Cahaya Temaram Langit

Cahaya Temaram Langit
Ta 'Aruf/berjumpa 1


__ADS_3

Setelah tanpa sadar yang sebenarnya hanya candaan Senja akhirnya Cahaya yang merasa tak enak dengan Sahabatnya itu,akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ta 'aruf dengan Langit.


Ya disinilah mereka akan melakukan ta'arif perkenalan secara langsung antara Langit dan Cahaya,masjid kecil yang letaknya tak begitu jauh dengan rumah Cahaya.


Senja dan Purnama menjadi perantara proses ta'aruf tersebut. Setelah Purnama membuka proses perkenalan mereka tibalah Langit memperkenalkan dirinya secara langsung pada Cahaya yang dari awal datang tak berani menatap Langit.


"Ada yang mau ditanyakan?"ucap Langit setelah memperkenalkan dirinya secara langsung.


Cahaya masih saja menundukkan pandangannya,hatinya berdebar sangat kencang karena ia sadar lelaki di hadapannya terus menatapnya.


"Ay dalam ta aruf diperbolehkan untuk menatap,lihatlah baik-baik putraku. Semoga kau jatuh hati padanya. Aamiin!" Senja mengarahkan temannya agar bisa melakukan ta arufnya dengan baik sekaligus menggodanya.


"Aw!" Teriak Senja karena Cahaya mencubit kecil pahanya.


"Apa kau tahu tantangan apa saja yang akan kau hadapi jika kau menikahiku? Apa kau siap menghadapinya?" Cahaya memberanikan diri menatap Langit untuk pertama kalinya!


Deg

__ADS_1


Mata keduanya bertemu,dan terlihatlah dengan jelas wajah keduanya,karena saat itu Cahaya melepaskan cadarnya agar Langit melihatnya.


Langit tertegun bukan saja karena pertanyaan Cahaya tapi karena wajah cantik dan bola mata abu-abu milik Cahaya begitu indah.


"Bismillah aku siap! Aku tahu pasti semuanya,Karena bunda ku pernah disposisi itu dan aku selalu bersamanya" Langit menjawab dengan penuh keyakinan.


"Alhamdulillah. Apa ada yang mau kau tanyakan padaku?" Cahaya kembali menatap Langit,ia sangat terpesona dengan kenyataan bahwa Langit jauh lebih tampan dari foto dan vidieo yang ia lihat.


Purnama menggeser duduknya menyandarkan kepalanya sebahu Senja manja,melihat keseriusan dua orang didepannya.


"Ih mas malu atuh!" Ucap Senja risih.


tik tok tik tok


"Kakak tanya atuh,ko bengong!" Senja berusaha mencairkan suasana yang terasa garing karena celetukan sang suami.


"Apa kau malu bila suamimu lebih muda jauh dari mu?" Langit menundukkan pandangannya takut mendengar jawaban Cahaya.

__ADS_1


"Sedikit!"


Deg


"Lalu apa kau mau menikah dengan ku?" Tak pernah disangka Langit justru melamar Cahaya secara tidak langsung!


"What!" Teriak Purnama dan Senja bersamaan.


"Kakak, pertanyaan itu harusnya bunda yang menyampaikan nanti sama Aya. Kalo begini nembak langsung atuh,emang kamu siap kalo ditolak langsung ah!" Jelas Senja yang terkejut dengan pernyataan sang anak.


"Beri aku waktu sedikit lagi untuk menjawabnya!" Cahaya kembali menatap Langit untuk ke tiga kalinya dan kali ini terlihat kecemasan diwajah tampan laki-laki itu.


"Baiklah aku akan menunggunya!" Langit tersenyum begitu manisnya menaruh harapan.


"Ok kalo tidak ada yang mau dibicarakan kita sudahi saja ta arufnya kali ini! Lang kau harus banyak berdoa agar Aya mengiyakan lamaranmu itu. Dan kau Aya ku harap tidak mengecewakan putranya!" Ucapan terakhir Purnama langsung mendapatkan duitan dari sang istri.


"Ih itu namannya menekan,tenang Ay kau boleh ko nolak anakku yang tampan dan sholeh ini kalo kau memang tak menyukainya ok!" Senja memegang tangan Ay seolah-olah mendukung apapun jawaban temannya itu kelak.

__ADS_1


"Baik kita sudahi saja pertemuan ini dengan laras hamdallah. Alhamdulillahirobbil aalamiin!" Purnama segera berdiri menarik tangan sang istri.


Sore itu hujan rintik-rintik menjadi saksi pertemuan pertama Langit dan Cahaya.


__ADS_2