
Seminggu setelah proses ta'aruf akhirnya Cahaya memutuskan menerima lamaran Langit padanya saat ta'aruf waktu itu.
Lagi-lagi buta Senja sudah membangunkan suami dan anak-anaknya yang sudah menginap disana dari kemarin untuk persiapan lamaran Langit.
Ini adalah lamaran pertama yang dilakukan keluarga Purnama dan Senja. Maklum Bumi sang anak bungsu Senja menikahi saudara tirinya sendiri jadi tidak ada proses lamar melamar dan langsung ke pernikahan.
Bumi yang repot dengan bocah mungilnya terpaksa duduk manis melihat kesibukan semua orang,karena sang anak tidak mau lepas dari gendongannya.
"Ayo sayang sama mommy dulu atau mba,kasihan daddy capek!" Bunga sudah mulai gregetan dengan ulah sang anak yang baru 3 tahun itu.
"Mum mba...!" Akhirnya si kecil Star turun menghampiri baby sitternya untuk minum susu.
"Akhirnya...huft!" Bumi memeluk sang istri dan mencium celuk lehernya sebagai pelepas lelahnya.
"Ih kak geli ayo bantuin bunda dan daddy,sibuk banget tuh mereka!" Bunga melepas pelukan Bumi dan menariknya keluar rumah.
__ADS_1
Beberapa mobil mewah berbaris didepan kediaman Purnama dan Senja. Setiap mobil sudah berisikan beberapa hantaran yang mewah.
"Bun katanya sederhana,tapi ini ko banyak bangat!" Langit takut membuat kesalahan pada lamarannya ini,melihat begitu wah nya isi hantaran lamarannya. Bagaimana dengan pernikahan nanti!
"Nak ini adalah lamaran pertama di keluarga kita,walau pun Cahaya janda kita harus tetap menghargainya. Memberikan yang terbaik yang kita bisa!" Senja yang pernah di posisi Cahaya sangat tahu keinginan wanita sepertinya,dan dia memberikan yang terbaik untuk sahabat dan sekaligus calon menantunya itu.
"Apa kau akan melakukan siaran langsung untuk lamaranmu ini?"Tiba-tiba Senja ingat ulah anaknya saat Purnama kembali padanya.
"Tidak tapi aku mungkin akan mengekspos videonya nanti sekalian dengan pernikahanku!" Langit tersenyum manis malu-malu membayangkan pernikahannya kelak.
Semua persiapan lamaran telah selesai mereka segera menaiki mobil masing-masing dan berangkat kekediaman Cahaya.
Iring-iringan mobil mewah sudah memasuki kompleks tinggal Cahaya,security yang sudah diberi tahukan akan banyak iring-iringan mobil lamaranpun dengan ramah mempersilakan semuanya masuk.
Didalam kediaman Cahaya sudah berkumpul keluarga kecil Cahaya yaitu kedua orang tuanya dan beberapa sepupu dan kerabat terdekat serta pihak rt dan rw disana.
__ADS_1
Proses lamaran berjalan lancar terlebih kegugupan Langit saat memberikan didin pertunangan mereka yaitu sebuah cincin berlian buatan Cartier dengan harga sekitar 48.7m.
Beruntungnya hampir semua orang disana tidak mengetahui harga cincin tersebut termasuk Cahaya.
"Ay cincinmu itu hampir 50m kau harus menjaganya baik-baik ya seperti menjaga hati sipemberinya!" Bisik Senja pada sahabatnya itu membuat ia terbelalak mendengarnya.
"Gila kenapa kau suruh anakmu memberikan cincin semahal itu,bisa-bisa aku dikepung maling tiap waktu! Ganti bisa ga?" Cahaya bukannya senang mendapat cincin mewah nan mahal seperti itu,ia justru kesal dengan sahabatnya yang bisa membahayakan dirinya dan keluarganya dengan memakai barang mewah seperti itu.
"Kau ini bukannya senang malah minta tukar,ntar ku cari warung kali ada cikih yang isinya cincinan!" Canda Senja
"Bhuahahah!" Kedua wanita itu tertawa terbahak-bahak bersamaan membuat semua orang bengong keheranan.
"Hush calon manten ga boleh tawa lebar-lebar,pamali!" Henti Senja karena malu.
__ADS_1
Cahaya menundukkan pandangannya lagi karena teman dan sekaligus calon ibu mertuanya membuatnya malu apalagi dengan tatapan tajam Langit yang heran dengan apa yang mereka tertawakan!
"Sabar kak baru juga lamaran,kau sepertinya sudah ingin menerkamnya!" Ledek Bumi karena memperhatikan sang kakak tak pernah luput dari menatap calon istrinya itu.