Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
Teman jadi mertua


__ADS_3

Cahaya masih mematung setelah kepergian Senja beberapa menit lalu. Ia masih tak percaya kalo semua serius bukan orang sahabatnya itu.


"Teman jadi mertua!" Cahaya kembali memandang foto Langit,ia merasa semua hanya mimpi.


"Pemuda terkenal keren seperti dia memilihku sebagai calon istrinya? Apa ini untuk karir youtubernyakah agar semakin viral?"Cahaya lumayan banyak tahu tentang Langit yang terkenal.


"10 tahun tua an aku? Ditambah dia belum pernah pacaran dan begitu tampan. Lelaki sempurna seperti dia apa sudah gila memilihku janda tua dengan 3 anak?" Cahaya mengoceh sendiri.


tok tok


"Assalamualaikum ma,ko bengong!" Ucapan Awan putra pertama Cahaya mengkagetkannya.


"Wa alaikum salam sudah pulang kak!" Cahaya bangkit melihat sang putra menghampirinya dan mengecil tangannya.


"Mama kenapa bengong barusan?" Tanya Awan.


"Mmm kau ingat permintaanmu sebulan yang lalu? Ini jawabannya!" Cahaya memberikan map yang dipegangnya pada anak pertamanya yang meminta sang mama untuk menikah lagi demi dirinya dan adik-adiknya!

__ADS_1


deg


"Masya Allah mama inikan.... SETUJU,kakak setuju mama sama dia fix!" Awan tahu betul siapa lelaki difoto yang baru saja ia lihat.


"Istikharah aja mama belum kamu dah fix aja,gimana si! Adik-adikmu gimana mereka kan belum tahu,coba nanti kamu ajakin diskusi. Mama mau istikharah dulu,ingat mama mu sudah tua dan laki-laki itu 10 tahun lebih muda dari mama,faham!" Cahaya masuk kekamarnya dengan perasaan yang tak karuan.


*


"Seroja kalo calon papa kita orang terkenal dan lebih muda dari mama,apa kamu setuju?" Ucap Awan pada adik perempuannya itu.


"Apa kakak sudah cerita ke Fajar?"Seroja menutup bukunya lalu berdiri menatap sang kakak.


"Nanti kakak akan bicara padanya,bukankah anak itu yang memaksa mama untuk mencari papa baru. Sepertinya dia akan langsung menyetujuinya!" Awan meninggalkan Embun yang mematung.


*


"Apa tak salah dia setuju anak pertamanya menikahi ku yang seorang janda bahkan 10 tahun lebih tua darinya,ditambah aku adalah temannya?" Cahaya masih tak percaya temannya sendiri yang datang langsung menawarkan putranya yang bujangan dan muda untuknya.

__ADS_1


"Sudahlah lebih baik aku istikharah saja,semoga Allah memberikan yang terbaik untukku dan anak-anak. Aamiin!" Cahaya bangkit dari duduknya lalu bergegas mengambil wudhu dan segera melakukan sholat tahajjud dan disusul dengan sholat istikharahnya.


Cahaya memegang foto tampan Langit lalu kembali melangitkan doa-doanya.


Cahaya masih sulit tertidur walau sudah mendekati waktu subuh,akhirnya ia kembali mengambil wudhu lalu melanjutkan membaca al 'quran dan kembali melakukan sholat istikharah sampai subuh datang.


*


Cahaya begitu mengantuk hingga saat Senja menghubunginya ia tak setengah sadar dan mengiyakan perkataan Senja ditelepon.


"Astaghfirullah tadi apa ya yang ditanyakan bunda?" Cahaya berlari ke kamar mandi mencuci wajahnya lalu bergegas menghubungi sahabatnya itu.


"Assalamualaikum bun maaf tadi dikau nanyain apa ya? Aku tadi sangat mengantuk sampai lupa dan tak sadar apa yang bunda bilang tadi ditelepon!" Jelas Cahaya terburu-buru.


"Kau ini bahaya tahu komunikasi sambil ngantuk begitu,untungnya kamu mengiyakan kau menerima putraku coba kalo lainnya!" Senja sebenarnya meledek sahabatnya itu yang sedikit kelabakan karena setelah mengiyakan pernyataannya ia segera menutup teleponnya.


kya

__ADS_1


__ADS_2