
"Boleh om menikahi bunda kalian?" Purnama tiba-tiba mengutarakan niatnya yang tadi tak mendapat jawaban Senja.
Prang
Semua orang tiba-tiba menjatuhkan sendoknya terkejut!
"What...,om ngelamar bunda?" Bumi tak percaya kalo akhirnya om kesayangannya itu berani melamar bundanya.
"Boleh tidak?" Purnama mencoba tetap santai dan mengunyah makanannya.
"Jangan buru-buru om!" ucap langit sedikit ketus.
"What kak? Kamu bukannya dulu sangat ingin om jadi ayah kita lalu sekarang kau seolah-olah tak menginginkannya lagi!" Bumi memandang heran kakaknya itu?
"Aku ga mau bunda terluka lagi...!" Langit menghentikan makannya dan keluar begitu saja.
Ada apa dengannya ya? Pikir semua orang di meja makan.
*
"Sepertinya kak Langit termakan hasutan para netizennya deh!" Bumi mondar mandir di taman depan rumahnya bersama Bunga.
"Kau benar kak,ini ga bisa dibiarkan! Perjuanganku selama tiga tahun menyakinkan daddy untuk menyatukannya dengan bunda tidak boleh terhalang oleh mulut jahat mereka! Awas kau netizen!" geram Bunga kesal!
"Sekarang kita harus menyakinkan kak Langit bahwa Bunda takkan tersakiti lagi oleh daddy mu itu. kita cari kak Langit sekarang,ayo cepat!" Langit menarik Bunga berjalan ke mobilnya.
"Kau nyakin daddy mu tidak akan meninggalkan bundaku lagi?" Bumi sekilas menoleh kearah Bunga disampingnya saat menyetir!
__ADS_1
"Arghhh...,kau sama saja dengan kakakmu. M.E.N.Y.E.B.A.L.K.A.N!" Bunga tidak habis pikir kedua pria bodoh itu meragukan daddy nya.
"Kakak itu sudah lumayan tua,tapi ko ga bisa melihat begitu menderitanya daddyku mengabaikan perasaaannya demi kebahagian orang tuanya. Kakak kan sudah ku kasih tahu bukti-buktinya. Kau bahkan tak berpikir untuk apa pria seganteng dan sekeren daddyku bertahun-tahun menduda setelah mommyku wafatkan! Kau bahkan tahu pasti kalo daddyku sangat menyayangi kalian,coba kakak ingat-ingat lagi semua perlakuan daddy selama bersama kalian?" Bunga nyerocos meluapkan kekesalannya itu!
Bumi terdiam mencerna semua perkataan gadis kecil yang sangat cantik itu!
"Aku mau memberitahumu rahasia terbesar daddy yang menjadi bukti bahwa daddy tidak pernah sungguh-sungguh meninggalkan kalian!" Bunga harus memberitahu Bumi agar ia bisa menyakinkan kakaknya Langit untuk merestui daddy nya menikahi bunda mereka.
deg
Bumi sedikit terkejut mendengar ocehan Bunga.
"Apa itu? Kau tidak lagi mengarangnya kan?" Bumi sebenarnya sangat penasaran rahasia besar apakah itu?
"Daddy selalu memantau kalian,daddylah donatur terbesar di yayasan keluarga kalian. Sama juga dengan investor sekaligus pemilik setengah saham diperusahaan kalian!" Bunga menoleh kearah Bumi dan mata mereka saling bertemu untuk saling menyakinkan!
"Purnama Arnault!" Bunga memberitahu Pria tampandi sebelahnya nama lengkap Daddy nya yang dia nyakinin bahwa Bumi dan keluarganya tidak pernah mengetahuinya selama ini!
"Ya Allah,pahlawanku memang keren!" Puji Bumi untuk om kesayangannya itu.
Bunga melihat senyuman lelaki disebelahnya itu membuatnya semakin terlihat tampan!
*
Langit duduk di tangga hijau itu sambil menatap perkebunan bundanya. Ia melihat sang bunda tengah asik bercocok tanam sembari diganggu Purnama.
Ia melihat senyum itu lagi diwajah bundanya,senyum bahagia yang belasan tahun hilang entah kemana.
__ADS_1
Purnama begitu romantis dan kekanakan terhadap bunda,sama seperti awal ia melihatnya. Om kesayangannya belum juga berubah,itulah yang membuatnya nyaman bersamanya.
Langit mencoba menyakinkan dirinya bahwa perkataan Bumi padanya kemarin malam adalah benar,om Pur takkan pernah meninggalkan apalagi menyakiti bunda lagi.
"Sebaiknya aku tak membaca terlalu banyak koment netizen!" Langit bangkit dari duduknya dan masuk kedalam villa sang Bunda untuk mandi.
*
"Kapan om akan menikahi bunda?" Langit membuat semua orang terkejut dan terdiam berhenti mengunyah makanannya.
Sesaat semua orang mematung tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Besok...!" Mulut Purnama menganga menjawab asal pernyataan itu.
pletak
Senja menggetok Purnama dengan sendok yang ia pegang.
"Kalo bicara yang benar,siapa yang mengiyakanmu ah! Besok...,kau pikir segampang itu menikah!" Senja mencoba menutupi kebahagiaannya karena takut Langit terpaksa mengizinkannya,dan ia tak mau putra sulungnya itu kecewa dan terluka karena pernikahannya kelak.
"Biar kami atur secepatnya...,ayo ikut aku!" Bumi langsung bangkit dari duduknya dan menarik Bunga pergi meninggalkan semua orang Di meja makan itu.
"Kak,kenapa buru-buru si,aku kan tadi masih lapar. Lagi pula kak Langit sudah menyetujuinya jadi apalagi yang harus kita khawatirkan ah?" Bunga menatap Bumi yang menyetir dengan khusyuknya.
"Aku takut kakak ku berubah,jd sebelum itu terjadi kita harus menyegerakannya iya kan?" Bumi sejenak membalas tatapan Bunga.
"Semoga keputusanku ini adalah yang terbaik bagimu bun!"lirih Langit dalam hati sambil menatap Senja dan Purnama yang sedang bertengkar kecil,terlihat jelas keduanya saling mencintai.
__ADS_1