
Sret!
Bumi mengangkat Bunga dan menggendongnya ala bridal style kedalam mobilnya.
Sepanjang perjalanan Bunga terus membuang wajahnya kejalan dengan airmata yang belum juga bisa ia hentikan.
Bumi dengan cepat melaju mobilnya hingga dalam beberapa menit saja akhirnya mereka sampai di apartemennya dan segera menggendong kembali Bunga hingga kedalam apartemennya.
"Apa masih sakit?" Bumi memegang wajah Bunga yang masih terlihat merah bekas tangannya.
Bunga hanya menggelengkan kepalanya dan enggan menatap Bumi yang berjongkok didepannya sambil memegang wajahnya.
Cup
Bumi mencium pipi Bunga yang ia tampar tadi membuat yang empunya menatapnya.
Cup
Bumi mencium kembali Bunga namun kini di bi..rnya.
"Maaf karena ku kau semenderita ini!" Bumi menempelkan keningnya dengan kening Bunga.
cup
Lagi-lagi Bumi mencium bi..r Bunga,namun bukan sekedar menempel seperti ciuman sebelumnya. ciuman yang sangat lembut menyesap perlahan membuat Bunga membuka bi..rnya memberikan ruang leluasa Bumi mengeksplor tiap giginya dan meli..t lidahnya.
"ummm!" Suara aneh begitu saja lepas dari bi..r Bunga membuat Bumi menjatuhkannya perlahan kekasur sambil terus menyesap bi..r manisnya gadis itu.
__ADS_1
Sreet
Bumi telah melepas pakaian yang menempel ditubuh Bunga dan dirinya,membuat mereka tak ada penghalang sedikitpun.
Entah kerasukan apa Bumi terus terbawa arus kenik..tan yang ia ciptakan sendiri membuat mereka melupakan segalanya dan masuk lebih dalam lagi untuk menikmati sensasi pengalaman pertama mereka dalam ruang cinta.
De..han demi desa..n terdengar memenuhi apartemen itu.
"Ah...!" Bunga menahan sakit saat Bumi menghu..skan sepenuhnya miliknya kedalam pusaran indah Bunga.
Bumi menghentikan sejenak miliknya sambil terus menge..pi bibir dan mere..s lembut bakpao Bunga agar ia sedikit melupakan sakit diintinya itu.
Setelah Bunga kembali terbuai Bumi kembali mempo.pa Bunga membuatnya ter.ngah-engah nikmat hingga keduanya sampai diujung syurga permainan mereka malam itu.
Bruk
Bumi terjatuh disisi kanan Bunga,kemudian menarik Bunga untuk tidur dalam pelukannya.
"Kau kenapa?" Bumi bangun dan duduk di kasur.
"Sakit kak!" Ucap Bunga malu-malu.
Bumi melihat Bunga dan nampak di kasur yg ia duduki ada bercak darah karena ulahnya semalam.
"Sit...!" Bumi meremas rambutnya dan tersadar kesalahannya semalam yang ia perbuat pada Bunga.
"Kakak tidak usah menyesal dan mengatakannya pada siapapun,lupakan saja yang semalam!" Bunga tahu kalo Bumi sedang menyesali perbuatannya semalam bersamanya.
__ADS_1
"Bukannya aku gadis barat dan hidup di barat yang bebas! Jadi wajar jika gadis seperti ku bebas melakukannya walau tanpa ikatan apapun!" Bunga mengatakan itu agar Bumi tidak tertekan dan merasa bersalah pada dirinya.
" Ayo aku bantu kau ke kamar mandi!" Bumi mengalihkan pembicaraan dan menggendong Bunga kedalam kamar mandi.
Bumi menaruh Bunga dalam bedthup dan mengisi air hangat untuk membersihkannya.
"Aku bisa sendiri kak!" Bunga tak enak jika Bumi membantunya mandi dengan rasa bersalah yang terlihat jelas di wajahnya.
"Kita mandi bersama!" Bumi masuk kedalam bethup dan meraih tangan Bunga mulai membantu membersihkannya.
Cup
Bumi mencium Bunga untuk menyakinkannya.
"Kau jangan khawatir,aku akan bertanggung jawab dan semua akan baik-baik saja!" Bumi menarik Bunga dalam pelukannya membuat senjatanya tanpa sadar mulai menghu..s kembali.
Lagi-lagi Bumi melakukan hal bodoh itu membuat mereka terlena dalam kenikmatan untuk kedua kalinya.
*
Deg
"Kenapa dadaku deg-degan begini ya mas?" Senja merasa tak enak akan perasaannya.
"Kenapa sayang?" Purnama memeluk dan mencium Senja dari belakang.
"Ga tahu mas,perasaanku ko ga enak gini ya!" Senja mengahadap kesuaminya dan menatapnya.
__ADS_1
"Insyaallah ga ada apa-apa sayang! Kamu cuman kangen anak-anak saja!" Purnama kembali memeluk istrinya.
"Ayo kita pulang,pesawat kita sudah menunggu!" Purnama mengajak Senja meninggalkan hotel yang mereka tempati saat itu.