
Sudah tiga tahun usia pernikahan Langit dan Cahaya. Sebuah keluarga yang harmonis yang begitu Cahaya dambakan kini telah ia nikmati bersama suami barunya itu.
Dunia yang temaram kini penuh cahaya kebahagian berkat kehadiran dan ketulusan sang suami.
Cahaya terus bersyukur pada Allah atas kebahagiaan yang kini ia nikmati bersama keluarganya.
"Ya Rabb jagalah selalu kebahagiaan kami ini, tanyakanlah rasa syukur selalu padamu dihati-hati kami!" Lirih doa Cahaya disela-sela tilawahnya sambil menemani Tala bermain dengan kakak-kakaknya di taman belakang rumahnya.
"Ma milad Tala kita bikin acara ga?" Tanya Fajar.
"Menurut kalian?" Cahaya sebenarnya tidak ingin anak-anaknya merayakan hari kelahiran mereka.
Tapi dengan statusnya sebagai istri orang terkenal seakan-akan menjadikan itu hal yang wajib dilakukan, karena media meliput mereka semua dihari-hari ulang tahun keluarganya yang mereka ketahui.
Dan yang lebih parah sering terjadi pesta kejutan dari teman-temannya Langit dan keluarga besarnya.
Jadi suka tak suka mereka tetap ikut merayakannya.
"Gimana kalo kita bikin nya di yayasan baru k Awan ma?" Fajar ingat kalo kakak mertuanya itu sudah berhasil mendirikan yayasan ke limanya itu.
"Nanti tanya papa dulu ya!" Jawab Cahaya karena tentunya semua tergantung keputusan sang kepala keluarga.
__ADS_1
***
"Tuan saya sudah menangkap dalang dibalik penyerangan nona Seroja!" Ucap Sky, pemuda tampan blasteran Jerman itu yang menjadi asisten pribadi Langit setelah Pak Agung sopir sekaligus orang kepercayaannya.
"Siapa dia?" Langit menatap tajam sang asisten.
"Tuan Dirgantara tuan!" Ucap Sky sambil memberikan beberapa bukti pada Langit.
Langit tak menyangka buntut penolakan kontraknya dengan perusahaan Dirgantara bisa mengancam keselamatan keluarganya.
"Tuan Dirga sangat kecewa dengan anda tuan, karena tuan adalah satu-satunya orang yang saat ini bisa menyelamatkan perusahaannya!" Sky menjelaskan duduk permasalahan utangnya dengan orang yang mengancam keselamatan keluarganya.
"Saat ini perusahaan sudah diambil alih oleh tuan Pratama, musuh bebuyutannya. Dan itu semua membuatnya bangkrut sekaligus malu yang teramat pada tuan Pratama!" Sky bisa faham mengapa tuan Dirga bisa senekat itu ingin menculik anak tuannya.
***
Akhirnya pesta kecil milad Tala pun diadakan di Yayasan Awan sekaligus pembukaan yayasan tersebut.
Keluarga besar Langit hadir semua disana pun dengan keluarga Cahaya.
"Aduh cucu oma cantik sekali..., sini sayang gendong oma ya!" Senja mengambil Tala dari gendongan Cahaya.
__ADS_1
"Bun kau makin kelihatan awet muda si, ajarin aku ya!" Ucap Cahaya yang seakan Senja hanya temannya saja bukan mertuanya.
Kedekatan Cahaya dan Senja tidak pernah berubah, kadang mereka suka me time berdua walau hanya beberapa jam saja.
"Kau tak sadar dirimu itu sekarang lebih glowing, makanya anakku makin mencintaimu kan!" Senja tahu kalo putranya itu sangat mencintai sahabatnya ini.
"Ah bunda bisa saja!" Cahaya terlihat memerah karena malu atas perkataan sang mertua.
"Talaaaaa.....!" Suara tereakan Seroja membuat Senja tersentak karena tiba tiba saja ada seorang pelayan hendak menembak Tala yang digendong Senja.
Dorrr!
Suara pistol meletup begitu keras mengejutkan semua orang yang sedang menikmati pesta sederhana itu.
"Oma dan Tala tidak apa-apakan?" Tanya Seroja yang berhasil menendang dengan cepat senjata pelayan itu hingga tembakan itu meleset dan mengenai guci air di kolam taman itu.
Dengan cekatan Seroja yang sangat mahir beladiri berhasil melumpuhkan sang pelayan tersebut.
"Amankan pria ini!" Ucap Langit pada Sky yang langsung mengambil alih kuncian Seroja.
Sky begitu kagum pada putri sambung tuan mudanya itu.
__ADS_1
Gadis yang kini telah menyelesaikan sekolah SMA nya itu terlihat begitu muda, cantik dan smart!
"Terima kasih sayang, kamu sudah menyelamatkan oma dan adikmu ini!" Senja mencium sang cucu sambungnya itu.