
Setelah kejadian pesta Tala yang menegangkan, keluarga besar Langit mengerahkan pengamanan ketat untuk semua anggota keluarganya termasuk si jago beladiri Seroja.
Seroja mendapat pengawasan special dari orang kepercayaan ayahnya itu, Sky Arthur.
Semua itu karena Seroja sudah dua kali mengagalkan rencana busuk Dirgantara terhadap Langit dan keluarganya.
"Kak kenapa si dari kemarin kau terus menempel padaku, liat tuh semua orang mengira kalo kau pacar ku!" Seroja kesal karena dirinya yang sudah sejak kecil tertanam ajaran agama dari sang mama bahwa tak ada pacaran kecuali setelah menikah.
"Karena kau terlalu pintar menggagalkan kejahatan orang dan itu membuat mereka semakin mengincar mu nona!" Ucap Sky sekilas melirik Seroja yang berdiri disampingnya.
"Sudah sana masuk dosenmu nungguin!" Sky duduk didepan taman dikampus tersebut setelah menyakinkan Seroja masuk kedalam kampus dan terbilang aman.
***
Sudah Hampir seminggu Sky mengawal Seroja dan hal itu membuat Seroja risih karena berdekatan dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.
Cahaya sebenarnya faham dan meminta Langit mencarikan bodyguard wanita untuk Seroja dan saat ini Langit sedang menyeleksinya.
Bukan mengapa Langit lebih mempercayakan Seroja dalam pengawalan Sky, karena musuhnya sangat mengincar gadis itu saat ini.
__ADS_1
"Awas...!" Sky menarik Seroja hingga menabrak dada bidangnya dan mendekapnya agar gadis itu aman.
Bruk
Sebuah pot bunga besar tiba-tiba jatuh hampir mengenai Seroja.
Sky segera melihat sekitar dan melihat seseorang berlari sangat cepat diteras sebuah toko buku yang Seroja suka datangi itu.
"Kalian segera kejar pria diatas itu!" Sky memerintahkan beberapa anak buahnya yang tanpa sepengetahuan Seroja ternyata ikut mengawalnya begitu byk.
Seroja melihat semua orang dengan kostum berbeda-beda yang ia kira warga sipil biasa serentak bergerak mengejar pria diteras atas toko buku tersebut dan berhasil mengepungnya.
Seroja masih terkejut hanya mampir terdiam dalam delapan Sky.
Sky tersadar telah lancang memeluk gadis yang belum pernah bersentuhan dengan laki-laki manapun itu segera melepaskan dekapannya dan berjalan cepat ke arah lelaki yang hendak mencelakakan Seroja itu.
"Siapa yang menyuruh mu?" Tanya Sky tanpa basa basi pada lelaki itu.
"Maaf tuan saya tidak sengaja!" Ucap sang lelaki berbaju hitam tersebut sambil menundukkan wajahnya karena takut.
__ADS_1
"Baik kalo kau tak mau mengatakannya, biar anak buahku yang membuat mu mengatakannya!" Sky segera menarik Seroja bergegas masuk kedalam mobil dan membawanya pulang.
Sepanjang perjalanan Sky dan Seroja hanya saling terdiam dengan sesekali saling melirik satu sama lain.
"Untuk tadi saya mohon maaf nona telah lancang menyentuh nona!" Ucap Sky yang tidak pernah disangka Seroja keluar dari mulutnya.
"Oh....,iya Kak nggak pa-pa. Aku tahu kau melakukannya untuk melindungi, dan aku berterima kasih untuk itu!" Sejenak Seroja menatap ke arah Sky yang menatapnya pula sejenak.
Kedua mata mereka saling bertemu untuk sesaat dan hal itu membuat detak jantung Seroja kembali kencang berlarian.
Sky yang merasakan hal yang sama pun segera tersadar dan kembali berkonsentrasi menyetir.
***
"Ma..., aku boleh curhat?" Ucap Seroja pada sang mama setelah beberapa hari dari kejadian di toko buku itu.
"Ada apa sayang?" Cahaya menatap anaknya penuh perhatian.
"Mmm..., mama kenapa aku begitu gugup dan detak jantungku tak karuan saat aku berdekatan dengan seorang laki-laki?" Tanya Seroja lugu.
__ADS_1
"Maksudmu berdekatan seperti apa sayang?" Cahaya mulai cemas takut anaknya dilecehkan oleh laki-laki diluar sana.
"Waktu kemarin kak Sky menyelamatkanku, dia menarikku dan mendekapku dalam pelukannya hingga aku mendengar detak jantungnya yang kencang sama seperti detak jantungku saat itu! Apakah itu rasa cinta atau suka ma? Apakah aku sudah boleh merasakannya?" Dengan malu-malu Seroja mengatakan perasaannya yang belakangan ini sangat mengganggunya itu.