
Episode 30
Saat tiba di apartemen Cahaya langsung di gendong oleh Pandu karena saat sampai pun Cahaya tidak bangun.
Pagi telah tiba Cahaya mulai mengerjap-ngerjap kan matanya dia lalu ingat kejadian di cafe tak terasa air mata matanya berjatuhan kembali tanpa sepengetahuan Cahaya Pandu dan May sudah di ambang pintu kamarnya dan mendengar Cahaya menangis.
Tok tok tok
"Cah boleh ayah dan ibu masuk?" tanya May
"Boleh yah-bu..." jawab Cahaya
Pandu dan May pun masuk dan duduk di samping Cahaya dia menghapus air mata Cahaya.
"Cah kamu kenapa kok nangis apa yang terjadi ibu mohon jangan tutupi apa pun dari ibu" tanya May
"Bu apakah ayah dan ibu semalam jadi datang ke rumah Rio?" tanya balik Cahaya
"Tidak Cah bagaimana ayah dan ibu bisa pergi kalau melihat mu seperti ini kau bahkan tidur dari kemarin siang sampai pagi ini baru bangun tapi ibu tidak masalah asal kamu bisa tenang"
"Hufttt untung saja bu oh ya bu aku ingin rencana kita batalkan aku tidak ingin pernikahan ini terjadi rasa nya hati ku sangat hancur atas apa yang aku dengar kemarin hiks hiks hiks" Cahaya menagis kembali
__ADS_1
"Memang nya apa yang terjadi apa yang kamu dengar ceritakan lah pada kami "tanya Pandu sambil menenangkan Cahaya.
"Sebenarnya...
Flashback on
Di cafe
"Wah-wah ada yang baru menang taruhan nih" ucap Toni
"Yoi lo benar luar biasa bro untuk taruhan kali ini lo sampai relain tinggal di apartemen hanya untuk meyakin kan Cahaya cewek kumuh itu hahaha" celetuk Dion
"Gimana lagi gue gak punya pilihan buat dapetin hati tuh cewek dia orang kampung jadi mudah aja buat gue bohongin apa lagi yang bukin gue geli dia nolak cinta gue dan nyuruh gue temui orang tuanya gak sudi banget kan trus nih Cahaya si cewek kampung itu nanya sama gue kalau nanti ada pilihan antara dia dan materi gue mau pilih mana.Awal pertemuan memang gue kira dia orang berada eh pas udah kenal dia cuman memakai fasilitas milik sahabat nya miris banget kan " Rio berhenti bicara dan menyeruput kopi nya
"Ya jelas lah gue pilih dia tapi boong biarin dia ngira nya gue bakalan milih dia yang penting nanti gue bakalan ninggalin dia lagian gue gak punya rasa sedikt pun sama tuh cewek" kata Rio dengan santai nya
"Wishh lo sadis bener"kata Toni
"Toni-Toni lo kayak baru tahu aja Rio kan memamg gitu ngasih harapan sama cewek lemah karena tantangan dari kita dia jadian sama tuh cewek besok nya putus kan sakit banget..." Ucap Dion
"Betul banget tuh gue gak nyangka lo sadis benar sama Cahaya" ucap Toni
__ADS_1
"Bodo amattt!!! toh yang sakit hati dia bukan hati gue,apa lagi dia hidup hanya ber alaskan bekas sahabat nya Ihhh ogah baget kan" celetuk Rio
Flashback of
Pandu yang mendegar kan cerita Cahaya dia langsung mengepal kan tangan nya dan muka nya merah padam berbeda dengan May dia langsung memegang dada nya karena terasa sesak Cahaya dan Pandu terkejut.
"Ayah ibu kenapa" tanya Cahaya
"Cepat siapkan mobil" kata Pandu
Pandu menggendong May ke dalam mobil,Pandu yang mengemudi sedangkan Cahaya bersama May di jok belakang.
Saat tiba di rumah sakit semua orang menatap ke arah Cahaya yang penampilan nya lusuh muka kusut dan kerudung yang risek tapi Cahaya tidak memperdulikan hal itu yang penting sekarang May harus di rawat secepat nya.
Pandu memanggil dokter tentu saja semua orang mengenal Pandu dan May karena rumah sakit itu milik mereka,May di bawa ke UGD Cahaya mondar mandir tak karuan Pandu yang melihat nya merasa kasihan di tambah dengan kondisi Cahaya yang masih sakit hati.
"Cah kamu sebaiknya duduk dulu ya biarkan dokter yang menangani ibumu kamu juga harus istirahat kalau kamu sakit nanti ibumu yang akan semakin terluka " kata Pandu sambil menuntun Cahaya untuk duduk di kursi tunggu pasien.
Cahaya hanya menurut saja dia tidak ingin May lebih sakit karena diri nya belum sampai duduk tiba-tiba pandangan Cahaya mulai kabur kepalanya terasa pusing.
Brukk
__ADS_1
Cahaya pingsan sontak Pandu merasa kaget dia langsung memangku dan membawa Cahaya ke ruang rawat.
JANGAN LUPA LIKE YA INGAT LIKE GRATIS KOK DAN JUGA PENCET TOMBOL LOVE AGAR GAK KETINGGALAN SAMA CERITA INI