
Sehari sebelum pernikahan Langit dan Cahaya,ia dikejutkan dengan datangnya sosok pria yang tak dikenalnya ke apartemennya.
" Perkenalkan aku Samudra, mantan suami Cahaya! " Ucap pria berambut putih itu.
Pria itu masih memakai pakaian kantor dengan rapih berdiri didepan pintu apartemen Langit dan mengulurkan tangannya sebagai salam perkenalan padanya.
" Langit, calon suami Cahaya! " Ucapnya penuh penekanan.
" Silakan masuk! " Langit mempersilakan Samudra masuk kedalam apartemen mewahnya itu dengan terpaksa.
" Langsung saja tuan saya datang kemari untuk memberitahukan anda sesuatu tentang calon istri anda itu! " Ucap samudra to the point.
" Lihatlah ini...! " Pria itu mengeluarkan sebuah foto vulgar Cahaya dengan seorang laki-laki lain.
skip foto takut ada bocil yang baca, ups!
***
__ADS_1
Langit berjalan begitu tergesa-gesa masuk kedalam mobil dan pergi kerumah Cahaya.
Sesampainya disana rumah Cahaya sangat ramai penuh dengan ibu-ibu yang sedang melakukan pengajian.
Dengan amarah bercampur malu Langit terpaksa menemui Cahaya meminta kejelasan foto yang diberikan Samudra.
" Hal penting apa sampai kau datang kesini dan tidak membicarakannya di telepon? " Tanya Cahaya setelah mereka berdua di halaman belakang rumahnya.
" Apakah ini kau? " Langit memberikan foto Vulgar Cahaya padanya.
" Astaghfirullah kau dapat ini dari mana? " Cahaya lemas melihat auratnya dipertontonkan didepan calon suaminya itu.
" Lagi-lagi ia melakukannya! " Cahaya tak percaya bahwa mantan suaminya itu begitu jahat padanya.
" Suamiku dulu suka berjudi dan main wanita! Ia sadar dan bertaubat saat aku memintanya bercerai. " Cahaya berhenti bicara mengingat kembali semua kenangan yang harusnya ia lupakan.
" Salah satu pacarnya hamil dan Samudra tidak mempercayai kalo anak yang dikandungnya adalah anaknya! " Cahaya berdiri dan meminta Langit masuk kekamarnya agar ia bisa lebih leluasa menceritakan semuanya.
Mereka memasuki kamar Cahaya dan mengunci pintunya agar tak ada orang yang mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
Beberapa ibu-ibu pengajian berbisik-bisik tentang mereka apalagi melihat calon suami Cahaya yang ternyata begitu tampan dan masih muda.
" Demi Allah aku tak pernah berzina dengan laki-laki itu, ia dibayar pacar Samudra untuk balas dendam padanya. " Cahaya begitu terluka dan malu karena ulah mantan pacarnya Samudra.
Langit hanya terdiam membatu mendengarkan semua cerita Cahaya.
" Aku tak kan memaksamu mempercayainya, bahkan dulu pun Samudra suami yang telah belasan tahun menikah denganku tidak mempercayai. " Cahaya duduk dikasurnya dan meremas kembali foto yang ia pegang.
" Aku selalu memaafkan semua perselingkuhannya yang jelas-jelas ia lakukan, tapi dia tak mempercayai ku yang jelas-jelas di fitnah oleh mantan pacarnya sendiri. " Cahaya sangat kecewa dengan Samudra yang justru menceraikannya dengan tidak hormat karena fitnah itu.
" Wanita itu menaruh obat tidur saat ia memintaku untuk menemuinya di apartemennya. Ia menyuruh seorang pria berfoto denganku yang telah ia ditelanjangi agar Samudra menceraikanku dan kembali padanya. " Cahaya menatap Langit yang masih saja membatu tanpa sekata apa pun.
" Pria itu sangat membutuhkan uang untuk adiknya operasi, ia tak ada niat jahat padaku! " Cahaya mengambil ponselnya dan memperlihatkan seorang anak kecil dirinya dan pria difoto tersebut didalam ruang perawatan dirumah sakit.
" Kau bisa datang menemuinya! " Cahaya mengetik alamat pria itu dan mengirimnya pada Langit.
" Dan jika kau masih ragu, kau boleh membatalkan pernikahan kita besok! " Dengan berat hati penuh kepedihan Cahaya mengatakan semua itu.
deg
__ADS_1