
"Ayo ikut kami!" Tiba-tiba Seroja dihentikan ditengah jalan oleh tiga pria yang tidak ia kenal saat dia diam-diam pergi dari rumahnya tanpa pengawal.
"Kalian siapa? Kenapa aku harus ikut dengan kalian?" Tanya Seroja lantang.
"Udah lah jangan banyak ngomong, cepat tangkap dia bawa masuk kemobil...!" Ucap salah satu pria itu.
Saat salah satu dari mereka hendak mencekal tangan Seroja, dengan gerakan cepat ia menghindar.
"Kau mau main-main rupanya gadis kecil!" Pria berbadan tegak dan botak itu mulai kesal karena ia tak berhasil mencekal tangan Seroja.
Si botak dengan geram melangkah hendak mendekap Seroja namun naas kaki Seroja dengan kuat langsung menendang milik pria itu membuatnya mengeram kesakitan.
"Kau berani juga rupa.... ayo cepat tangkap dia!" Perintah pria yang nampak mendominasi ketiga pria itu.
Dengan gesit Seroja kembali menghindar kedua preman bayaran itu.
Blam!
Salah satu dari mereka kena pukulan telak Seroja tepat di hidungnya hingga mengeluarkan darah segar.
"Cacing kecil kau pinter juga berkelahi ternyata!" Si ketua maju kembali dengan beberapa bagelan dan tendangan yang berhasil di tangkis gadis remaja itu.
__ADS_1
Aaaaaah!
Si botak kembali kena tendangan cantik tepat di uluh hati dan wajahnya berkat tendangan melayang dua langkah Seroja.
Brak....
Detik berikutnya ketiganya terjatuh saling menumpuk berkat tarikan dan tendangan lutut Seroja.
Bim!,bim!....
Suara klakson mobil jeep hitam membuat ketiga preman tersebut kabur seketika entah kemana.
"Gapapa ko pak Agung, ayo kita pulang sekarang!" Seroja mengambil tasnya yang terjatuh dan segera masuk ke dalam jeep hitam itu.
"Nona lain kali berhati-hati, jangan pergi tanpa pengawal. Mungkin kali ini nona bisa mengalahkan mereka, tapi lain kali kita tidak tahu mereka bisa saja membius nona atau menembak nona!" Ucap Pak Agung mengingatkan nona mudanya itu yang memang jago berkelahi.
"Maafkan Seroja ya pak melanggar peraturan!" Seroja sadar kalo sekarang dia bukan gadis remaja biasa pada umumnya.
Popularitas sang papa sambung dan keluarganya mengumpan banyak penjahat untuk menculik atau bahkan membunuhnya.
*
__ADS_1
Setelah kejadian serangan yang dialami Seroja, semua anak Langit semakin mendapatkan pengawasan lebih ketat.
Bahkan sekarang ketiga anak itu diwajibkan belajar bela diri oleh Langit demi menjaga keselamatan mereka.
"kakak si pake acara kabur dari mansion tanpa pengawal, sekarang waktuku semakin sedikit untuk bermain!" Fajar berteriak kesal karena sekarang waktunya bermain berkurang tiap hari untuk latihan beladiri.
"Sudahlah sekarang kita harus nurut sama papa, beliau hanya ingin kita selamat. Karena bagaimanapun sekarang kita bukan anak-anak biasa." Awan menenangkan kedua adiknya itu yang selalu bertengkar.
"Saingan papa dan keluarga besarnya pasti bisa melakukan apa saja demi perusahaan mereka. Belum penggemar-penggemar mereka dan mama yang sadis-sadis, sebaiknya kita semangat latihan kasihan mereka dapat omelan terus dari pak Agung gara-gara kalian berantem terus!" Awan sadar dunia bisnis itu sangat kejam.
"Malas ah capek!" Fajar wow lagi-lagi merajuk kesal.
"Ya sudah sana jangan duduk disitu, kakak mau latihan lagi!" Seroja kesal karena Fajar duduk bersila dengan wajah kesalnya di tengah ring latihan.
"Ayo tuan muda dan nona kita mulai lagi latihan kita!" Ucap coach muangthai itu tetap berusaha sabar dan sopan pada ketiga anak luar biasa itu.
Fajar hanya terdiam dengan peluh yang masih menetes diwajah dan punggungnya.
"Ayo tuan kecil kita latihan lagi, nanti sy di omelin pak Agung kalo tuan tidak mau latihan!" Rayu coach khusus Fajar.
Dengan hati tak ikhlas Fajar kembali latihan karena tak mau sang coach kena masalah gara-gara dia.
__ADS_1