
Senja telah menyelesaikan sholat zuhurnya dan bergegas menemui Cahaya calon menantunya.
"Sayang kau nyakin tidak mau ku antar?" Tawar Purnama dividieo call.
"Tidak mas,kamu kerja saja biar aku yang mengurus proses ta'aruf si kakak!"Senja tersenyum manis menatap suaminya yang semakin tampan dan mempesona itu.
"Hati-hati sayangku,muachπππ!" Purnama selalu saja romantis walau sang istri bisa dikatakan sudah benar-benar! Upsss Sorry Senja ku.
"Iya sayang,kamu juga yaππ€!" Balas Senja yang bisa dikatakan lebih jarang memanggil sayang pada sang suami,dibandingkan suaminya padanya!
*
Senja melihat seorang wanita anggun berhijab dan bercandar kuning muda lembut yang sedang berdiri hendak membukakan gerbang rumahnya.
"Cocok!" Batin Senja tersenyum bahagia. Namun ia juga takut kalo anaknya akan ditolak karena terlalu muda untuk sahabatnya itu!
"Assalamualaikum Aya cantik nan sholeha,pa kabar?" Senja memeluk Cahaya hangat.
__ADS_1
"Wa alaikum salam bundanya sayang,daku baik dikau gimana?"Balas Cahaya seperti biasa membalas salam dan pelukan sahabatnya itu.
"Ih aku jadi kepo bangat siapa si ikhwannya yang bunda maksud?" Cahaya deg-degan siapa kah yang mau ta 'aruf dengannya setelah 5 tahun ia menjanda.
"Insyaallah dia lelaki yang baik untukmu dan anak-anakmu jika engkau menerimanya!" Senja duduk dan mengeluarkan map dari dalam tas brandednya itu.
"Bentar,aku ambil minum dulu!" Cahaya berlari kedapur dan membawa 2 gelas juice mangga untuknya dan sahabatnya itu.
"Silakan bun! Ini aku kemarin bikin nastar,dicoba ya tapi jangan di order aku ga jualan!" Mereka tertawa kompak.
"Ini biodatanya!" Senja memberikan map itu pada Cahaya.
"Bismillah boleh aku buka sekarangkah?" Cahaya memandang Senja dengan penuh sabaran gugup untuk membuka map itu.
"Inikan? Langit putramu bun,benarkan?" Cahaya sangat terkejut ketika hal pertama yang ia lihat dari map itu adalah foto anak sahabatnya yang beberapa kali ia ceritakan sejak 7 bulan persahabatan mereka.
"Iya dia putra pertama ku Langit Angkasa Senja!" Senja meneguk juice mangganya menghilangkan kecanggungannya.
__ADS_1
"Kau tidak mengeprankku kan bun?" Cahaya masih tak percaya kalo kandidat suaminya adalah anak sahabatnya sendiri.
"Ya Ga lah Ya! Anakku yang ingin ta'aruf dengan Mu,bahkan dia tak tahu kalau kita berteman!" Senja menjelaskan bahwa ia adalah pilihan anaknya sendiri bukan karena suruhannya,karena ia memberikan beberapa biodata wanita lainnya dan bukan sekedar biodata Cahaya saja.
"Kau nyakin dia sendiri yang ingin ta'aruf denganku bukan karenamu?" Cahaya tak mau jika sahabatnya kasihan padanya dan menyuruh anaknya untuk menikahinya kelak.
Senja menanggukkan kepalanya sambil kembali menengguk juicenya.
"Sebentar-sebentar aku baca dulu budayanya!" Cahaya melihat teliti isi biodata Langit.
"10 tahun lebih tua aku dan dia terlalu keren dan tampan untukku bun,ah kau bercanda bun!" Cahaya menyandarkan tubuhnya ke Sofa dan matanya memandang foto Langit yang muda dan tampan.
"Aku dan suamiku 14 tahun bedanya Ya,apa kau lupa?" Senja menatap Cahaya menyakinkan bahwa semua itu bukanlah hambatan bagi mereka.
"Tidak-tidak kau pasti ngerjain aku,ini ku kembalikan!" Cahaya bangun dari duduknya dan memberikan map yang ia pegang pada Senja.
"What kau menolak anakku begitu saja,tanpa mempertimbangkan sedikitpun?" Senja melotot tak percaya sahabatnya yang ia pikir langsung menerima anak tampannya itu justru tak percaya padanya dan mengembalikan biodata anaknya.
"Kau ga mau coba istikharah dulu gitu Ay?" Bujug Senja.
__ADS_1
"Ini beneran ga bercanda?" Cahaya mengira temannya itu sedang mengerjainya tapi melihat kekecewaan dimata sahabatnya membuat ia tak percaya kalo semua ini serius!
"Ini ambil dan istikharahlah,Setelah itu kau baru mengabariku tentang keputusanmu! Yang pasti anakku ingin serius menikah denganmu Cahaya Temaram!" Senja mengembalikan map berisi biodata Langit pada Cahaya lalu pamit pulang dari rumah Cahaya.