Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
Harus mengutarakan


__ADS_3

Langit masih berkutat dengan laptop dan hp nya menyelesaikan beberapa acara yang baru saja ia share dicanel youtube nya.


"Kak....!" Bumi mengkagetkan Langit yang sangat serius bekerja hingga tak mendengar adiknya memasuki apartemennya itu.


"Kau mengkagetkan ku saja! Ada apa?" Langit menaruh headsetnya menatap sang adik yang terlihat begitu kusut.


"Aku ingin segera menikahi Bunga!" Ucap Bumi bergetar karena sadar akan banyak hal yang harus ia lakukan untuk semua itu.


"Ya sudah bilang sana ke daddy dan bunda!" Langit berlaga santai.


"Ih kakak kau ini kejam sekali! Buat apa juga aku datang kesini jika memang semudah itu ah!" Bumi kesal menghentakan kaki dengan bibir manyun.


"Sudah mau menikah tapi masih aja kayak anak kecil!" Langit menertawakan adiknya.


"Kakak bisa membantukukan?" Bumi memasang wajah memelasnya didepan sang kakak.


"Kau yang mau menikah,kenapa harus aku yang mengutarakannya!" lagi-lagi Langit meledek sang adik.


"Ayolah kak bantu aku,please!" Kali ini Langit dipaksa serius dan berhenti bercanda.

__ADS_1


"Iya nanti kakak akan bicara dengan bunda dulu baru ke daddy!" Langit tersenyum memberi keyakinan bahwa ia akan membantu sang adik.


***


Langit terlihat mondar mandir diruang tamu sang bunda,ia bingung harus memulai dari mana agar sang bunda tak terkejut dengan apa yang akan ia sampaikan.


"Kak...,kamu kenapa ko keliatan gelisah begitu?" Senja menghampiri anak pertamanya itu.


"Oh bunda....mmm,ga pa pa bun. Bunda sini duduk kakak mau bicara!" Langit menarik lengan sang bunda mengajaknya duduk bersebelahan.


"mmm,bun kakak mau bilang sesuatu. Tapi bunda janji ya jangan marah!" Langit tetap memegang lengan sang bunda.


"Kalo Bumi nikah lebih dahulu dari kakak,apa bunda mengizinkan?" Mata sayup langit menatap sang bunda dalam.


"Ya gapapa,tapi kamu nya gimana? Ridho ga kalo adik kamu nikah duluan?" Jawab Senja.


"Kakak ga pa pa bun! Kalo dengan Bunga bagaimana?" Langit berusaha pelan-pelan mengutarakan segalanya.


"Ya sama aja gapapa,emang siapa si yang mau menikah?"Senja membalas pegangan sang anak sambil menatapnya penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Itu...,mmm. Bagaimana bila Bumi menikahi Bunga,Apa bunda mengizinkannya? "


deg


Senja bingung harus berkata apa. Ia berusaha menalar semua pembicaraan Langit padanya.


"Maksudmu apa si kak?" Senja mencoba mencari tahu seluruhnya akan hal itu!


"Bunda Bumi dan Bunga saling mencintai sejak lama. Mereka sadar perasaan mereka tak seharusnya seperti itu. Mereka sudah berusaha untuk saling berpaling dan menderita karenanya!" Langit menarik nafas dalam-dalam lalu menghempaskannya kasar.


"Secara agama mereka sah-sah saja bun untuk menikah. Hanya pandangan masyarakat saja yang masih tabu akan hal ini!" Langit menatap sang bunda yang ia nyakini pasti lebih faham dari padanya.


"Izinkanlah mereka menikah bun!"Akhirnya inti pembicaraan itu pun keluar!


Senja hanya terdiam sejak tadi ia tak sanggup mengeluarkan kata-kata. Kaget dan kasihan pada kedua anaknya membuat ia bingung harus bagaimana mengatakannya pada sang suami.


"Kakak belum bicarakan ini dengan daddy. Sebaiknya kakak atau bunda saja yang menyatakannya bun?" Langit beranjak dari duduknya.


" Bunda akan memikirkannya lebih dulu,kakak jangan bicara apapun pada daddy tanpa seizin bunda!" Senja mengusap wajahnya kasar karena bingung harus bagaimana bersikap!

__ADS_1


__ADS_2