Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
Malu-malu


__ADS_3

Cahaya membuka matanya saat suara adzan subuh terdengar dari handphonenya.


Cahaya tersadar kalo sekarang dia sudah memiliki suami lagi dan ia pun segera melihat kesampingnya sosok sang suami yang tengah tertidur pulas dengan memakai celana piyama saja.


Cahaya kembali mengingat kejadian indah semalam bersama sang suami bahkan saat mereka membersihkan diri setelah aksi malam pertama pelepasan keperjakaan sang suami itu.


"Mas bangun!" Cahaya malu-malu membangunkan Langit dengan menyentuh lengannya lembut.


Langit masih belum membuka mata.


"Mas....mas...., bangun mas sudah subuh!" Cahaya menggoyangkan tubuh sang suami beberapa kali.


"Mmm...!" Langit membuka mata dan tersadar kalo yang membangunkannya adalah istrinya,ia menarik Cahaya kedalam pelukannya.


"Sebentar ngumpulin nyawa sayang!" Ucapnya sambil menyesap celuk leher sang istri yang harum.


Setelah aksi mengumpulkan nyawa yang justru berubah jadi aksi pengulangan malam pertama, akhirnya mereka mandi, sholat dan sarapan bersama di balkon kamar hotel tersebut yang indah!


Matahari menampakkan wajahnya malu-malu, burung-burung pun sudah mulai bernyanyi merdu.


Sepasang pengantin baru masih menikmati sarapan mewah dengan penuh kebahagiaan sambil terus tersenyum dan menatap.

__ADS_1


"Hari ini kita akan ngapain aja mas?" Tanya Cahaya memberanikan diri karena bingung harus ngapain lagi setelah sarapan ini.


"Bulan madu!" Jawab Langit singkat sambil terus tersenyum dan menatap Cahaya.


Cahaya tak menyangka kalo janda sepertinya bisa kembali merasakan bulan madu layaknya gadis yang baru dinikahi.


Langit dan keluarganya benar-benar menghargainya.


"Anak-anakku bagaimana mas?" Cahaya teringat anak-anaknya yang sedari pesta berakhir entah pergi kemana.


"Mereka mungkin sudah lebih dahulu sampai ditempat bulan madu kita!" Langit memasukan potongan terakhir sandwichnya.


"Apa mas, mereka ikut kita bulan madu?" Cahaya kaget sekaligus bahagia karena ternyata Langit tak melupakan anak sambungnya.


"Mas ga risih dengan kehadiran mereka? Dimana-mana pengantin baru inginnya berduaan saja dan tak mau diganggu yang lain!" Cahaya takut Langit tak nyaman dengan kehadiran ketiga anaknya.


"Masa iya kita senang-senang anak-anak dirumah saja yang, kasihan atuh!" Langit bangkit dari duduknya mencium sang istri.


"Ayo kita susul mereka, mereka pasti sudah menunggu kita!" Langit menggeser bangku Cahaya dan menariknya berdiri karena Cahaya sudah dari tadi menyelesaikan sarapannya dibanding dirinya.


***

__ADS_1


Disebuah villa besar milik Langit berlari-larian ketiga anak Cahaya keluar menuju pantai trinity didepannya.


Awan sebagai kakak tertua mengawasi kedua adiknya yang asik berkejaran di tepi pantai.


Mereka begitu menikmati suasana indah di sekitar danau Lake Mckenzie, Australia itu.


Setelah capek bermain mereka mandi dan makan sambil tertawa menentukan esok akan kemana setelah sang mama datang dengan papa baru mereka.


*



Sore hari Langit dan Cahaya akhirnya sampai di Australia namun mereka menepi sejenak menikmati lembayung yang indah.


Tidak begitu lama Langit dan Cahaya melanjutkan perjalanan mereka ke villa nya yang sudah dekat.



Setelah beristirahat sejenak Langit dengan keluarga kecilnya yang baru kini tengah menikmati makan malam bersama penuh canda orang.


Tak butuh waktu lama Langit sudah bisa dekat dengan ketiga anak Cahaya terlebih lagi awan yang seorang mahasiswa termuda di kampusnya.

__ADS_1


Setelah makan malam dan bercanda serta jalan-jalan ke sekitar pantai akhirnya mereka semua tertidur nyenyak.


Tapi tidak dengan pasangan pengantin baru itu yang masih memadu kasih hingga menjelang subuh!


__ADS_2