat di mana ia di besar kan dan di lahir kan.
"Cah Ibu dan Ayah pasti bakalan rindu baget sama kamu"kata May sambil memeluk Cahaya.
"Cah lo tunggu gue ya nanti gue nyusul,ingat lo harus jaga diri baik-baik ok lo jangan telat makan nanti lambung lo kambuh" Ucap Nisa
"Kalian semua dengar ya Cahaya pasti akan sangat merindukan kalian,tapi Cahaya harap kalian segera nyusul Cah ke Indonesia,dan Cah janji akan jaga diri baik-baik lagian kan ada bapak yang bisa jaga dan ngawasin Cah"
Kemudian Will,May,dan Nisa satu persatu memeluk Cahaya.Setelah itu mereka memeluk Dirga tanda perpisahan.
"Dirga gue titip Cahaya sama lo" kata Will
"Ck lo pikun apa gimana sih Cahaya kan anak gue tanpa diminta gue juga pasti bakalan jaga dia" kata Dirga dengan sedikit kesal.
"Oh"Will hanya ber'oh' ria saja.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara panggilan bahwa privat jet yang akan di naiki Cahaya dan Dirga akan segera lepas landas.
"Ayah,Ibu,Nisa Cah berangkat sekerang jaga diri kalian baik-baik"kata Cahaya sambil menetes kan air mata lalu ia memeluk mereka sekali lagi.
Cahaya dan Dirga pun mulai menaiki pesawat berat memang tapi tak ada pilihan lain karena di Indonesia saat ini ada seseorang yang menunggu nya.
'God bay Amerika'batin Cahaya setelah di dalam pesawat.
Pesawat Cahaya pun lepas landas sekitar 8 jam pesawat yang di naiki Cahaya mengudara akhirnya dia sampai di bandara Soekarno-Hatta.
Cahaya dan Dirga keluar dari bandara dan mencari taxi...
'I'm come back Indonesian'
"Cah kamu mau langsung ke apartemen"tanya Dirga.
"Ya sudah kamu jaga diri baik-baik Bapak langsung pulang ke kampung kamu jaga diri baik-baik di sini" Kata Dirga mengingat kan Cahaya.
"Iya pak Cah pasti jaga diri dengan baik,Bapak hati-hati ya semoga selamat sampai tujuan."tutur Cahaya.
Dirga hanya mengangguk lalu ia masuk ke dalam taxi dan pergi meninggalkan Cahaya.
Sekarang Cahaya akan menelpon seseorang mungkin orang yang akan Cahaya telepon akan sangat terkejut.
Cahaya pun membuka daftar kontak di hp nya dan mulai mencari nama Rio(Rio tidak pernah mengganti no telpon nya) dia pun menekan tombol paggilan.
__ADS_1
Tut tut tut ...
"Hallo dengan siapa ini saya sekertaris tuan Rio,saat ini Tuan Rio sedang rapat"kata Tina.Ya Tina yang mengangkat Telepon Rio karena jika sedang rapat Rio selalu menitip kan telepon nya pada Tina.
"Berikan telepon nya sekarang pada Rio"kata Cahaya tegas di merasa cemburu karena seorang wanita yang mengangkat telepon nya walau dia tahu yang mengangkat adalaha sekertaris Rio.
"Tapi..."
"Tidak ada kata penolakan untuk ku cepat berikan"bentak Cahaya yang mulai geram.
"Baiklah..."
Tina terpaksa memberikan telepon nya kepada Rio karena dia juga masih bisa berpikir bahwa wanita di telepon itu pasti kenalan Bos nya.
Tok tok tok
Rio sedang rapat di kaget kan dengan ketukan pintu dari Tina.Tina pun memberi isyarat bahwa ada telepon penting.Rio yang mengerti dengan apa yang di isyarat kan Tina langsung meminta ijin untuk keluar sebentar.
"Ada apa,apa ada telepon penting"tanya Rio setelah berada di depan Tina.
"Anu pak ada seorang wanita yang menelpon dia memaksa ingin berbicara dengan bapak"
Rio sangat kesal karena yang menelpon adalah seseorang wanita yang tidak kenal,maksudnya belum ia sadari wanita yang ia kenal.
"Hallo ini dengan siapa"tanya Rio dengan suara berat nya.
__ADS_1
"Hufft kamu lupa sama suara aku" Kata Cahaya di sebrang sana.
JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA TEKAN TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI