Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
akhirnya


__ADS_3

"Apaaaa...?" Teriak Purnama terkejut mendengar pernyataan anak sambungnya itu.


"Aku dan Bunga sudah berusaha menepis perasaan kami dad,tapi maaf kami tak bisa menghilangkannya!" Bumi dan Bunga tertunduk sedih.


"Sayang...,yang dinyatakan mereka benar. Mereka bukan mahrom jadi tak apa jika mereka ingin menikah,kamu jangan pikirkan omongan orang ya!" Rayu Senja yang faham betul tentang kasus kedua anaknya itu.


"Tapi...!" Purnama melihat Bunga dan Bumi yang terlihat tertekan dan sedih.


"Siapkan pesta pernikahan mereka Lang secepatnya!" Langit yang mendengar instruksi dadanya terkejut sekaligus senang karena daddy Purnama akhirnya merestui hubungan kedua adiknya itu.


"Siap dad.... Selamat ya adik songong,pada duluin kakak!" Langit keluar sambil mentoyor kepala kedua adiknya itu dengan hati yang gembira untuk mereka.


Bumi dan Bunga masih tak percaya kalo mereka mendapatkan restu dari semuanya,mereka betul-betul bahagia.

__ADS_1


"Kenapa kalian begitu lama menyembunyikannya dari bunda dan daddy ah? Kalian pasti tersiksa dengan itu semua! Sekarang bahagialah,kalian tak perlu lagi menutupi pada siapapun tentang hubungan kalian!" Senja memeluk kedua anaknya yang sudah meneteskan air mata bahagia itu.


***


Pesta pernikahan Bunga dan Bumi telah terlaksana seminggu yang lalu dan kini tersisa satu lelaki jomblo di keluarga Arnault yaitu Langit Senja Angkasa. Pria berusia 30an yang tampan,mapan dan juga terkenal yang belum pernah dekat dengan seorang wanita manapun.


"Apa aku harus menikah juga? Apa aku akan bahagia bersama istri dan anak-anakku? Apa aku bisa jadi kepala keluarga yang baik kelak? Apa aku tidak seperti ayah kelak?" Berjuta pertanyaan dan ketakutan memenuhi pikiran Langit.


Rasa trauma yang diberikan sang ayah dan juga bundanya membuat ia takut akan sebuah hubungan apalagi itu pernikahan!


Senja tahu keadaan anaknya,ia merasa sangat bersalah dengan Langit. Langit yang cemburuan selalu dengan Bumi saat kecil dan Langit yang dipaksa mandiri dan dewasa karena keadaan. Langit yang selalu melihat kesedihan sang Bunda dari ulah sang ayah dan laki-laki jahat yang hanya memanfaatkannya.


Langit yang entah kapan bertemu dengan tulang rusuk sejatinya itu.

__ADS_1


***


"Sayang...,ayo lah kita bulan madu juga kayak Bumi dan Bunga!" Lagi-lagi Purnama membuat Senja memerah malu.


Betapa tidak,suaminya yang memang masih terbilang muda itu tidak pernah merubah sikapnya selama bersamanya. Bahkan ia tak segan-dengan menggoda sang istri didepan teman-temannya seperti yang sekarang ia lakukan,membuat iri semua orang yang melihat tingkah manja dan romantisnya itu.


"Mas...,lepas. Malu tahu udah tua masih aja kayak gini!" Senja berusaha melepas pelukan sang suami.


"Maaf ya semuanya,soalnya saya cinta sangat sama wanita tua ini. Jadi saya permisi ya mau bawa dia bulan madu lagi!" Dasar Purnama bisa saja membuat Senja tersanjung bahagia dengan cinta dan perhatiannya.


Purnama pun langsung membawa sang istri menuju jet pribadinya dan menyusul bulan madu Bumi dan Bunga.


*

__ADS_1


"Akhirnya!" Langit merasa lega karena Bumi justru memberanikan diri untuk mengatakan semuanya pada sang daddy.


"Apa kalau aku menikah nanti daddy dan bunda akan mengacaukan bulan masduku juga?" Langit tertawa karena ia tahu sekarang Bumi dan Bunga pasti kesal karena bulan madu mereka direcokan ortunya!


__ADS_2